--> Skip to main content

11 Amalan Utama Di Bulan Ramadhan Yang Tidak Boleh Anda Tinggalkan


11 Amalan Utama Di Bulan Ramadhan Yang Tidak Boleh Anda Tinggalkan

Bulan suci Ramadhan merupakan bulan mulia, bulan yang penuh dengan keberkahan serta ampunan dari Allah Subhanahu Wata'ala. Bulan Ramadhan adalah bulan suci untuk umat islam sebab di bulan ramadhan ini segala amal kejikan yang kita perbuat akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda disisi Allah Subhanahu Wata'ala, bahkan tidurnya orang yang berpuasa di bulan ramadhan juga mendapatkan  pahala dari Allah. Jika kita masih diberikan umur panjang dan bisa bertemu dengan bulan suci Ramadhan ini maka kita harus bersyukur kepada Allah Subhanahu Wata'ala, karena kita masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri dan ketaqwaan kita kepadaNYA.

Walupun di bulan suci Ramadhan, tidurnya kita juga akan mendapatkan pahala, namun tentu akan lebih utama lagi jika kita bisa manfaatkan waktu yang kita miliki dengan sebaik- baiknya, dengan memperbanyak amalan - amalan kebaikan lainnya. Sebab tidur itu merupakan sebuah perumpamaan terendah, bila tidur saja kita memperoleh pahala, bagaimana jika kita melaksanakan amalan dan ibadah yang sesuai dengan sunnah Rasul SAW, tentu akan memiliki nilai yang lebih.

Perintah puasa di bulan ramadhan bersumber pada kitab suci Al- Quran yang sebagian besar orang Islam telah mengetahuinya, dimana puasa Ramadhan hanyalah untuk mereka orang- orang yang beriman, sehingga bagi mereka yang tidak beriman tentu merasa tidak terpanggil untuk melaksanakan kewajiban ibadah puasa Ramadhan ini.

Firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya:
“ Hai orang- orang yang beriman, diharuskan atas kalian berpuasa sebagaimana orang- orang saat sebelum kalian supaya kalian bertakwa.”[QS. Al- Baqarah (2): 183]

Menurut pendapat dari Imam Al- Ghazali, Beliau membagi 3 tingkatan orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan, sebagai berikut:

a. Puasanya Orang Awam

Ciri- ciri puasanya orang awam antara lain:
  • Tidak makan, tidak minum serta tidak bersenggama pada siang hari di bulan Ramadhan.
  • Sahur serta buka puasa dengan menu makanan yang kadang berlebihan.
  • Siang hari sibuk mempersiapkan makanan untuk buka puasa serta malam harinya sibuk mempersiapkan makan sahur.
  • Mengisi siang hari dengan jalan- jalur subuh, jalan- jalur sore, bermain, tidur, nonton, mancing dan sebagainya.
  • Malas makan sahur
  • Menjelang akhir Ramadhan menjadi semakin kendur dan malas beribadah.
b. Puasanya Orang Spesial

 Ciri- ciri puasanya orang spesial antara lain:
  • Tidak makan, minum serta senggama di siang hari di bulan Ramadhan.
  • Melindungi matanya dari pemikiran maksiat
  • Melindungi lidahnya dari perkataan yang tidak baik
  • Melindungi telinganya dari mendengarkan  perkataan buruk
  • Menghindari anggota badannya dari perbuatan maksiat
  • Tidak kelewatan ketika makan sahur serta berbuka puasa
  • Hatinya senantiasa diliputi rasa khauf (takut) serta raja (harap)
c. Puasanya Orang spesial (Puasa istimewa)

Ciri- ciri puasanya orang spesial ini antara lain:
  • Puasa lahir serta bathinnya
  • Menggunakan segala waktu buat beribadah kepada Allah Subhanahu Wata'ala 
Sebagai referensi untuk Anda, berikut ini merupakan amalan- amalan yang diajarkan sepanjang bulan puasa Ramadhan yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW:

1. Shiyam (Berpuasa)

Sebagai amalan yang paling utama di bulan Ramadhan tentu saja adalah berpuasa. Oleh sebab itu, supaya puasa kita tidak menjadi percuma dan sia - sia di mata Allah Subhanahu Wata'ala,  maka kita perlu memperdalam pengetahuan kita tentang puasa yang benar dengan mengenali serta memahami apa yang menjadi rambu- rambunya. Karena, puasa Ramadhan bukanlah semata- mata kita tidak makan serta tidak minum di siang hari saja, akan tetapi, terdapat rambu- rambu yang wajib untuk ditaati. Rasulullah SAW telah bersabda“ Barangsiapa berpuasa Ramadhan setelah itu mengenali rambu- rambunya serta mencermati apa yang semestinya dicermati, hingga perihal itu hendak jadi pelebur dosa- dosa yang sempat dicoba tadinya.”( HR. Ibnu Hibban serta Al- Baihaqi)

2. Tilawah Al- Qur’ an( Membaca Al-Qur'an)

Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk pertama kalinya adalah di bulan Ramadhan. Maka tidak heran bila Rasulullah SAW lebih memperbanyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan- bulan lainnya. Imam Az- Zuhri mengatakan,“ Apabila tiba Ramadhan, hingga aktivitas utama kita tidak hanya berpuasa tetapi juga membaca Al-Qur’an.” Bacalah dengan tajwid yang baik serta tadabburi, pahami, serta amalkan isinya. Insya Allah, kita hendak jadi insan yang berkah.

Buatlah sebuah target atau sasaran yang hendak kita capai. Bila di bulan- bulan yang lain kita khatam membaca Al-Qur’an dalam waktu sebulan, maka di bulan Ramadhan ini kita bisa memasang target atau sasaran 2 kali khatam Al-Qur'an. 

Di antara amalan yang mulia dan disukai oleh Allah Subhananhu Wata'ala adalah berdzikir. Rasulullah SAW pernah ditanya oleh salah seorang sahabat, “Apa amalan yang paling mulia ya Rasulullah”. Kemudian Rasulullah SAW menjawab, ”Ketika engkau meninggalkan dunia, sedangkan lidahmu dalam keadaan basah karena berdzikir kepada Allah.” Sungguh luar biasa faedah amalan dzikir.

Lihat firman Allah dalam surah Al-Imran 191:

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya:
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

4. Membagikan Makanan Untuk Berbuka Puasa( Ith’ amu ath- tha’ am)

Amalan di bulan Ramadhan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah membagikan makanan untuk berbuka puasa kepada orang- orang yang sedang berpuasa.“ Barangsiapa memberikan santapan berbuka kepada orang- orang yang berpuasa, hingga dia menemukan pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu tanpa kurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.”(HR. Turmudzi serta An- Nasa’i)

5. Aktivitas Berdakwah

Sepanjang bulan suci Ramadhan kita memiliki kesempatan untuk melakukan dakwah agama yang terbuka lebar, karena pada hakekatnya di bulan Ramadhan ini keadaan ruhiyah manusia sedang dalam kondisi yang lagi baik sehingga lebih mudah untuk menerima nasihat dan ajaran agama. Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wassala, telah bersabda,"Barangsiapa menunjuki kebaikan, menurutnya pahala sebagaimana orang yang mengamalkannya tanpa kurangi pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun."

6. Shalat Tarawih Dan Shalat Sunah Lainnya (Qiyamul Lail)

Shalat Tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat di anjurkan di bulan Ramadhan. Shalat tarawih bisa di laksanakan sendiri - sendiri di rumah masing - masing, namun akan lebih utama jika di laksanakan secara berjamaah di Masjid karena hal tersebut sebagai bagian dari syiar agama Islam. Rasulullah SAW menurut sebuah riwayat sempat merasa takut dan khawatir bahwa shalat tarawih dikira jadi shalat wajib, karena semakin hari  kaum muslimin yang ikut shalat di Masjid menjadi semakin banyak, sehingga Rasulullah SAW kemudian melaksanakan ibadah shalat tarawih sendiri di rumahnya.

Ada sebuah riwayat yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah hanya 3 hari saja. Saat itu Rasulullah SAW melaksanakannya secara berjamaah sebanyak 11 rakaat dengan bacaan surat- surat yang panjang. Kemudian ketika masa khalifah Umar bi Khattab  jumlah rakaat shalat tarawih dilaksanakan sebanyak 21 atau 23 rakaat.

7. I’tikaf (Berdiam diri didalam Masjid)

Salah satu amalan yang di contohkan oleh Rasulullah SAW di bulan Ramadhan adalah melaksanakan aktivitas berdiam diri di Masjid atau I’tikaf dengan niat beribadah kepada Allah Subhananhu Wata'ala. Menurut Abu Sa’id Al- khudri meriwayatkan jika Rasulullah SAW sempat beri’tikaf pada permulaan bulan Ramadhan, pertengahan bulan Ramadhan, dan di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. 

8. Adanya Malam Lailatul Qadar (Malam Yang Lebih Baik Dari Ibadah 1000 Bulan)

Salah satu keistimewaan yang ada di bulan Ramadhan adalah adanya satu malam yang istimewa: yaitu malam lailatul qadar. Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh berkah dan kemuliaan. Malam Lailatul Qadar tersebut nilai pahalanya sama dengan pahala ibadah seribu bulan. Rasulullah SAW menyuruh kepada kita untuk mencari keberadaan malam Lailatul Qadar pada malam- malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Mengapa demikian? Sebab,“Barangsiapa yang shalat pada malam lailatul qadar karena iman serta ihtissab, maka Allah hendak mengampuni dosa- dosanya yang sudah lalu.”

9. Melaksanakan Ibadah Umrah

Jika Anda memiliki kemampuan ekonomi yang lebih maka di anjurkan untuk melaksanakan ibadah umrah di bulan suci Ramadhan. Sebab, melaksanakan ibadah umrah di bulan suci Ramadhan nilai pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah Subhanahu Wata'ala. Rasulullah SAW mengatakan kepada Ummu Sinan, yakni seorang perempuan dari kaum Anshar, ketika tiba bulan suci Ramadhan, hendaklah dia melaksanakan umrah, sebab nilainya setara dengan haji bersama Rasulullah SAW (  HR. Bukhari dan Muslim)

10. Memperbanyak Taubat Kepada Allah Subhananhu Wata'ala

Sepanjang bulan suci Ramadhan, Allah SAW senantiasa membukakan pintu ampunan untuk hamba- hambanya yang bertaubat. Oleh karena itu, bulan suci Ramadhan merupakan peluang emas bagi kita untuk bertaubat atas dosa - dosa yang telah kita lakukan.


Zakat fitrah merupakan salah kewajiban yang harus dibayarkan oleh setiap muslim di akhir bulan Ramadhan sampai sebelum pelaksanaan shalat Iedul Fitri, baik laki - laki maupun perempuan, baik anak - anak atau orang dewasa. Tujuannya adalah mensucikan orang yang melakukan ibadah puasa serta untuk menolong fakir miskin agar tidak kelaparan di hari raya Iedul Fitri. Bahkan menurut riwayat menjelaskan bahwa nilai pahala ibadah puasa kita akan tetap tergantung diantara bumi dan langit sampai kita membayar zakat fitrah tersebut.

Demikianlah 11 Amalan Utama Di Bulan Ramadhan Yang Tidak Boleh Anda Tinggalkan. Semoga ibadah puasa Ramadhan kita di tahun ini akan menjadi ibadah Ramadhan terbaik yang kita lakukan.
Rekomendasi
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar