Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sholat Sunah: Macam - Macam Sholat Sunah

Sholat Sunah: Macam - Macam Sholat Sunah

Sholat merupakan ibadah utama dalam ajaran agama Islam. Dari sisi dasar hukumnya, sholat dibagi menjadi dua kategori yaitu sholat wajib dan sholat sunah. Sholat wajib adalah sholat yang diwajibkan kepada seluruh umat Islam yang sudah memenuhi syarat untuk melaksanakan kewajiban tersebut tanpa ada pengecualian.

Sedangkan sholat sunah adalah sholat yang tidak diwajibkan, termasuk pada mereka yang sudah memenuhi syarat mengerjakan sholat. Bagi yang mengerjakan akan mendapatkan keutamaan, faedah dan pahala dai Allah SWT, sementara bagi yang tidak mengerjakannya juga tidak berdosa. Artinya, sholat sunah adalah sholat di luar sholat wajib, sholat jum’at dan sholat jenazah.

Dasar hukum dari pelaksanaan sholat sunah ini adalah contoh dari apa yang sudah dikerjakan atau juga dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Hal ini karena hukum sunah adalah berdasarkan dari apa yang dikerjakan oleh Rasulullah SAW semasa hidupnya.

Macam - Macam Sholat Sunah

Sholat sunah jumlahnya ada banyak sekali. Masing-masing sholat sunah tersebut memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda - beda. Namun secara umum sholat sunah tersebut dilakukan sebagai ibadah tambahan oleh umat Islam, sebagai pelengkap dari ibadah - ibadah lain yang wajib untuk dikerjakan, seperti sholat atau puasa Ramadhan.

Berikut ini adalah beberapa macam sholat sunah tersebut, antara lain :

1. Sholat Sunah Rawatib

Sholat sunah rawatib adalah sholat sunah yang dikerjakan untuk mengiringi sholat wajib. Sholat sunah rawatib ini bisa dilaksakan sebelum pelaksanaan sholat wajib (fardlu) atau sesudah sholat wajib. 

Untuk sholat sunah rawatib yang dilaksanakan sebelum pelaksanaan sholat wajib disebut dengan sholat qobliyah, sementara untuk yang dilaksanakan sesudah sholat wajib dinamakan sholat ba’diyah.

Macam - macam sholat sunah rawatib, antara lain :

  • Dua / empat rekaat sebelum sholat Dzuhur
  • Dua rekaat sesudah shaolat Dzuhur
  • Dua rekaat sesudah sholat Maghrib
  • Dua rekaat sesudah sholat Isya
  • Dua rekaat sebelum sholat subuh

Dasar dari pengerjaan sholat sunah rawatib ini adalah hadist yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim. Dalam hadits tersebut dijelaskan waktu-waktu yang sudah disebutkan di atas, dimana Rasulullah SAW mengerjakan sholat sunnah tersebut.

Jumlah rekaat sholat sunah rawatib memang sangat beragam macamnya, mengingat begitu banyak riwayat tentang sholat sunah rawatib tersebut. 

Namun demikian, para ulama Syafi'i membaginya menjadi dua kategori dengan menukil hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim tersebut.

Dua kategori yang dimaksud adalah sholat sunah rawatib muakkad dan ghairu mu’akkad. Sholat sunah rawatib muakkad berjumlah sepuluh rakaat, sedangkan sisanya adalah ghairu muakkad. Sepuluh rekaat yang muakkad adalah: sebagai berikut:

(وَرَوَاتِبُ الْفَرَائِضِ) الْمُؤَكَّدَةِ (عَشْرٌ)، وَالْحِكْمَةُ فِيهَا تَكْمِيلُ مَا نَقَصَ مِنْ الْفَرَائِضِ فَضْلًا مِنْ اللَّه وَنِعْمَةً، وَهِيَ (رَكْعَتَانِ قَبْلَ الصُّبْحِ وَ) رَكْعَتَانِ قَبْلَ (الظُّهْرِ وَرَكْعَتَانِ بَعْدَ الظُّهْرِ وَ) رَكْعَتَانِ بَعْدَ (الْمَغْرِبِ وَ) رَكْعَتَانِ بَعْدَ (الْعِشَاءِ) لِلِاتِّبَاعِ رَوَاهُ الشَّيْخَانِ   

Artinya, “Shalat sunnah rawatib pengikut fardhu yang ditekankan adalah sepuluh rakaat. Hikmahnya adalah menyempurnakan kekurangan shalat fardhu sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Sepuluh rakaat tersebut adalah dua rakaat sebelum subuh, dua rakaat sebelum dhuhur, dua rakaat setelah dhuhur, dua rakaat setelah magrib, dan dua rakaat setelah isya, karena ikut kepada riwayat Al-Bukhari dan Muslim.” [Lihat: Asnal Mathalib fi Syarh Raudlatith-Thalib, jilid 1, hal. 202].

2.  Sholat Malam (Qiyamul Lail)

Sholat sunah yang lain adalah ibadah sholat yang dikerjakan pada malam hari. Ada tiga jenis sholat sunah yang digolongkan sebagai Qiyamul lail, yaitu :

Sholat witir

Sholat witir adalah sholat sunah yang dikerjakan pada malam hari dengan jumlah rekaat ganjil. Paling sedikit adalah satu rekaat dan paling banyak adalah sebelas rekaat. Pelaksanaannya bisa dengan melakukan salam pada tiap dua rekaat dengan satu atau tiga rekaat pada sholat terakhir. 

Waktu mengerjakan sholat witir ini adalah setelah selesai sholat Isya hingga terbitnya fajar. Dan sebaiknya sholat sunah witir ini dilakukan sebagai penutup dari rangkaian sholat sunah lain yang dikerjakan pada malam hari.

Sholat Tarawih

Sholat tarawih adalah salah satu Qiyamul lail yang waktu pelaksanaannya sudah ditentukan menurut fiqih. Sholat tarawih ini hanya bisa dilakukan pada malam hari di bulan suci Ramadhan. 

Sholat tarawih ini bisa dikerjakan oleh kaum laki-laki maupun perempuan dan hukumnya adalah sunah muakad. Sholat tarawih ini bisa dikerjakan secara sendirian (munfarid) maupun secara berjama'ah setelah selesai mengerjakan sholat isya hingga tiba waktu sholat subuh. Jumlah rekaat sholat tarawih sendiri berbeda-beda.

Ada sebagian kalangan yang mengerjakannya 11 rekaat dan ada juga yang mengerjakannya dengan 23 rekaat (termasuk witir). Perbedaan diantara keduanya tidak perlu di besar-besarkan karena masing - masing memiliki dasar hukum (dalilnya).

Sholat Tahajjud

Sholat Tahajjud merupakan salah satu Qiyamul lail yang pengerjaannya diutamakan pada waktu sepertiga malam terakhir setelah sholat Isya. Akan lebih utama lagi, apabila dilakukan setelah kita bangun dari tidur. Sholat tahajjud ini dilakukan paling sedikit dua rekaat dan paling banyak delapan rakaat.

3.  Sholat Hari Raya

Sholat sunah ini dikerjakan pada waktu umat Islam merayakan hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Hukum dari sholat hari raya ini adalah sunnah muakad dimana Rasulullah SAW selalu melaksanakannya apabila menjumpai kedua hari raya tersebut.

Sholat hari raya ini bisa dilakukan di lapangan terbuka atau juga didalam masjid. Ketika zaman Rasulullah SAW masih hidup, beliau banyak melakukannya di lapangan terbuka. 

Tujuannya agar para wanita yang sedang berhalangan (karena haid atau nifas), bisa tetap mengikuti khotbah yang diberikan oleh khotib sholat tersebut. Namun, pada suatu saat ketika hari raya turun hujan Rasulullah pun memerintahkan kepada para sahabat untuk melaksanakan sholat hari raya didalam masjid.

Sholat hari raya ini dikerjakan pada waktu pagi hari setelah matahari terbit pada tanggal 1 Syawal. Pelaksanaannya dilakukan dengan cara berjamaah, dimana pada sholat ini dilakukan dengan mendahulukan sholat yang dilanjutkan dengan pembacaan khotbah. Hal ini untuk membedakan dengan pelaksanaan sholat jum’at yang kita ketahui pelaksanaanya mendahulukan khotbah sebelum melaksanakan sholat jum’at.

4.  Sholat Gerhana (Khusuf dan Kusuf)

Sholat ini merupakan sholat sunah yang dilakukan ketika terjadi gerhana. Sholat khusuf adalah sholat yang dilakukan pada saat terjadinya gerhana bulan, sedangkan sholat kusuf adalah sholat sunah ketika terjadi gerhana matahari. Sholat ini kemudian sering disebut dengan sholat gerhana.

Untuk pelaksanaannya, bisa dilakukan dengan cara sendirian atau dengan cara berjama'ah. Sholat sunah ini diperintahkan untuk dikerjakan sebagai wujud untuk mengakui kekuasaan Allah SWT yang menguasai langit dan bumi beserta dengan segala isinya.

5.  Sholat Tahiyatul Masjid

Sholat ini merupakan sholat sunah yang ditujukan untuk menghormati masjid sebagai rumah ibadah Allah SWT. Sholat ini dikerjakan dua rekaat pada saat seseorang masuk ke dalam masjid sebelum dirinya duduk untuk beri’tikaf.

Dasar hukum dari pelaksanaannya adalah hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, yang memerintahkan umat Islam untuk sholat dua rakaat sebelum duduk ketika masuk kedalam masjid.

6.  Sholat Dhuha

Sholat Dhuha merupakan sholat sunah yang dilakukan pada waktu pagi hari setelah matahari terbit hingga datang waktu Dzuhur. Sholat ini dilakukan paling sedikit dua rekaat dan paling banyak dua belas rekaat. Sholat dhuha merupakan sholat sunah yang dilakukan secara sendirian (munfarid).

Bagi mereka yang secara rutin melakukan sholat dhuha sebanyak dua belas rekaat setiap harinya, maka Allah SWT menjanjikan kepadanya istana pada kehidupan di akhirat kelak. Hal ini dijelaskan oleh Rasulullah dalam hadistnya yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ibnu Majah.

7.  Sholat Istiqo’

Sholat Istisqo' merupakan sholat sunah yang khusus ditujukan untuk memohon diturunkannya hujan oleh Allah SWT. Sholat sunah ini dilakukan ketika terjadi bencana kemarau panjang yang menyebabkan banyak musibah kekeringan. 

Sholat istiqo’ ini bisa dilakukan dengan cara sendiri atau beramai-ramai di lapangan terbuka atau juga dengan melakukan do’a pada saat sholat jum’at.

Namun, jika kita mengacu pada apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW adalah dengan melakukan sholat berjamaah di lapangan. Sebelum sholat sunah ini dilakukan, sebaiknya penduduk di tempat tersebut melakukan puasa selama empat hari secara berturut-turut. 

Dan pada hari keempat, dengan pakaian sederhana, mereka datang ke lapangan terbuka. Semua orang tanpa kecuali, harus datang ke tempat tersebut dengan merendahkan diri dan beristighfar untuk mohon ampunan kepada Allah SWT.

Sholat sunah ini dilakukan dua rekaat dengan didahului oleh khotbah yang berisi permohonan ampunan, ucapan hamdalah serta syahadat sebagaimana halnya sholat jum’at. 

Khotib wajib mengingatkan semua penduduk untuk bertaubat. Setelah khotbah selesai dilakukan maka sholat dua rekaat dikerjakan tanpa didahului dengan adzan atau iqomat. Pada rakaat pertama setelah selesai membaca Al Fatihah maka imam di sarankan untu membaca surat Al A’la. Untuk rekaat kedua imam disarankan untuk membaca surat Al Ghosyiyah.

8.  Sholat Istikharah

Sholat Istikharah merupakan sholat sunah yang perlu dilakukan apabila kita bingung untuk memilih satu pilihan terbaik diantara beberapa pilihan yang sama baiknya. Sehingga, dengan melakukan sholat istikharah diharapkan kita bisa mendapatkan petunjuk yang terbaik dari Allah SWT.

Selain dari daftar diataa, masih banyak macam sholat sunah lainnya. Di artikel selanjutnya kiat akan mencoba untuk mengulasnya kembali.

Demikianlah ulasan artikel mengenai macam - macam sholat sunah, semoga dapat menambah keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

Post a Comment for " Sholat Sunah: Macam - Macam Sholat Sunah"