Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tata Cara Shalat Idul Fitri Lengkap Beserta Bacaan, Hukum dan Sunahnya

Tata Cara Shalat Idul Fitri Lengkap Beserta Bacaan, Hukum dan Sunahnya
credit:nusadaily.com

Shalat Idul Fitri dikerjakan secara berjamaah. Setelah shalat Ied selesai dikerjakan, maka kemudian Khatib akan menyampaikan khutbahnya. Hal ini sedikit berbeda dengan urutan pada pelaksaan shalat Jum'at dimana khutbahnya disampaikan terlebih dulu, setelah itu baru mengerjakan shalat.

Hukum Shalat Idul Fitri 

Shalat Idul Fitri hukumnya adalah sunnah. Ini merupakan pendapat dari mayoritas para Jumhur Ulama. sedangkan menurut pendapat dari Imam Abu Hanifah hukumnya wajib bagi setiap muslim. 

Ini juga merupakan pendapat dari Imam Ahmad, dan pendapat yang dipilih oleh Syaikhul Islam dan Ibnul Qoyim. 

Dasar dari pendapat ini adalah sebagai berikut:

1. Kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam melaksanakannya. Karena sejak shalat Ied ini disyariatkan pada tahun kedua hijriyah, Rasulullah SAW senantiasa melaksanakannya sampai beliau wafat.

2. Kebiasaan dari para khulafa ar-Rosyidin setelah wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini menunjukkan bahwa shalat Ied merupakan ibadah yang sangat disyariatkan dalam agama Islam.

3. Hadits dari Ummu ‘Athiyah radliallahu ‘anha, dimana beliau mengatakan: "Kami diperintahkan untuk mengajak keluar gadis yang baru baligh, gadis-gadis pingitan, dan orang-orang haid untuk menghadiri shalat Idul Fitri dan Idul Adha…."[HR. Bukhari dan Muslim]

Adanya perintah menunjukkan bahwa itu wajib, karena hukum asal perintah adalah wajib

4. Shalat Ied merupakan salah satu syiar Islam yang paling besar.

Berikut ini adalah beberapa hal terkait dengan pelaksanaan shalat Idul Fitri, antara lain:

1. Tidak adanya shalat qabliyah dan ba’diyah

Shalat Idul Fitri tidak didahului dengan shalat sunnah qabliyah dan tidak pula diakhiri dengan shalat sunnah ba’diyah. 

Hal ini sesuai dengn hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- خَرَجَ يَوْمَ أَضْحَى أَوْ فِطْرٍ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُصَلِّ قَبْلَهَا وَلاَ بَعْدَهَا

Artinya:

"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar pada hari Idul Adha atau Idul Fitri, lalu beliau mengerjakan shalat ‘ied dua raka’at, namun beliau tidak mengerjakan shalat qobliyah maupun ba’diyah." [HR. Bukhari dan Muslim]

2. Tidak ada adzan dan tidak ada iqamah

Shalat Idul Fitri tidak didahului dengan lantunan kumandang adzan, dan tidak pula ada iqamah. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Jabir bin Samurah radhiyallahu ‘anhu:

صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْعِيدَيْنِ غَيْرَ مَرَّةٍ وَلاَ مَرَّتَيْنِ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلاَ إِقَامَةٍ

Artinya:

"Aku beberapa kali melaksanakan shalat ‘ied bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bukan hanya sekali atau dua kali, ketika itu tidak ada adzan maupun iqomah."

3. Dibolehkan untuk melaksanakan shalat sunah setelah tiba di rumah

Dari Abu Sa’id al-Khudri, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melaksanakan shalat sunah apapun sebelum shalat Id. Setelah pulang ke rumah, beliau shalat dua rakaat. [HR. Ibn Majah dan dishahihkan Al Albnai]

4. Orang yang shalat Id didalam masjid, tetap disyariatkan untuk melaksanakan shalat tahiyatul masjid.

 Terkait dengan hal ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

إذا دخل أحدكم المسجد فلا يجلس حتى يصلي ركعتين

Artinya:

"Apabila kalian masuk masjid maka jangan duduk sampai shalat dua rakaat."

Waktu Pelaksanaan Shalat Idul Fitri

Dari Yazid bin Khumair, beliau mengatakan: suatu ketika Abdullah bin Busr, salah seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar bersama masyarakat menuju lapangan shalat Id. Kemudian beliau mengingkari keterlambatan imam. 

Beliau mengatakan, sebagai berikut:

إِنّا كُنّا قَد فَرَغنَا سَاعَتَنَا هَذه و ذلكَ حِينَ التَّسبِيح

Artinya:

“Kami dulu telah selesai dari kegiatan ini (shalat Id) pada waktu dimana shalat sunah sudah dibolehkan.” [HR. Bukhari secara mu’allaq dan Abu Daud dengan sanad shahih]

Keterangan: maksud: "waktu dimana shalat sunah sudah dibolehkan": setelah berlalunya waktu larangan untuk shalat, yaitu ketika matahari terbit.

Menurut pendapat dari Imam Ibnul Qoyim, mengatakan: "Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakhirkan shalat Idul Fitri dan menyegerahkan shalat Idul Adha. Sementara Ibnu Umar -orang yang sangat antusias mengikuti sunah- tidak keluar menuju lapangan sampai matahari terbit. Beliau melantunkan takbir sejak dari rumah sampai tiba di lapangan." (Zadul Ma’ad, 1:425)

Shalat dilaksanakan sebelum khutbah

Dari Ibnu Abbas radliallahu ‘anhuma, beliau mengatakan: Saya mengikuti shalat Id bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu bakar, Umar, dan Utsman radliallahu ‘anhum, mereka semua melaksanakan shalat sebelum khhutbah. [HR. Bukhari dan Muslim]

Tata Cara Shalat Idul Fitri 

1. Membaca niat

Lafadz niat untuk makmum adalah sebagai berikut:

اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى

(usholli sunnatan ‘iidil fithri rok’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa)

Artinya:

"Saya niat sholat sunnah idul fitri dua raka’at sebagai ma’mum karena Allah Ta’ala".

Sedangkan untuk imam, lafadz niat shalat idul fitri adalah sebagai berikut:

اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا للهِ تَعَالَى

(usholli sunnatan ‘iidil fithri rok’ataini imaaman lillaahi ta’aalaa)

Artinya:

'Saya niat sholat sunnah idul fitri dua raka’at sebagai imam karena Allah Ta’ala"

2. Membaca takbiratul ihram

Membaca takbir 7 kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara setiap takbir membaca lafadz: "Subhanallah wal hamdulillah wa laailaahaillallah wa Allahu Akbar'

Dari Aisyah radliallahu ‘anha, bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertakbir ketika Idul Fitri dan Idul Adha, di rakaat pertama: 7 kali takbir dan lima kalli takbir di rakaat kedua, selain takbir rukuk di masing-masing rakaat. [HR. Abu daud dan Ibn Majah dan dishahihkan al-Albani]

3. Membaca Al-Fatihah, dilanjutkan membaca surah pendek Alquran

Setelah selesai dengan takbir tambahan, kemudian membaca ta’awudz, membaca Al Fatihah, dan kemudian membaca surat dalam Al-Qur'an dengan kombinasi sebagai berikut:

1. Surat Qaf di rakaat pertama dan surat Al Qamar di rakaat kedua.

2. Surat Al A’la di rakaat pertama dan surat Al Ghasyiah di rakaat kedua.

Semua kombinasi tersebut terdapat dalam riwayat Muslim, An nasai dan At Turmudzi.

4. Ruku, sujud, dan duduk di antara dua sujud  hingga kembali berdiri seperti shalat biasa

Pada rakaat kedua, kembali membaca takbir 5 kali sembari mengangkat tangan. Di antara setiap takbir membaca lafadz: "Subhanallah wal hamdulilah wa laailaahaillallah wa Allahu Akbar".

5. Membaca al-Fatihah, dilanjutkan membaca surah pendek Alquran.

6. Ruku, sujud, hingga salam.

Amalan - Amalan Sunah Sebelum Shalat Idul Fitri

Diantara amalan - amalan sunah tersebut antara lain:

  • Mengumandangkan takbir
  • Mandi
  • Makan
  • Memakai parfum dan pakaian terbaik

Amalan - Amalan Sunah Sesudah Shalat Idul Fitri

Diantara amalan - amalan sunah tersebut antara lain:

  • Mendengarkan khutbah
  • Pulang lewat jalan rute berbeda
  • Ziarah ke makan keluarga
  • Silaturahmi

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri Ditengah Pandemi COVID-19

Tata Cara Shalat Idul Fitri Lengkap Beserta Bacaan, Hukum dan Sunahnya
credit:riauonline.co.id

Terkait dengan pandemi COVID-19, maka pemerintah telah membuat sejumlah aturan tentang pelaksanaan shalat Idul Fitri 1442H. Panduan pelaksanaan shalat Idul Fitri untuk daerah yang berstatus zona merah maupun oranye, maka dianjurkan untuk melaksanakan shalat Ied di rumah masing-masing. Hal tersebut juga selaras dengan fatwa dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan ormas - ormas Islam lainnya.

Sedangkan untuk daerah - daerah yang berstatus zona hijau dan kuning menurut penetapan dari pihak yang berwenang, maka pelaksanaan shalat Idul Fitri boleh dilakukan di masjid maupun lapangan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan mematuhi beberapa ketentuan yang berlaku.

Adapun ketentuan-ketentuan yang harus diikuti oleh masyarakat yang akan melaksanakan shalat Idul Fitri, adalah sebagai berikut:

Shalat Idul Fitri dilaksanakan sesuai dengan rukun shalat serta khutbah diikuti para jemaah yang hadir.

Jumlah jemaah tak boleh melebihi 50% dari kapasitas tempat shalat Ied. Hal ini sebagai upaya agar para jemaah tetap bisa menjaga jarak antar shaf maupun antar jemaah.

Panitia shalat Ied dianjurkan untuk menggunakan thermogun (alat pengecek suhu) guna memastikan jemaah yang hadir dalam kondisi sehat.

Bagi yang kondisi badannya kurang sehat, atau baru sembuh dari sakit atau baru kembali dari perjalanan luar kota, dianjurkan untuk tidak melaksanakan shalat Ied di masjid maupun lapangan.

Para jemaah yang shalat Ied di masjid maupun lapangan, dianjurkan untuk tetap mengenakan masker selama melaksanakan shalat Ied dan menyimak pembacaan khutbah.

Khutbah dianjurkan dilakukan secara singkat setidaknya 20 menit, dengan tetap menyesuaikan rukun khutbah.

Mimbar di masjid dan lapangan dalam pelaksanaan shalat Ied, dianjurkan dilengkapi pembatas transparan antara Khatib dan jemaah.

Sejalan dengan penyelenggaraan shalat Ied, para jemaah dianjurkan kembali mengindari jabat tangan atau bersentuhan secara fisik dan kembali ke rumah secara tertib.

Demiukianlah uraian artikel terkait dengan Tata Cara Shalat Idul Fitri Lengkap Beserta Bacaan, Hukum dan Sunahnya. Semoga uraian artikel ini dapat menambaha wawasan dan pengetahuan Anda semua.

Referensi: https://konsultasisyariah.com/

Post a Comment for "Tata Cara Shalat Idul Fitri Lengkap Beserta Bacaan, Hukum dan Sunahnya"