Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Gerhana Bulan: Mitos, Takhayul, Sains dan Tata Cara Shalat Gerhana Bulan

 

Gerhana Bulan: Mitos, Takhayul, Sains dan Tata Cara Shalat Gerhana Bulan
credit photo:david palaino 

Fenomena terjadinya gerhana bulan total pada dasarnya merupakan salah satu bukti dari kebesaran Allah SWT. Gerhana bulan adalah satu peristiwa atau fenomena kecil di alam semesta.

Sebelum datangnya agama Islam, orang zaman dahulu melihat dan selalu mengkaitkan fenomena terjadinya gerhana bulan dengan berbagai macam peristiwa mistis dan takhayul.

Berikut ini adalah beberapa takhayul tentang gerhana bulan di seluruh dunia, antara lain:

1. Kebaikan Berlipat Ganda

Hal ini dipercaya oleh umat agama  Buddha Tibet bahwa tindakan baik yang Anda lakukan pada saat terjadinya gerhana bulan pahalanya akan dikalikan. 

Ada juga yang menyebutkan ketika terjadi supermoon dekati orang - orang yang Anda cintai, pegang tangannya dan katakan Anda sangat mencintainya maka hubungan Anda akan langgeng.

2. Saat yang tepat untuk menyelesaikan permusuhan

National Geographic melaporkan bahwa orang - orang dari suku Batammaliba di Togo dan Benin memiliki mitos tentang gerhana bulan. Mitos itu berlanjut, "matahari dan bulan bertempur selama gerhana, dan orang-orang mendorong mereka untuk berhenti."

Dan sampai hari ini mereka masih percaya bahwa gerhana bulan adalah waktu yang tepat untuk berkumpul dan menyelesaikan perseteruan lama. 

3. Perempuan melihat ke arah bulan akan hamil 

Ini adalah sebuah mitos yang paling tidak masuk akal. Dimana ada anggapan bahwa perempuan yang memandang gerhana bulan secara langsung bisa hamil, dan cara ini banyak dilakukan orang-orang zaman dahulu kala yang ingin memiliki anak. 

4. Memilih bunga akan membawa keberuntungan 

Untuk membawa keberuntungan, pilihlah bunga di bawah sinar bulan biru. Mitos seperti ini sama sekali tidak beralasan. 

5. Jangan memandang dan menunjuk langsung gerhana bulan 

Sebuah takhayul dari Kepulauan Inggris memperingatkan agar tidak menatap kearah bulan ketika terjadi gerhana Bulan. 

6. Balikkan kasur untuk kesuburan 

Zaman dahulu orang - orang percaya agar orang menjadi subur dan memiliki anak, maka wajib membalikan tempat tidur mereka ketika terjadi gerhana Bulan, agar kesuburan segera menghampiri mereka.  

7. Makan akan menyebabkan gangguan pencernaan 

Di India, beberapa orang menghindari makan dan minum selama terjadinya gerhana matahari dan bulan untuk menghindari gangguan pencernaan. 

12. Jika anda berdarah, akan lebih sulit untuk berhenti 

Berhati-hatilah jika Anda terluka ketika sedang terjadi gerhana bulan total karena jika berdarah, maka akan sulit untuk berhenti dan bekas luka akan tertinggal di sepanjang sisa hidup Anda.

Pandangan Sains Tentang Gerhana Bulan

Peristiwa gerhana bulan total terjadi pada bulan purnama, dan pada saat terjadinya supermoon. Menurut penjelasan dari BMKG, fenomena supermoon ini terjadi setelah 36 tahun lalu di Indonesia, sedangkan di AS jauh lebih lama lagi yakni 100 tahun yang lalu. 

Diluar ketertarikan orang untuk menyaksikan supermoon, beragam mitos berbau mistis masih terus mengiringi supermoon seperti yang sudah dijelaskan diatas, meskipun kita sudah berada di era modern seperti sekarang ini.

Gerhana bulan terjadi ketika bayangan bumi menghalangi cahaya matahari ke Bulan. Ada tiga jenis gerhana bulan, yaitu:

  • Gerhana bulan total
  • Gerhana bulan sebagian (parsial)
  • Gerhana bulan Penumbra (penumbral)

Yang paling menakjubkan adalah gerhana bulan total, di mana bayangan bumi menutupi bulan sepenuhnya.

Gerhana bulan total dalam waktu dekat akan terjadi pada 26 Mei 2021. Peristiwa gerhana bulan tersebut akan berpusat di Samudra Pasifik, dengan sebagian besar terlihat di wilayah Australia, Selandia Baru, dan seluruh Oseania disuguhi tampilan penuh (termasuk Indonesia). 

Gerhana akan mencapai puncaknya pada 07:19 EDT (1119 GMT). Gerhana bulan terbaru adalah gerhana bulan penumbral pada 29-30 November 2020, yang terlihat dari Amerika Utara dan Selatan, Samudra Pasifik, dan wilayah sekitarnya.

Sepanjang sejarah, gerhana telah menginspirasi kekaguman dan bahkan ketakutan, terutama ketika gerhana bulan total telah mengubah bulan menjadi merah darah, efek yang membuat takut orang-orang yang tidak memahami apa yang menyebabkan gerhana dan karena itu menyalahkan peristiwa itu pada dewa ini atau itu.

Pandangan Islam Tentang Gerhana Bulan

Agama Islam melihat terjadinya fenomena gerhana Bulan sebagai salah satu dari tanda - tanda kebesaran dan kekuasaan Allah SWT atas alam semesta. 

Rasulullah SAW telah menganjurkan kepada kita untuk melaksanakan shalat gerhana Bulan dua rekaat. Berikut ini adalah tata cara melaksanakan shalat gerhana bulan, dalam uraian di bawah ini.

Namun sebelumnya perlu kita pahami terlebih dahulu tentang niat shalat gerhana bulan, baik secara berjamah maupun sendirian.

1. Niat shalat gerhana Bulan secara berjamaah 

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً/مَأمُومًا لله تَعَالَى 

Ushallii sunnatal khusuufi rak‘ataini imaaman/makmuuman lillaahi ta‘aalaa. 

Artinya:

"Saya shalat Sunnah Khusuf dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah Ta'ala."

2. Niat shalat gerhana Bulan secara sendirian 

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى 

Ushallii sunnatal khusuufi rak‘ataini lillaahi ta‘aalaa. 

Artinya: 

"Saya shalat Khusuf sendirian dua rakaat karena Allah Ta'alaa."

Shalat gerhana bulan dikerjakan dengan cara berjemaah, sebab pada zaman dahulu Rasulullah SAW mengerjakannya dengan berjamaah di masjid. 

Shalat gerhana bulan secara berjamaah dilandasi oleh hadits yang diriwayatkan oleh sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha. Shalat gerhana bulan dilakukan tanpa didahului dengan azan atau iqamat, dan setelah shalat gerhana selesai kemudian dilanjutkan dengan pembacaan khutbah shalat gerhana Bulan.

Yang disunnahkan hanyalah panggilan shalat dengan lafaz "As-Shalatu Jamiah". Dalilnya adalah hadits berikut : 

لَمَّا كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُول اللَّهِ  نُودِيَ : إِنَّ الصَّلاَةَ جَامِعَةٌ 

Ketika matahari mengalami gerhana di zaman Rasulullah SAW, orang-orang dipanggil shalat dengan lafaz : As-shalatu jamiah". (HR. Bukhari). 

Bagi kita juga disunnahkan untuk mandi sebelum melakukan shalat gerhana, sebab shalat ini disunnahkan untuk dikerjakan dengan berjamaah.

Tata Cara Shalat Gerhana Bulan

Gerhana Bulan: Mitos, Takhayul, Sains dan Tata Cara Shalat Gerhana Bulan
credit:fb santri salafi

Shalat gerhana Bulan dilaksanakan sebanyak dua rekaat dengan cara berjamaah maupun sendirian, dimana pada masing - masing rekaat terdiri dari dua kali ruku'. Artinya pada shalat gerhana Bulan terdapat 4 kali ruku'.

Hal - hal lain terkait dengan shalat gerhana bulan:
  • Bacaan shalat boleh secara jahr (keras) maupun sirr (melemahkan suara)
  • Disunahkan mandi terlebih dahulu
  • Khutbah shalat gerhana Bulan
  • Memperbanyak berdoa, Dzikir dan Takbir
Secara ringkas, shalat gerhana Bulan dilaksanakan sebagai berikut:

Rekaat Pertama

1. Membaca niat shalat gerhana Bulan (Khusuf), yaitu:

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً/مَأمُومًا لله تَعَالَى 

Ushallii sunnatal khusuufi rak‘ataini imaaman/makmuuman lillaahi ta‘aalaa. 

2. Takbiratul ikhram

3. Membaca doa iftitah

4. Membaca surah Al-Fatihah

5. Membaca Ayat dari Al-Qur'an (dianjurkan untuk membaca surah Al-Alaq)

6. Ruku'

7. I'tidal

8. Berdiri kembali

9. Membaca surah Al-Fatihah

10. Membaca Surah Al-Quran (Disunahkan surah Al-Ghassiyah)

11. Ruku'

12. I'tidal

13. Sujud

14. Duduk diantara dua sujud

15. Sujud kedua

16. Berdiri kembali untuk melanjutkan ke rekaat kedua

Rekaat kedua

1. Membaca surah Al-Fatihah

2. Membaca surah Al-Qur'an

3. Ruku'

4. I'tidal

5. Berdiri kembali

6. Membaca surah Al-Fatihah

7. Membaca surah Al-Qur'an

8. Ruku'

9. I'tidal

10. Sujud

11. Duduk diantara dua sujud

12. Sujud kedua

13. Duduk Tasyahud akhir

14. Salam kekanan dan kekiri

Demikianlah ulasan artikel mengenai Mitos, Takhayul, Sains dan Tata Cara Shalat Gerhana Bulan. Semoga artikel ini dapat menambah keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

Post a Comment for "Gerhana Bulan: Mitos, Takhayul, Sains dan Tata Cara Shalat Gerhana Bulan"