Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kapan Waktu Terbaik Untuk Melaksanakan Shalat Tahajud?

 

Shalat Tahajud
credit:freepik.com

Shalat tahajud adalah merupakan bagian dari qiyamul lail atau shalat malam. Adapun waktu melaksanakan shalat tahajud adalah sesudah shalat Isya dan sebelum waktu shalat shubuh.

Jika Anda ingin mengerjakan shalat tahajud di sarankan untuk tidur lebih dahulu, dan kemudian bangun pada tengah malam untuk mengerjakan shalat malam (Qiyamul lail) tersebut. 

Kapan Waktu Terbaik Untuk Melaksanakan Shalat Tahajud?

Berdasarkan keterangan yang ada, waktu terbaik untuk melaksanakan shalat tahajud adalah pada waktu 1/3 malam terakhir sebelum shubuh.

Berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwasannya Nabi telah bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

Artinya:

"Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ’Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni." [HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 1808]

Menurut keterangan sahih yang lain, saat ijabah dan dikabulkannya do'a itu adalah pada waktu 1/3 malam yang terakhir.  Kemudian Abu Muslim bertanya kepada sahabat Abu Dzar : "Diwaktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan sholat malam?"

Abu Dzar kemudian menjawab : "Aku telah bertanya kepada Rosulullah SAW sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini." 

Rasulullah SAW telah bersabda :

"Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakannya." [HR Ahmad]

Beberapa pendapat mengatakan bahwa waktu menjelang shubuh adalah waktu yang tak bisa digunakan untuk shalat Tahajud, padahal waktu itu termasuk kepada Waktu Terbaik Untuk Melaksanakan Shalat Tahajud . 

Oleh karena itu, mulai dari sekarang sempatkan diri Anda untuk melaksanakan shalat tahajud menjelang waktu shalat shubuh tiba. 

Dalam sebuah hadits yang lain, Rasulullah SAW telah bersabda:

Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : "Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia." [HR Bukhari dan Muslim]

Makna Allah Turun Ke Langit Dunia

Terkait dengan makna bahwasannya Allah turun ke langit dunia pada 1/3 malam terakhir, ada beberapa pendapat yang bisa kita jadikan sebagai refernsi.

Mengutip dari laman https://konsultasisyariah.com/, kita harus beriman terhadap nama dan sifat yang di miliki oleh Allah SWT. Melalui perkataan dari Rasulullah SAW tanpa mengubah, tanpa mempermasalahkan, tanpa mempertanyakan, dan tanpa membuat perumpamaan. 

Melakukan perubahan terhadap nash, mempermasalahkan keyakinan, mempertanyakan sifat, dan juga membuat perumpamaan terkait dengan sifat Allah SWT, merupakan sesuatu hal yang harus kita hindari. 

Akidah (Tauhid) kita harus bersih dari keempat bahaya diatas. Kita, sebagai manusia dan sekaligus sebagai seorang hamba harus menahan diri dari pertanyaan, "Mengapa?" dan "Bagaimana?", yang berkaitan dengan nama-nama dan sifat-sifat Allah SWT. 

Dalam sebuah riwayat di ceritakan, bahwasannya Imam Malik bin Anas rahimahullah pernah ditanya, "Wahai Abu Abdullah (kuniah beliau), Allah bersemayam di atas "Arsy, bagaimana Dia bersemayam?" 

Imam Malik bin Anas terantuk kepalanya kemudian berkata, "Istiwa (bersemayam) itu dipahami maknanya (secara bahasa), bagaimana caranya bersemayam tidak diketahui, mengimaninya adalah wajib, dan mempertanyakannya adalah bid’ah dan saya tidak melihatmu kecuali pembuat bid’ah."

Begitu juga dengan orang - orang yang mengatakan bahwa Allah SWT turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir. Pertanyaan ini seolah - olah mengharuskan Allah SWT untuk berada di langit dunia sepanjang malam, karena malam itu berputar secara bergiliran di seluruh dunia, dan sepertiga malam terakhir datang bergantian dari satu tempat ke tempat yang lain.

Seandainya masalah ini tidak bisa diterima oleh hati orang mukmin yang berserah diri, maka tentu Allah SWT dan Rasul-Nya telah menjelaskannya. Kami katakan bahwa selama sepertiga malam terakhir itu masih ada, maka Allah SWT akan turun ke langit dunia dan jika sepertiga malam terakhir itu habis, maka Allah pun naik ke Arsy. 

Kami tidak mengatahui bagaimana turunnya Allah SWT dan tidak memahaminya. Kita ketahui bersama bahwa tidak ada sesuatu yang menyamai Allah SWT, maka kita harus menerima dan mengatakan kami mendengar, kami beriman, kami mengikuti, dan kami menaati. Itulah kewajiban kita sebagai orang yang beriman.

Shalat Tahajud Dalam Al-Qur'an

Terkait dengan permasalahan shalat tahajud, Allah SWT telah berfirman dalam surah Al-Muzzammil ayat ke 20, sebagai berikut:

 اِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ اَنَّكَ تَقُوْمُ اَدْنٰى مِنْ ثُلُثَيِ الَّيْلِ وَنِصْفَهٗ وَثُلُثَهٗ وَطَاۤىِٕفَةٌ مِّنَ الَّذِيْنَ مَعَكَۗ وَاللّٰهُ يُقَدِّرُ الَّيْلَ وَالنَّهَارَۗ عَلِمَ اَنْ لَّنْ تُحْصُوْهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَءُوْا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْاٰنِۗ عَلِمَ اَنْ سَيَكُوْنُ مِنْكُمْ مَّرْضٰىۙ وَاٰخَرُوْنَ يَضْرِبُوْنَ فِى الْاَرْضِ يَبْتَغُوْنَ مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ ۙوَاٰخَرُوْنَ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۖفَاقْرَءُوْا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُۙ وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاَقْرِضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًاۗ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِ ۙهُوَ خَيْرًا وَّاَعْظَمَ اَجْرًاۗ وَاسْتَغْفِرُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ࣖ - ٢٠

Artinya:

"Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau (Muhammad) berdiri (salat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an; Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit, dan yang lain berjalan di bumi mencari sebagian karunia Allah; dan yang lain berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. [QS. Al-Muzzammil:20]

Berapa Jumlah Raka’at Shalat Tahajud?

Jumlah rekaat shalat tahajud, paling sedikit adalah 3 raka'at yang terdiri dari 2 raka’at shalat Tahajud dan 1 raka'at shalat witir. 

Sedangkan yang paling utama, jumlah raka'at shalat tahajud adalah 11 (sebelas) raka’at, yang terdiri dari 8 (delapan) raka’at shalat Tahajud dan 3 (rakaat) shalat witir. 

Cara mengerjakan shalat tahajud yang baik adalah untuk setiap 2 (dua) rakaat diakhiri dengan mengucapkan salam. 

Hal ini sesuai dengan apa yang Rasulullah SAW terangkan bahwasannya: "Shalat malam itu, dua-dua." yang diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari dan Muslim. Namun demikian, juga tidak dilarang untuk mengerjakan shalat Tahajud per empat rakaat seperti shalat malam yang dikerjakan di bulan Ramadhan (Tarawih).

Keutamaan Shalat Tahajud

Terdapat banyak keutamaan bagi mereka yang suka mengerjakan atau melaksanakan shalat tahajud, seperti yang telah di sebutkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah sabdanya bahwa ada 9 macam keutamaan yang diberikan kepada mereka yang melaksanakan shalat tahajud, lima perkara diantaranya diberikan di dunia, dan empat perkara lainnya di berikan di akhirat.

Lima perkara yang di berikan di dunia adalah sebagai berikut:

  • Dipelihara oleh Allah SWT dari segala bencana
  • Nampaknya ketaatan dalam raut wajahnya
  • Dicintai hamba Allah SWT yang shaleh dan dicintai oleh semua manusia
  • Dalam perkataannya menganndung kata-kata yang hikmah
  • Dimudahkan dalam pemahaman agama

Sedangkan empat perkara lainnya yang diberikan  di akhirat adalah sebagai berikut:

  • Ketika bangkit dari kubur wajahnya akan berseri memancarkan sinar
  • Mendapat kemudahan ketika di yaumul hisab
  • Dimudahkan ketika meniti jembatan shiratal Mustaqim (jembatan menuju surga)
  • Menerima catatan amal dari tangan kanan

Semoga kita senantiasa menjadi hamba Allah SWT yang dikuatkan imannya dan diistiqamahkan dalam melaksanakan ibadah shalat tahajud, sehingga kita akan menjadi orang - orang yang beruntung.

Tips Bangun Malam Untuk Shalat Tahajud

Berikut ini, saya akan membagikan kepada Anda cara supaya Anda dapat dengan mudah bangun di waktu 1/3 malam untuk melaksanakan shalat tahajud, antara lain:

1. Tidur Lebih Awal

Biasakan untuk tidur malam lebih awal atau paling telat jam 10 malam. Jangan biasakan untuk begadang setiap malam, karena Anda pasti akan malas untuk bangun nantinya. Selain itu terlalu banyak begadang juga akan berakibat kurang baik bagi kesehatan Anda.

Jangan biasakan tidur siang lebih dari 1 jam, karena biasanya akan berdampak sulit untuk tidur lebih awal pada malam harinya. Dan jika terpaksa harus tidur siang, usahakan jangan lebih dari 1 jam seperti yang sudah saya sampikan di atas.

2. Wudhu Dan Minum Air Putih

Biasakan untuk berwudhu terlebih dahulu sebelum pergi tidur, kemudian minumlah segelas air putih sebelum tidur. Hal ini juga sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Dengan berwudhu dan meminum segelas air putih menjelang tidur,  akan membuat tidur kita lebih nyenyak dan akan merasa segar bugar ketika bangun nantinya.

3. Berniat Untuk Bangun Di 1/3 Malam

Ketika kita hendak tidur malam, niatkanlah di dalam hati kita dan meminta kepada Allah SWT untuk dibangunkan di waktu sepertiga malam nanti. Mengapa kita perlu berdo'a? Karena Dzat yang menghidupkan dan mematikan manusia adalah Allah SWT.

4. Membaca Al Qur’an Sebelum Tidur

Biasakan untuk membaca Al-Qur'an menjelang tidur malam. Adapun surah yang dibaca yaitu surah yang pendek-pendek seperti yang disarankan oleh Rasulullah SAW kepada istrinya yakni Sayyidah Aisyah ra. 

Surah - surah pendek tersebut adalah surah Al Ikhlas, surah Al Falaq, surah An Nas, dan surah Al Fatihah dan di lanjutkan dengan bershalawat kepada Rasulullah SAW. Satu hal penting lainnya adalah jangan lupa untuk membaca do’a sebelum tidur.

5. Tidur Menghadap Ke Arah Kanan

Tidur dengan posisi seperti ini adalah sesuai dengan apa yang dianjurkan dan di contohkan oleh Rasulullah SAW.

Demikianlah uraian artikel terkait dengan Waktu Terbaik Untuk Melaksanakan Shalat Tahajud. Semoga uraian artikel ini berguna dan bermanfaat untuk Anda.

Post a Comment for "Kapan Waktu Terbaik Untuk Melaksanakan Shalat Tahajud?"