Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Mendidik Aqidah Akhlak Anak pada Usia Dini

aqidah-akhlak-anak

Memberikan pengajaran Aqidah akhlak Islam secara intensif dan rutin pada anak merupakan hal utama karena dua tersebut yang akan dijadikan pijakan hidup mereka di era globalisasi ini. 

Bila Anda melihat kehidupan para remaja saat ini pasti Anda akan merasa miris karena begitu banyaknya kasus kerusakan perilaku remaja, mereka ketika di sekolah sering menyontek dan ngepek untuk lulus ujian, sering bolos sekolah, pakaian sekolah penuh tambalan dan stiker aneh dan lainnya.

Kerusakan perilaku dan Aqidah akhlak mereka di luar sekolah tidak kalah parah misalnya merokok, minum minuman keras, menonton konser rusak seperti dangdut, mengkonsumsi narkoba, pacaran sampai hubungan S*ks bebas, aborsi dan lainnya. Kerusakan perilaku  dan Aqidah akhlak mereka tersebut sungguh sangat meresahkan.

Aqidah akhlak Islam adalah tonggak dasar bagi perbaikan masalah remaja di negeri ini. Moral dan perilaku remaja yang rusak banyak faktor yang menyebabkannya misalnya sekolah salah mendidik, kurang kasih sayang orang tua, serangan budaya hedonis bangsa barat dan lainnya. 

Namun kita tidak perlu menyalahkan salah satu pihak tetapi yang perlu kita lakukan sebagai orang tua adalah mengamankan mereka dari kerusakan perilaku remaja yang semakin parah.

Mungkin Anda bertanya mengapa hal itu bisa terjadi pada remaja kita ? Banyak jawaban dan analisis yang bisa Anda temukan, akan tetapi jawaban yang paling benar adalah jawaban yang berasal dari yang menciptakan anak Anda yaitu Allah SWT. 

Bagaimana kita menemukan jawabannya? Maka jawabannya dapat kita temukan melalui informasi yang diberikan Yang Maha Pencipta melalui Al-Qur’an dan As Sunnah. Sebagaimana firman Allah :

"Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman." (Qs An Nahl : 64)

Dan firman-Nya:

"Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Alquran) kepadamu dengan terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Quran itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu." (Qs Al An'am : 114)

Dalam ayat di atas menunjukkan bahwa Islam telah memberikan hukum yang sempurna dan terperinci bagi manusia terutama bagi kaum yang beriman. 

Dengan adanya tuntunan Al Quran dan As Sunnah dari Nabi Muhammad SAW, maka segala permasalahan yang menimpa manusia dapat diselesaikan secara adil dan sesuai dengan fitrah manusia. Begitu pula dalam masalah pendidikan aqidah akhlak anak dapat kita temukan bagaimana cara Islam mendidiknya.

Aqidah Akhlak - Kewajiban Orang Tua terhadap Pendidikan Anaknya

Bagi orang tua, memberikan pendidikan Aqidah akhlak merupakan kewajiban. Dalam pertumbuhannya, anak kita mengalami perkembangan fisik yang bisa kita lihat secara kasat mata, dari bayi mereka menjadi anak-anak kemudian remaja. Sedangkan perkembangan Aqidah mereka tidak dapat kita lihat dengan kasat mata.

Begitu pula dengan akhlak mereka tidak bisa dilihat dengan mata kepala telanjang. Melihatnya memerlukan penilaian dari tolak ukur dan standar tertentu yaitu syariah Islam. Memandang mereka dengan syariah Islam merupakan suatu hal wajib bagi kita agar mereka dapat selamat di kehidupan dunia dan akhirat. 

Hal itu difirmankan Allah di Al-Qur’an:

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (Qs. At Tahrim :6 )

Dan Rasulullah SAW Bersabda:

"Setiap anak sebenarnya dilahirkan atas fitrah (Islam), Kedua orang tualah yang akan membuatnya menjadi yahudi, majusi dan nasrani."

Pentingnya penanaman Aqidah akhlak pada anak dalam keluarga karena yang pertama dilihat dan dicontoh oleh anak adalah apa yang dikatakan dan diperbuat orang tuanya sendiri. 

Pada keluargalah anak akan memperoleh informasi pertama tentang bagaimana cara hidup yang benar. Akal dan hati mereka sangat mudah untuk dipengaruhi dan diubah, ibarat sebuah batu akan mudah di ukir dan ukiran yang terbuat akan langgeng tidak mudah dihapus.

Memberikan pelajaran dini tentang Islam kepada anak akan memberikan pengaruh besar pada pola jiwa dan pola sikap mereka pada waktu remaja dan dewasa. Bila pada waktu kecil anak diajarkan sesuatu yang baik maka masa remajanya akan dipenuhi dengan perbuatan baik, begitu pula sebaliknya bila diajarkan sesuatu yang buruk maka masa remajanya dipenuhi perbuatan buruk.

Untuk itu, kita sebagai orang tua harus betul-betul mencurahkan pikiran kita kepada pendidikan aqidah akhlak anak kita mulai dari mereka dilahirkan. Kita tidak bosan dan jenuh dalam memberikan pengajaran dan nasehat kepada anak kita walaupun itu harus dilakukan berkali-kali dalam sehari, sebulan, setahun dan kapanpun sampai mereka paham dan berubah menjadi baik sesuai tuntunan Islam.

Aqidah Akhlak - Tips Mendidik Anak Pada Usia Dini

mendidik-akhlak-anak

Anda dapat menemukan cara mendidik aqidah akhlak anak pada usia sebelum baligh secara terperinci dari sumber Islam yaitu Al Quran, As Sunnah, Ijma dan Qiyas. 

Berikut ini kami berikan tips mendidik anak agar menjadi anak yang sholih dan sholihah, di antaranya yaitu:

1. Memberikan pondasi aqidah yang kuat pada anak pada usia sedini mungkin. Untuk ibu hamil maka bisa membiasakan janin dalam kandungannya dengan suara-suara Islami seperti Al Quran. Dengarkanlah murattal Al Quran pada janin Anda dengan cara mengaji sendiri, suami atau dengan cara menyetel mp3. 

Bila anak berusia 2 tahun ke bawah maka biasakan pada mereka untuk mendengarkan Anda mengaji, sholat, ikut pengajian dan lainnya. Setelah anak berusia 3 tahun ke atas maka dia sudah bisa berfikir secara sederhana. Cara yang bisa mematangkan Aqidah akhlak mereka adalah dengan cara mendorong mereka untuk berpikir tentang penciptaan kehidupan, alam semesta dan manusia. 

Anda bisa mengajak mereka untuk berwisata ke alam seperti gunung, pantai dan tempat indah lainnya. Jelaskan kepada mereka bahwa yang menciptakan keindahan tersebut adalah Allah SWT. Bisa juga dengan menyetel CD Harun Yahya tentang penciptaan alam semesta, keajaiban Al Quran, keajaiban dunia binatang (burung, lebah, unta dan lainnya). 

Pengajaran seperti ini mengikuti metode Al Quran seperti pada ayat: "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal." (Qs Ali 'Imran : 190)

2. Memberikan kesadaran tentang keterikatan dengan hukum syara adalah cara untuk mendidik Aqidah akhlak anak usia dini. Anda bisa memberikan gambaran tentang cerita kaum terdahulu yang tidak mau melaksanakan ajaran Allah dan akhirnya Allah SWT menurunkan azab pada mereka. 

Cerita-cerita kaum terdahulu banyak Anda temukan dalam Al Quran misalnya raja Fir’aun, kaum Aad, kaum tsamud, kaum nabi Nuh yang berpaling dan lainnya. Ceritakan dengan bahasa lembut dan mudah dimengerti agar pemahaman tentang terikat dengan hukum Islam bisa merasuk dalam pikiran dan hati anak anda. 

Cerita kaum terdahulu bisa pelajaran penting bagi anak Anda, sebagaimana firmanNya:  "Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh tatkala mereka mendustakan rasul-rasul. Kami tenggelamkan mereka dan kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih." (Qs Al Furqaan : 37)

3. Bila anak Anda sudah beranjak ke usia 7 tahun maka Anda harus bersikap tegas terhadap anak bila dia melakukan kesalahan dengan melanggar hukum Islam, semua hal mengenai makanan dan minuman yang halal dan haram, perbuatan yang wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram.

Bila anak melakukan kesalahan misalnya lupa shalat fardhu dan tidak puasa Ramadhan maka ada jangan segan untuk menasehatinya, jika anak tetap membandel tidak mau berubah dengan ucapan maka berikan pelajaran dengan memukul mereka dengan pukulan yang tidak membuat luka berbekas. 

Pukulan yang membuat jera akan memberikan gambaran pada anak bahwa pelaku maksiat akan menerima sanksi, hal ini sangat baik bagi Aqidah akhlak anak, Nabi Saw bersabda: "Perintahkanlah anak-anakmu shalat jika mereka telah menginjak usia 7 tahun, pukullah mereka (karena  meninggalkan shalat) jika telah menginjak usia 10 tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka." (HR Ahmad)

Itulah 3 tips mendidik Aqidah akhlak anak agar menjadi generasi terbaik. Masih banyak lagi cara Islam yang bisa Anda terapkan untuk mendidik anak Anda. Anda bisa memperoleh cara pengajaran anak melalui membaca buku, artikel, mengikuti pengajian keluarga dan lainnya. Selamat mengkaji ilmu Islam!

Posting Komentar untuk " Tips Mendidik Aqidah Akhlak Anak pada Usia Dini"