Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kumpulan Hadits Nabi Muhammad SAW

Kumpulan Hadits Nabi Muhammad SAW
credit:[email protected]_ahmad_asy_syafii

Hadits merupakan kumpulan pernyataan dan tindakan Nabi Muhammad SAW yang diiringi dengan pernyataan dan tindakan para sahabatnya. 

Kumpulan hadits Nabi Muhammad SAW diyakini telah dikumpulkan mulai dari 150 tahun setelah kematian Nabi Muhammad SAW pada 632 Masehi, dan merupakan dasar yurisprudensi bagi hukum Islam atau Syariah. 

Untuk memahami tentang Islam, kita harus mulai memahami apa yang telah menyebabkan adanya sebuah hadits, bagaimana hadits tersebut diklasifikasikan, dan bagaimana hal itu dilegitimasi menjadi sebuah syariah. lalu, bagaimana kumpulan hadits Nabi Muhammad?

Ada dua bagian dalam hadits yang membentuk kumpulan hadits Nabi Muhammad SAW. 

1. Bagian pertama adalah matn, merupakan konten spesifik atau teks langsung dari pernyataan dan tindakan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. 

2. Bagian kedua adalah isnad, yang merupakan mata rantai dari turunnya hadits yang didapatkan melalui periwayat secara turun temurun sepanjang hidup sampai ke Nabi Muhammad SAW, mirip seperti pohon keluarga. 

Meskipun isnad mengandung periwayat yang langsung bertemu dengan Nabi Muhammad SAW hukumnya lebih berat. Namun, bisa juga seorang periwayat tidak harus berhubungan langsung dengan Nabi Muhammad SAW.

Klasifikasi Hadits Versi Imam Muslim

Imam Muslim mengklasifikasikan hadits dalam empat kategori yang berbeda. Tiga kategori pertama merujuk secara khusus kepada Nabi Muhammad SAW.

1. Periwayat adalah penyambung pernyataan dari Nabi Muhammad SAW

2. Fi'liyah adalah perbuatan atau tindakan Nabi Muhammad SAW

3. Taqrir adalah tindakan atau perbuatan sahabat Nabi atau orang lain yang telah disetujui oleh Nabi Muhammad SAW

4. Hadits qudsi, merupakan kata-kata Nabi yang didapatkan oleh beliau langsung dari Allah, namun tidak tercatat dalam Al-Qur'an

Kumpulan hadits Nabi Muhammad SAW sangat banyak jumlahnya, mengatur semua permasalahan dalam Islam yang tidak tertera di dalam Al Quran. 

Itulah mengapa hadits merupakan sumber hukum syariah Islam kedua setelah  Al Quran yang patut untuk ditaati bukan hanya sekedar diimani saja. 

Dari kumpulan hadits Nabi Muhammad SAW inilah kita tahu aturan main secara gamblang dalam menjalani kehidupan bermasyarakat di dunia ini. 

Mari kita pelajari, pahami, dan aplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari syariah dalam Islam melalui kumpulan hadits Nabi Muhammad SAW.

Kumpulan hadits dari Kitab Imam Bukhari

imam-al-bukhari

Berikut ini merupakan kumpulan hadits Nabi SAW. yang diriwayatkan melalui Imam Bukhori, antara lain:

1. Hadits Iman

Dalam teologi Islam, iman menunjukkan bahwa seseorang percaya dalam aspek metafisik. 

Definisi yang paling sederhana, iman adalah keyakinan dalam enam perkara Islam, yang populer dengan sebutan Arkan al-Iman. Jika seorang Muslim tidak percaya pada salah satu dari 6 rukun iman tersebut, maka mereka bukan Muslim sejati.

Istilah Iman telah digambarkan dalam Al-Quran maupun hadits. Menurut Al Quran, Iman harus disertai dengan amal perbuatan dan dimana keduanya diperlukan sebagai ganjaran untuk masuk ke surga. Tiga dimensi utama dalam Islam yaitu iman, Islam, dan ihsan.

Sabda Nabi SAW., "Islam itu didirikan atas lima perkara. Iman itu adalah ucapan dan perbuatan. Ia dapat bertambah dan dapat pula berkurang.”

Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Nabi SAW. bersabda, "Iman itu ada enam puluh lebih cabangnya, dan malu adalah salah satu cabang iman."

Abdullah bin Umar r.a. mengatakan bahwa Nabi SAW bersabda, "Orang Islam itu adalah orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari lidah dan tangannya; dan orang yang berhijrah (muhajir) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah."

Abu Musa r.a. berkata, "Mereka (para sahabat) bertanya, Wahai Rasulullah, Islam manakah yang lebih utama?" Beliau menjawab, "Orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari lidah dan tangannya. "

Abdullah bin Amr r.a. mengatakan bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW, "Islam manakah yang lebih baik?" Beliau bersabda, "Kamu memberikan makanan dan mengucapkan salam atas orang yang kamu kenal dan tidak kamu kenal."

Dari Anas r.a. bahwa Nabi SAW. bersabda, "Tiga hal yang apabila terdapat pada diri seseorang maka ia mendapat manisnya iman yaitu Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai olehnya daripada selain keduanya, mencintai seseorang hanya karena Allah, dan ia benci untuk kembali ke dalam kekafiran sebagaimana bencinya untuk dicampakkan ke dalam neraka."

Aisyah r.a. berkata, "Apabila Rasulullah SAW. menyuruh mereka, maka beliau menyuruh untuk beramal sesuai dengan kemampuan. Mereka berkata, 'Sesungguhnya kami tidak seperti keadaan engkau wahai Rasulullah, karena Allah telah mengampuni engkau terhadap dosa yang terdahulu dan terkemudian.' Lalu beliau marah hingga kemarahan itu diketahui (tampak) di wajah beliau. Kemudian beliau bersabda, 'Sesungguhnya orang yang paling takwa dan paling kenal tentang Allah dari kamu sekalian adalah saya.'"

Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah SAW. ditanya, "Apakah amal yang paling utama?" Beliau menjawab, "Iman kepada Allah dan Rasul-Nya." Ditanyakan lagi, "Kemudian apa?" Beliau menjawab, "Jihad (berjuang) di jalan Allah." Ditanyakan lagi, "Kemudian apa?" Beliau menjawab, "Haji yang mabrur."

Ammar berkata, "Ada tiga perkara yang barangsiapa yang dapat mengumpulkan ketiga hal itu dalam dirinya, maka ia telah dapat mengumpulkan keimanan secara sempurna. Yaitu, memperlakukan orang lain sebagaimana engkau suka dirimu diperlakukan oleh orang lain, memberi salam terhadap setiap orang (yang engkau kenal maupun yang tidak engkau kenal), dan mengeluarkan infak di jalan Allah, meskipun hanya sedikit."

Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Nabi SAW bersabda, "Tanda tanda orang munafik itu ada tiga, yaitu apabila berbicara dia berdusta, apabila berjanji dia ingkar, dan apabila dipercaya dia berkhianat."

2.    Hadits Ilmu

Ada juga kumpulan hadits Nabi Muhammad tentang ilmu. Ilmu merupakan aturan dasar yang harus dimiliki seorang Islam dalam memahami dan menyempurnakan hidupnya. 

Berikut hadits-haditsnya :

Dan beliau SAW. bersabda, "Sesungguhnya ilmu itu hanya diperoleh dengan belajar." Nabi SAW. bersabda, "Barangsiapa dikehendaki baik oleh Allah, maka ia dikaruniai kepahaman agama."

Abdullah bin Mas'ud berkata, "Nabi SAW bersabda, Tidak boleh iri hati kecuali pada dua hal, yaitu seorang laki-laki yang diberi harta oleh Allah lalu harta itu dikuasakan penggunaannya dalam kebenaran, dan seorang laki-laki diberi hikmah oleh Allah di mana ia memutuskan perkara dan mengajar dengannya."

Ibnu Umar berkala, "Saya mendengar Rasulullah SAW. bersabda, 'Ketika saya tidur didatangkan kepada saya segelas susu, lalu saya minum sehingga saya melihat cairan [mengalir], keluar pada kuku-kuku saya, (dan dalam satu riwayat: ujung-ujung jari saya.  Kemudian kelebihannya saya berikan kepada Umar ibnul Khaththab.' Mereka berkata, 'Engkau takwilkan apakah, wahai Rasulullah? Beliau bersabda, 'Ilmu.'"

Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Nabi SAW bersabda, "Ilmu (tentang agama) akan dicabut, kebodohan dan fitnah-fitnah itu akan tampak, dan banyak kegemparan." Ditanyakan, "Apakah kegemparan itu, wahai Rasulullah?" Lalu beliau berbuat (berisyarat) demikianlah dengan tangan beliau, lalu beliau merobohkannya, seolah-olah beliau menghendaki pembunuhan.

Mujahid berkata, "Pemalu dan orang sombong tidak akan dapat mempelajari pengetahuan agama."

Aisyah berkata, "Sebaik-baik kaum wanita adalah kaum wanita sahabat Anshar. Mereka tidak dihalang-halangi rasa malu untuk mempelajari pengetahuan yang mendalam tentang agama."

Ali r.a. berkata, "Hendaklah kamu menasihati orang lain sesuai dengan tingkat kemampuan mereka. Adakah kamu semua senang sekiranya Allah dan Rasul-Nya itu didustakan sebab kurangnya pengertian yang ada pada mereka itu?"

3. Hadits Wudhu

Ini merupakan dasar perilaku kebaikan dalam memulai suatu ibadah kepada Allah sebagai pencipta. Berikut hadits-haditsnya :

Nu'aim al-Mujmir r.a. berkata, "Saya naik bersama Abu Hurairah ke atas masjid. Ia berwudhu lalu berkata, 'Sesungguhnya aku pernah mendengar Nabi bersabda, 'Sesungguhnya pada hari kiamat nanti umatku akan dipanggil dalam keadaan putih cemerlang dari bekas wudhu. Barangsiapa yang mampu untuk memperlebar putihnya, maka kerjakanlah hal itu.”

Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa ia berwudhu, yaitu ia membasuh wajahnya, ia mengambil seciduk air, lalu berkumur dan istinsyaq 'menghirup air ke hidung' dengannya. Kemudian ia mengambil seciduk air dan menjadikannya seperti itu, ia menuangkan ke tangannya yang lain lalu membasuh mukanya (wajahnya) dengannya. 

Kemudian ia mengambil seciduk air lalu membasuh tangannya yang kanan. Lalu ia mengambil seciduk air lalu membasuh tangannya yang kiri dengannya, kemudian mengusap kepalanya. 

Kemudian ia mengambil seciduk air lalu memercikkan pada kakinya yang kanan sambil membasuhnya. Kemudian ia mengambil seciduk yang lain lalu membasuh kakinya yang kiri. 

Kemudian ia berkata, "Demikianlah saya melihat Rasulullah SAW berwudhu."

Ibnu Abbas r.a mengatakan bahwa Nabi SAW masuk ke kamar kecil (W.C.), lalu saya meletakkan air wudhu untuk beliau. Lalu beliau bertanya, "Siapakah yang meletakkan ini (air wudhu)?" Kemudian beliau diberitahu. Maka, beliau berdoa, "Allahumma faqqihhu fiddin 'Ya Allah, pandaikanlah ia dalam agama'"

Abu Ayyub al-Anshari r.a. berkata, "Rasulullah SAW bersabda, Apabila salah seorang diantara kamu datang ke tempat buang air besar, maka janganlah ia menghadap ke kiblat dan jangan membelakanginya.  menghadaplah ke timur atau ke barat (karena letak Madinah di sebelah utara Ka'bah-penj).'"

Abu Hurairah berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barangsiapa berwudhu, hendaklah ia menghirup air ke hidung (dan menghembuskannya kembali); dan barangsiapa yang melakukan istijmar (bersuci dari buang air besar), hendaklah melakukannya dengan ganjil (tidak genap)."

Aisyah berkata, "Waktu shalat subuh sudah tiba, lalu dicarilah air, tetapi tidak dijumpai, kemudian beliau bertayamum."

Abu Hurairah berkata, "Sesungguhnya, Rasulullah SAW bersabda, 'Apabila anjing minum dari bejana salah seorang di antaramu, cucilah bejana itu tujuh kali.'"

Aisyah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Apabila salah seorang dari kamu mengantuk dan ia sedang shalat, hendaklah ia tidur sehingga tidur itu menghilangkan kantuknya. Ini karena sesungguhnya salah seorang diantara kamu apabila shalat, padahal ia sedang mengantuk, maka ia tidak tahu barangkali ia memohon ampun lantas ia mencaci maki dirinya."

Abu Hurairah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Jangan sekali-kali seseorang dari kamu kencing di dalam air yang berhenti, tidak mengalir, lalu ia mandi di dalamnya."

4. Hadits Mandi

Islam saja mengajarkan kepada kita agar selalu membersihkan diri dalam setiap kesempatan, sesungguhnya Allah menyukai dengan kebersihan dan keindahan. Berikut hadits-haditsnya :

Aisyah istri Nabi Muhammad SAW. berkata bahwa apabila Nabi Muhammad SAW mandi janabah beliau mulai dengan membasuh kedua tangan beliau, kemudian beliau wudhu sebagaimana wudhu untuk shalat, kemudian beliau memasukkan jari-jari beliau ke dalam air, lalu beliau menyeling-nyelingi pangkal rambut, kemudian beliau menuangkan (dalam satu riwayat: sehingga apabila beliau merasa sudah meratakan air ke seluruh kulitnya, beliau menuangkan,  tiga ciduk pada kepala beliau dengan kedua tangan beliau, kemudian menuangkan air pada kulit beliau secara keseluruhan.

Aisyah r.a. berkata, "Aku mandi bersama Nabi Muhammad SAW. dari sebuah bejana/tempat air [masing-masing kami junub, dari sebuah mangkuk yang disebut farag (tempat air yang memuat tiga sha'), tangan kami saling bergantian di dalam bejana itu, (dalam satu riwayat: kami menciduk bersama-sama dalam bejana itu,  (dalam satu riwayat: tempat mencuci pakaian ini diletakkan untukku dan untuk Rasulullah SAW., lalu kami masuk ke dalamnya bersama-sama”

Jubair bin Muth'im berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Adapun aku maka aku tuangkan air atas kepalaku tiga kali,' dan beliau mengisyaratkan dengan kedua tangannya."

Aisyah berkata, "Apabila Nabi Muhammad SAW mandi janabah, beliau minta dibawakan hilab (bejana). Beliau mengambil dengan kedua telapak tangan beliau; beliau memulai dengan bagian kepala yang kanan kemudian yang kiri, lalu beliau lanjutkan pada bagian tengah kepala."

Anas bin Malik, "Nabi Muhammad SAW dan salah seorang istrinya mandi [janabah] bersama dari satu bejana."

Aisyah berkata, "Apabila salah seorang di antara kami junub, dia mengambil air dengan kedua tangannya tiga kali untuk dibasuhkan di atas kepalanya, kemudian mengambil lagi air dengan tangannya yang satu untuk dituangkan pada belahan kepalanya yang bagian kanan dan mengambil air lagi dengan tangannya yang lain untuk dituangkan pada belahan kepala bagian kiri."

Atha' berkata, "Orang junub itu boleh saja bercanduk, memotong kukunya, dan juga mencukur kepalanya meskipun belum berwudhu."

5. Hadits Haid

Ini penting diketahui seluruh umat Islam tanpa terkecuali, karena dari inilah manusia memiliki generasi penerus sebagai pemimpin di bumi untuk berbuat kebaikan. 

Berikut ini adalah hadits-haditsnya :

Maimunah berkata, "Apabila Rasulullah SAW ingin menggauli (memeluk) seseorang diantara istri-istrinya yang sedang haid, beliau menyuruhnya supaya memakai izar (kain)."

Ibrahim mengatakan, 'Tidak apa-apa wanita yang haid membaca ayat Al-Qur an."

Aisyah berkata, "Apabila salah seorang di antara kami datang haidnya, ia mengerik darah yang mengenai pakaiannya, mencuci bagian itu, dan menyiram sisanya dengan air,] kemudian dia melakukan shalat dengannya."

Aisyah istri Nabi Muhammad SAW berkata bahwa Ummu Habibah istihadhah selama tujuh tahun, lalu ia bertanya kepada Rasulullah SAW. mengenai apa yang dialaminya itu, kemudian beliau menyuruh mandi, lalu beliau bersabda, "Istihadhah ini dari pembuluh darah." Karena itu, Ummu Habibah mandi untuk setiap hendak mengerjakan shalat.

Samurah bin Jundub r.a. berkata, "Seorang wanita (dalam satu riwayat: aku shalat di belakang Nabi Muhammad SAW atas jenazah seorang wanita,  yang meninggal karena melahirkan (dalam satu riwayat: pada waktu nifas), maka Nabi SAW menshalatinya dengan posisi lurus di pertengahan (tubuh)nya."

Masih banyak hadits yang perlu kita ketahui agar semakin menambah kesempurnaan kita dalam menjalankan kehidupan di dunia ini. 

Namun dari begitu banyak hadits yang menjadi aturan baku di kehidupan Islam lima di atas. Setidaknya, yang patut untuk kita pahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Post a Comment for " Kumpulan Hadits Nabi Muhammad SAW"