Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Beberapa Kumpulan Hadist Bukhari Muslim

Beberapa Kumpulan Hadist Bukhari Muslim

Sebagai orang Islam, kita ada wajib mempelajari, mengamalkan segala hal yang diucapkan, dan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. 

Baik perkataan maupun tingkah laku serta kejadian-kejadian yang terjadi selama beliau mengemban tugas kenabiannya, telah tercatat atau disampaikan kembali oleh ahli-ahli hadits yang memberikan pengertian terhadap arti hadits-hadits Nabi Muhammad SAW. 

Salah satu ahli hadits yang paling termasyhur adalah Imam Bukhari. Dalam artikel ini, akan diulas mengenai beberapa kumpulan hadits Bukhari Muslim.

Secara harfiah, hadits berarti perkataan/percakapan yang disampaikan oleh nabi Muhammad SAW. Dalam istilah Islam, hadits dikenal sebagai laporan atau catatan yang berupa pernyataan dan tingkah laku yang diperlihatkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Para ulama berpendapat, bahwa hadis merupakan riwayat, berupa perkataan, perbuatan, serta ketetapan dari Nabi Muhammad SAW. Pun hadits juga berupa kumpulan sifat jasmani, sifat akhlak, maupun berisi kisah tentang perjalanan setelah dan sebelum Nabi Muhammad diangkat menjadi Nabi.

Dengan mempelajari hadits-hadits yang diriwayatkan oleh para ahli yang telah diakui keabsahannya, maka kita turut pula mengamalkan segala kebaikan yang dulu pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Bahkan dalam satu penjelasannya, Az Zuhri mengatakan “Mempelajari sunnah atau hadits lebih baik daripada beribadah seratus tahun.”

Seorang muslim yang tidak belajar Islam yang benar berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah menurut pemahaman Salafush Shalih dapat dikatakan bahwa ia tidak melaksanakan agama dengan benar. 

Oleh sebab itu, Agama Islam dikatakan sebagai agama ilmu dan amal oleh sebab Nabi Muhammad diutus dengan membawa ilmu yang harus diamalkan.

Adapun ilmu hadits adalah ilmu yang memperoleh tempat yang sangat mulia dan sangat agung di sisi Allah. Karena diyakini melalui hadits, manusia mampu mengetahui maksud dari kitabullah di samping dapat pula mengetahui keadaan dan karakter Rasulullah yang patut dicontoh dan diteladani dalam kehidupan sehari-hari.

Hadist juga menjalankan peranan yang penting dalam hal ketetapan/hukum dalam ajaran agama Islam. Karena hadits adalah salah satu sumber hukum syariat Islam dan merupakan salah satu wahyu dari Allah, wajib bagi setiap individu untuk mempelajarinya dan berpegang teguh padanya.

Bukhari Muslim

Terlahir sebagai Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Bardizbah Al-Ju'fi Al Bukhari atau kemudian lebih dikenal sebagai Bukhari Muslim, merupakan salah satu ahli hadits yang terjemahan hadist-hadistnya memiliki sifat keshahihan yang tinggi. Imam Bukhari Muslim lahir pada hari Jumat 13 syawal 194 H atau 21 Juli 810 M di Bukhara, Uzbekistan, Asia Tengah.

Ia terlahir dari orang tua yang beragama Islam. Namun kakeknya merupakan penganut agama Zoroaster. Masa kecilnya diliputi keprihatinan karena tak lama setelah lahir Ia mengalami kebutaan. Ia juga merupakan anak yatim. Alhamdulillah, dengan izin dan karunia Allah, menjelang usia 10 tahun matanya sembuh secara total.

Oleh karena keahliannya dalam menafsirkan hadits-hadits Nabi Muhammad, sebagian menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits, yaitu pemimpin kaum mukmin dalam hal Ilmu Hadits. Dalam bidang ilmu yang satu ini, Bukhari menjadi rujukan hampir semua ulama di dunia.

Imam Bukhari dari kecil memang telah dididik menjadi penganut agama Islam yang taat. Ayahnya seorang yang memiliki sifat wara’ yaitu, orang selalu berhati-hati terhadap suatu ketentuan yang masih bersifat syubhat. 

Syubhat merupakan hukum yang keakuratannya masih diragukan. Ayah dari Imam Bukhari sendiri merupakan seorang ulama yang menganut mazhab Maliki dan merupakan murid dari seorang imam besar dan ahli fiqih, yakni Imam Malik.

Dalam sejarah dikatakan bahwa Imam bukhari tertarik untuk mempelajari hadits sejak berusia 10 tahun. 

Imam Bukhari mempunyai seorang guru bernama Syekh Ad-Dakhili, seorang ulama yang berasal dari Bukhara dan dikenal masyhur sebagai ulama ahli hadits. Pada usia 16 tahun, Imam Bukhari telah berhasil menghafal serta menguasai buku-buku seperti al-Mubarak dan al-Wakil.

Kunjungannya ke Kota Mekkah dan Madinah pada usia tersebut, telah memberinya banyak pelajaran karena selama berada di sana ia banyak mendapat ilmu dari ulama-ulama lainnya. 

Hingga pada usia 18 tahun, beliau berhasil menerbitkan sebuah kitab yang berisi Peristiwa-peristiwa Hukum di zaman Sahabat dan Tabi'in. Kitab tersebut dinamakan Qudhaya as Shahabah wat Tabi’ien.

Beliau begitu semangatnya dalam mengumpulkan keterangan mengenai hadist-hadist shahih. Jumlah hadits yang berhasil disaringnya adalah 7275 hadits dari 80.000 perawi. Ada 289 ahli hadits yang haditsnya dikutip dalam kitab Shahih-nya.

Ia kemudian mengumpulkan itu semua dalam satu kitab. Selain Syekh Ad-Dakhili, Imam Bukhari juga memiliki guru-guru lainnya yang menjadi sumber beliau memperoleh hadits, guru-guru tersebut antara lain Ali bin Al Madini, Ahmad bin Hanbal, Yahya bin Ma’in, Muhammad bin Yusuf Al Faryabi, Maki bin Ibrahim Al Balkhi, Muhammad bin Yusuf al Baikandi dan Ibnu Rahawaih.

Kepintarannya dalam memberikan pengertian terhadap hadits-hadits, salah satunya karena kemampuan daya hafal Imam Bukhari yang menakjubkan. Pada satu kesempatan, Ia sempat menunjukkan keahliannya dalam menghafal 15.000 lengkap dengan keterangannya. 

Padahal pada saat itu, selama mengikuti perkuliahan, Ia tidak mencatat sama sekali apa-apa yang disampaikan oleh para pengkuliah dan penceramah cendekiawan Balkh.

Kemasyhuran Imam Bukhari terdengar hingga kepada para ahli hadits lainnya. Ia pernah didatangi oleh 10 ahli hadits sekaligus yang bermaksud ingin menguji ketinggian ilmu beliau. 

Pada kesempatan tersebut, masing-masing ulama menguji 10 buah hadits, berarti ada 100 hadits yang diujikan kepada Imam bukhari.

Untuk mengetahui setinggi mana tingkat keakuratan hafalan Imam Bukhari, para ulama penguji dengan sengaja memutar balikkan beberapa hadist. 

Ketika itu, Imam Bukhari dengan tegas menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang hadits tersebut. Beliau juga membetulkan kalimat-kalimat yang diplesetkan tadi, dan membacakan isi hadist yang sebenarnya.

Ia menyebutkan keseluruhan urutan hadist tersebut. Kemampuannya dalam menghafal dalam satu kali kesempatan dengar betul-betul mengagumkan dan akhirnya mendapat pengakuan dari pari para ahli hadits lainnya.

Beliau meninggal pada usia 62 tahun kurang 13 hari di sebuah desa kecil dalam perjalanan beliau ke kota Samarkand. Selama hidup beliau tidak mempunya keturunan. Beliau meninggal tepat di malam hari hari raya Idul Fitri pada tanggal 31 Agustus 870 M (256 H). 

Sebelum dimakamkan, Jenazah beliau dikafani tiga helai kain, tanpa baju dalam dan tidak memakai sorban. Pesan itu dilaksanakan dengan baik oleh masyarakat setempat.

Kumpulan Hadist Bukhari Muslim

Beberapa Kumpulan Hadist Bukhari Muslim

Berikut ini beberapa kumpulan hadist Bukhari Muslim, antara lain:

Dari Abi Abdurrahman Abdullah bin Umar bin Khattab ra. berkata: Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Bangunan Islam itu atas lima perkara Mengakui bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan sesungguhnya Muhammad itu Utusan Allah, Mendirikan Shalat, Mengeluarkan Zakat, Mengerjakan Haji ke Baitullah dan Puasa bulan Ramadhan." (HR Bukhari Muslim)

Dari Abi Hamzah Anas bin Malik ra. pelayan Rasulullah SAW dari Nabi SAW telah berkata: "Tidak sempurna iman seseorang diantaramu hingga mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri." (HR Bukhari Muslim)

Dari Ibnu Mas'ud ra. telah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: "Tidak halal darah seorang muslim kecuali disebabkan salah satu dari tiga perkara: Duda/janda yang berzina, Pembunuhan dibalas bunuh, Orang meninggalkan agamanya, memisahkan diri dari jamaah (murtad)." (HR Bukhari Muslim)

Dari Abu Musa (Abdullah) bin Qais al-asy'ari r.a. berkata: Rasulullah SAW ditanya mengenai orang-orang yang berperang karena keberanian, karena kebangsaan atau karena kedudukan manakah diantara semua itu yang disebut fisabilillah? 

Rasulullah SAW menjawab, "Siapa yang berperang semata-mata untuk menegakkan kalimatullah (agama Allah) maka itulah fisabilillah." (HR Bukhari Muslim)

Dari Abu Bakrah (Nufa'i) bin al Harits ats Tsaqafi berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Apabila dua orang Muslim berhadapan dengan pedang masing-masing maka pembunuh dan terbunuh keduanya sama-sama masuk neraka."

Abu Bakrah bertanya, "Ya Rasulullah, yang membunuh jelas masuk neraka tetapi mengapa yang terbunuh juga demikian?" Rasulullah SAW menjawab, "Karena ia juga memiliki niat sungguh-sungguh akan membunuh lawannya." (HR Bukhari Muslim)

Hadist-hadist di atas merupakan contoh kecil dari banyak hadist yang telah dibukukan oleh Imam Bukhari. Karya-karya tersebar dalam berbagai kitab yakni, Al-Jami' ash Shahih, sebuah kitab yang ditulis oleh Imam Bukhari dan mendapat predikat sebagai kitab Shahih Bukhari.

Selain itu, kitab-kitab lainnya yang dihasilkan oleh Imam Bukhari adalah Al-Adab al Mufrad, At Tarikh as Shaghir, At Tarikh Al Awsat, At Tarikh al Kabir, At Tafsir Al Kabir, Al Musnad al Kabir, Kitab al 'Ilal, Raf'ul Yadain fis Salah, Birrul Walidain, Kitab Ad Du'afa, Asami As Sahabah, dan Al Hibah.

Imam Bukhari menjadi tauladan bagi kita semua, karena melalui beliau, kita banyak mendapat pengetahuan tentang nabi Muhammad. Semoga kita semua dapat mengamalkan seluruh nasehat beliau.

Itulah penjelasan mengenai kumpulan hadist Bukhari Muslim. Semoga penjelasan yang disampaikan bermanfaat.

Post a Comment for " Beberapa Kumpulan Hadist Bukhari Muslim"