Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kumpulan Hadits Nabi, Pelajari dan Teladani

Kumpulan Hadits Nabi, Pelajari dan Teladani

Hadits adalah sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW, baik itu perkataan, perbuatan, pernyataan, maupun ketetapan (persetujuan). hadits adalah sumber hukum kedua setelah Alquran. Seorang muslim yang baik akan selalu mengikuti apa pun yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. 

Kumpulan hadits Nabi berikut merangkum masalah hukum air dan tata cara wudhu.

Bab Hukum Air

Berikut adalah kumpulan hadits Nabi yang berhubungan dengan bab hukum air:

Dituturkan oleh Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda tentang air laut. “Laut itu airnya suci, dan bangkainya pun halal.” (HR. Imam yang Empat; Abu Daud, Al-Nasa’i, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Dituturkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya (hakikat) air adalah suci (dan mensucikan), tidak ada sesuatu pun yang dapat membuatnya mengandung najis.” (HR. Imam yang Tiga; Abu Daud, Al-Nasa’i, dan Al-Tirmidzi)

Dituturkan oleh Abu Umamah Al-Bahili ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang dapat membuat air mengandung najis, kecuali sesuatu yang dapat mengubah bau, rasa, atau warnanya.” (HR. Ibnu Majah) 

Menurut riwayat Al-Baihaqi dengan redaksi, “Air itu suci (dan mensucikan), kecuali jika telah berubah bau, rasa, atau warnanya (karena najis yang ada padanya).”

Dituturkan oleh Abdullah ibn Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila banyaknya air telah mencapai dua qullah, air itu tidak mengandung kotoran.” Dalam suatu riwayat dengan redaksi, “Tidak mengandung najis”. (HR. Imam yang Empat; Abu Daud, Al-Nasa’i, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Dituturkan oleh Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kamu mandi dalam air yang menggenang (tidak mengalir), sementara ia dalam keadaan junub.” (HR. Muslim)

Dituturkan oleh Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sucinya tempat air seseorang di antara kalian jika dijilat anjing adalah dengan dicuci sebanyak tujuh kali, yang pertama dicampur dengan tanah.” (HR. Muslim)

Dituturkan oleh Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika ada lalat jatuh ke dalam minuman salah seorang di antara kalian, benamkan lalat tersebut, lalu keluarkanlah. Sesungguhnya ada penyakit pada salah satu sayapnya dan ada penawar pada sayapnya yang lain.” (HR. Al Bukhari dan Abu Daud)

Bab Tata Cara Wudhu

Berikut kumpulan hadits Nabi tentang tata cara wudhu:

Dituturkan oleh Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seandainya tidak memberatkan umatku, aku pasti akan perintahkan mereka untuk bersiwak (menggosok gigi), pada setiap kali wudhu.” (HR. Malik, Ahmad, dan Al-Nasa’i)

Dituturkan oleh Humran, bahwa Utsman meminta air wudhu. Ia membasuh kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, berkumur, lalu menghisap air dengan hidung, dan menghembuskannya keluar. Kemudian membasuh wajahnya tiga kali. 

Ia membasuh tangan kanan dan kirinya hingga siku-siku tiga kali. Lalu mengusap kepalanya, kemudian membasuh kaki kanan dan kirinya hingga kedua mata kaki sebanyak tiga kali. Kemudian Utsman berkata, “Saya melihat Rasulullah SAW berwudhu seperti wudhu saya ini.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dituturkan oleh Ali ra tentang cara berwudhu Nabi SAW Dia berkata, “Beliau mengusap kepalanya satu kali.” (HR. Abu Daud. Diriwayatkan juga oleh Al-Tirmidzi dan An-Nasai dengan sanad yang shahih.)

Dituturkan oleh Abdullah ibn Zaid ibn ‘Ashim ra tentang tata cara wudhu. Ia berkata, “Rasulullah SAW mengusap kepalanya dengan kedua telapak tangannya dari depan ke belakang, dan dari belakang ke depan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dituturkan oleh Abdullah ibnu ‘Amr ra tentang cara wudhu. Ia berkata, “Kemudian beliau mengusap kepalanya dan memasukkan kedua jari telunjuknya ke dalam kedua telinganya, lalu mengusap bagian luar kedua telinganya dengan kedua ibu jarinya.” (HR. Abu Dawud dan Al Nasa’i)

Dituturkan oleh Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila salah seorang di antara kamu bangun dari tidurnya, hendaklah ia menghisap air ke dalam hidungnya sebanyak tiga kali, lalu menghembuskannya keluar, karena setan tidur di dalam rongga hidung tersebut.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dituturkan oleh Abu Hurairah ra, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya umatku akan datang pada hari kiamat dalam keadaan (wajah dan tangannya) bercahaya, karena air wudhu. Maka barangsiapa di antara kalian dapat memperpanjang kilauan cahayanya, hendaklah ia mengerjakannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dituturkan oleh Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak sah wudhu seseorang yang tidak menyebut nama Allah SWT (membaca Basmalah).” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

Dituturkan oleh Ali ra tentang cara wudhu, “Rasulullah SAW kemudian berkumur dan menghirup air melalui hidung sebanyak tiga kali dengan telapak tangan yang digunakan untuk mengambil air.” (HR. Abu Dawud dan Al-Nasa’i)

Dituturkan oleh Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada seseorang di antara kalian yang berwudhu dengan sempurna, hingga ia berdoa: Asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu (Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya), kecuali telah dibukakan baginya delapan pintu surga, yang ia dapat masuk melalui pintu mana saja yang dikehendakinya.” (HR. Muslim dan Al-Tirmidzi dengan tambahan doa: “Allahummaj Alni minat-tawwabina waj’alni min al mutathohirin (Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan orang yang bertobat dan orang-orang yang selalu mensucikan diri)”.

Hal-Hal yang Membatalkan Wudhu

Berikut kumpulan hadits Nabi tentang hal-hal yang membatalkan wudhu.

Dituturkan oleh Anas ibn Malik ra. Ia berkata, “Para sahabat pada zaman Rasulullah SAW senantiasa menunggu waktu Isya hingga kepala mereka terangguk-angguk (karena mengantuk). Mereka kemudian shalat tanpa berwudhu lagi.” (HR. Abu Daud)

Dituturkan oleh Aisyah ra, “Fathimah binti Abu Hubaisy datang menemui Nabi SAW seraya berkata, ‘Wahai Rasulullah! Sungguh, aku ini perempuan yang selalu keluar darah (istihadhah) dan tidak pernah suci. Bolehkah aku meninggalkan shalat?’ 

Rasul menjawab, "Tidak boleh, itu adalah penyakit dan bukan darah haid. Apabila haid datang, tinggalkanlah shalat. Tetapi apabila berhenti, bersihkanlah dirimu dari darah itu (mandi), kemudian shalatlah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dituturkan oleh Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seseorang di antara kamu merasakan sesuatu dalam perutnya, kemudian ia ragu-ragu apakah telah keluar sesuatu (kentut) atau tidak, janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid (mengakhiri shalatnya), hingga ia mendengar suara atau mencium baunya.” (HR. Muslim)

Dituturkan oleh Thalq bin Ali ra. Ia berkata, ”Seorang laki-laki berkata, ‘Aku menyentuh kemaluanku – atau ‘Seorang laki-laki menyentuh kemaluannya ketika shalat, apakah ia wajib berwudhu?’ Nabi SAW menjawab, ‘Tidak, karena kemaluan merupakan salah satu anggota tubuhmu.” (HR. Imam yang Lima; Ahmad, Abu Daud, Al-Nasa’i, Al-Tirmidzi, dan Ibn Majah)

Dituturkan oleh Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa muntah, atau mengeluarkan darah dari hidung (mimisan), atau mengeluarkan dahak, atau mengeluarkan madzi, maka hendaklah ia berhenti (dari shalatnya), kemudian berwudhu dan meneruskan sholatnya. Namun, selama melakukan hal tersebut, ia tidak boleh berbicara.” (HR. Ibnu Majah)

Masih banyak hadits Nabi mengenai berbagai macam aspek kehidupan. Karena keterbatasan halaman, tidak semua hadits bisa disampaikan di sini. Namun, setidaknya Anda bisa mempelajari kumpulan hadits Nabi yang disebutkan di atas.

Post a Comment for " Kumpulan Hadits Nabi, Pelajari dan Teladani"