Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Konsep Akhlak dalam Islam

Konsep Akhlak dalam Islam

Konsep akhlak dalam Islam adalah suatu sistem yang mengatur perbuatan manusia. Perbuatan manusia baik secara individu, kelompok, maupun masyarakat dengan Allah SWT, sesama manusia lainnya, dan segenap ciptaan-Nya. Akhlak dalam Islam harus mengacu pada sumber kehidupan yakni Al-Quran dan As-Sunnah.

Menurut Imam Ghazali, akhlak tertanam dalam jiwa. Ia menunjukkan berbagai perbuatan dengan perasaan senang. Dilakukan tanpa pemikiran, juga penelitian. Perbuatan baik yang terpuji menurut syarat dan akal, dinamakan akhlak mulia. Sebaliknya, perbuatan buruk dinamakan akhlak buruk.

Sumber-Sumber Akhlak dalam Islam

Ada dua sumber akhlak dalam konsep Islam, yakni Alquran dan As-Sunnah. Keduanya menjadi pegangan untuk menentukan semua urusan di dunia maupun di  akhirat. Sumber itu juga menjadi sumber akhlak islamiyah.

Akhlak yang baik terbentuk berdasarkan sumbernya yang benar. Alquran dan As-Sunnah menjadi sumber akhlak bagi seorang muslim. Jadi, ukuran kepatutan, baik atau buruk secara utuh adalah Al-Quran dan As-Sunnah. Dalam konteks ini, posisi tradisi sebatas pelengkap selama tidak bertentangan dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nya

Bagi seorang muslim, menjadikan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai sumber akhlak adalah sebuah kewajiban. Sebab dari Allah-lah keduanya berasal. Manusia juga diciptakan oleh Allah, sehingga dijamin akan terjadi kesesuaian antara manusia sebagai makhluk dan sistem norma yang datang dari Allah SWT.

Maka, selama umat Islam berpegang pada Al-Quran dan As-Sunnah, kualitas hidupnya akan baik. Terhindar dari hal-hal menyesatkan, karena semua tatanan kehidupan terdapat dalam sumber tersebut.

Berikut ini adalah definisi akhlak dipandang dari sudut ilmu:

1. Ilmu mengenai hukum, tata nilai, dan prinsip untuk mengenal sifat-sifat baik. Tujuannya untuk diamalkan dan dihayati. Selain itu, untuk mamahami sifat-sifat tercela agar dijauhi. Semuanya diorientasikan guna mendapat keridoan Allah.

2. Sebuah sikap atau sifat kepribadian berkaitan dengan tingkah laku manusia dalam membuat kehidupan yang sempurna. Dasarnya mengacu pada berbagai prinsip yang sudah ditetapkan oleh Allah.

Berikut ini adalah pengertian akhlak, moral, dan etika:

1. Akhlak adalah tingkah laku salah-benar, baik-buruk. Penilaiannya dipandang dari sudut hukum ajaran agama.

2. Moral berasal dari bahasa latin, mos. Artinya adat istiadat. Perbuatan baik atau buruk seseorang diukur adat istiadat. Jadi, sifatnya lokal.

3. Etika adalah ilmu yang berkaitan dengan moralitas manusia.

Dengan demikian, dapat disimpulkan perbedaan antara akhlak, moral, dan etika dilihat dari dasar ukuran baik dan buruk yang digunakannya. Landasan baik dan buruk akhlak berdasarkan Alquran dan Sunnah Rasul. 

Sementara moral dan etika berlandaskan adat istiadat atau kesepakatan masyarakat. Jika masyarakat menilai perbuatan itu baik, maka baik pulalah perbuatan itu. Begitupun sebaliknya.

Karenanya, dasar nilai moral dan etika bersifat lokal dan temporal. Sedangkan dasar akhlak bersifat universal dan abadi. Dalam konsep Islam, akhlak merupakan cerminan jiwa seseorang. 

Akhlak yang baik merupakan dorongan keimanan seseorang yang ditampilkan dalam perilaku nyata sehari-hari. Hal ini sejalan dengan misi diutusnya Rasulullah SAW sebagaimana disabdakannya: “Akhlak yang baik adalah akumulasi dari akidah dan syariat. Keduanya bersatu secara utuh dalam diri seseorang. Syariat yang dilaksanakan berdasarkan aqidah akan melahirkan akhlak yang baik.”

Berikut ini kedudukan akhlak menurut Islam:

Akhlak sangat berhubungan dengan tujuan dalam risalah Islam. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya aku diutus agar menyempurnakan akhlak yang mulia.” Begitu pentingnya kedudukan akhlak menurut Islam."

Akhlak yang baik akan menghapuskan dosa, saat akhlak yang buruk merusakkan pahala. Sabda Rasulullah SAW: “Akhlak yang baik mencairkan dosa seperti air mencairkan es (salju) dan akhlak yang buruk merusak amalan seperti cuka merusak madu.”

Akhlak menyempurnakan keimanan mukmin. Sabda Rasulullah SAW: “Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaknya.”

Kedudukan seseorang di akhirat tergantung dari akhlaknya. Jika akhlaknya baik maka akan menguatkan timbangan amalan yang baik. Begitulah juga sebaliknya. Sabda Rasulullah SAW: “Tiada sesuatu yang lebih berat dalam daun timbangan melainkan akhlak yang baik.”

Akhlak terpuji adalah sifat Rasulullah saw. Allah swt memuji Rasulullah karena akhlaknya yang baik. Allah swt berfirman: “Sesungguhnya engkau seorang yang memiliki peribadi yang agung mulia”.

Akhlak yang baik akan menghindarkan seseorang dari neraka. Akhlak yang buruk justru menyebabkan seseorang jauh dari surga.

Ihsan merupakan asas akhlak seorang muslim. Ihsan adalah beribadat kepada Allah seolah-olah kita melihat-Nya.

Akhlak dan Islam merupakan satu kesatuan. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Sebuah hadits menerangkan bahwa ada seorang lelaki yang bertanya kepada Rasulullah SAW: “Wahai Rasulullah, apakah itu agama?” Rasulullah menjawab: “Akhlak yang baik.”

Pengertian dari sikap positif yang masuk dalam akhlak yang terlihat lewat perilaku bisa ditunjukkan lewat  beberapa sikap, watak, tabiat, atau kebiasaan. Contoh dari sikap itu adalah sikap sabar, pemaaf, rendah hati, amanah, dan sebagainya. 

Sementara itu, sikap negatif contohnya adalah sikap pendendam, pemarah, khianat, dengki, sombong dan sebagainya. Hal lain yang bisa menentukan suatu perbuatan itu baik atau buruk adalah berbagai norma agama yang sumbernya dari Allah SWT.

Berikut ini beberapa karakteristik akhlak:

1. Beralasan serta dapat dipahami

Akhlak yang dipegang oleh umat Islam sifatnya tidak dogmatis, tetapi logis. Dapat diargumentasikan dan diterima oleh akal sehat.

2. Universal

Akhlak bersifat umum, berlaku untuk semua umat. Tidak tersekat dengan suku, ras, bangsa, dan golongan. Sifat universal ini didasarkan pada karakter manusia. Jadi, landasan moralnya sama.

3. Sesuai dengan fitrah manusia

Islam memberikan batasan-batasan demi kebaikan hidup manusia. Islam tidak mengubah fitrah manusia, melainkan menyempurnakannya agar manusia dapat bertindak secara bijaksana sesuai dengan batasan yang dijelaskan.

4. Realistis

Al-Quran tidak membatasi manusia untuk tidak melakukan yang secara alamiah diinginkannya. Namun, Alquran mengatur agar manusia lebih bijak. Dalam mengambil keputusan garus sesuai dengan akal sehat dan pertimbangan kebaikan bersama.

5. Sikap positif

Seorang muslim harus memiliki akhlak yang baik dan tangguh menghadapi pengaruh pihak luar. Manusia biasanya banyak yang terbawa arus lingkungannya. 

Oleh karena itu, Alquran menjelaskan bahwa seorang mukmin tidak boleh tinggal diam jika melihat ada sebuah kemunduran dalam kondisi sosial juga politik. Selain harus tetap mempertahankan moral Islam, kita diperintahkan agar bisa mengubah paradigma sosial politik. Semua itu, dimulai dari diri sendiri.

6. Komprehensivitas

Batasan dan cakupan akhlak Islam sifatnya kompleks dan menyeluruh. Tidak benar Islam hanya mengatur kegiatan keagamaan dan ibadah yang hanya mendekatkan diri kepada Tuhan. Islam itu juga mengatur tata perilaku sebagai makhluk sosial agar sesuai porsinya. 

Dengan demikian, umat Islam akan memiliki nilai susila yang tinggi dan ajaran yang luhur. Akhlak Islam mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, juga hubungan antara manusia dengan manusia lainnya.

7. Keseimbangan hidup

Islam juga menyerukan adanya keseimbangan antara kehidupan yang berorientasi dunia dan akhirat. Sebagai khalifah di dunia, manusia harus memanfaatkan yang ada di dunia sebisa mungkin untuk menciptakan kesejahteraan. Namun, manusia juga harus selalu ingat akan pemenuhan bekal di akhirat nanti.

Demikianlah artikel mengenai konsep akhlak dalam Islam. Semoga kita bisa mendapatkan manfaat

Post a Comment for " Konsep Akhlak dalam Islam"