--> Skip to main content

5 Kategori Hadits Dho’if Dan Penjelasannya


5 Kategori Hadits Dho’if Dan Penjelasannya
image via freepik

Definisi Hadits menurut bahasa adalah sesuatu yang baru (Al jadid minal asyya), menunjukkan sesuatu yang dekat atau waktu yang singkat. Hadits bisa juga berarti berita yaitu sesuatu yang diberitakan, diperbincangkan, dan dipindahkan dari seseorang kepada orang lain.

Sedangkan Hadits menurut istilah syara’ adalah hal-hal yang datang dari Rasulullah SAW, baik itu berupa ucapan, perbuatan, ataupun pengakuan (taqrir). 

Berikut ini adalah perbedaan tentang ketiga hal tersebut di atas, yaitu sebagai berikut:

Hadits Qauliyah (ucapan), adalah hadits - hadits dari Rasulullah SAW, yang diucapkannya dalam berbagai tujuan dan situasi.

Hadits Fi’liyah, adalah perbuatan-perbuatan Rasulullah SAW, misalnya tentang bagaimana melakukan shalat lima waktu dengan tatacara dan rukun-rukunnya secara benar, pekerjaan menunaikan ibadah haji.

Hadits Taqririyah, adalah perbuatan sebagian para sahabat Rasulullah SAW yang telah diakui oleh beliau, apakah hal itu berbentuk ucapan ataupun perbuatan, atau karena diamnya Nabi SAW. Bila mana para sahabat melakukan suatu perbuatan atau mengemukakan suatu ucapan dihadapan Nabi SAW dan Nabi sendiri mengetahui apa yang dilakukan oleh para sahabat itu, akan tetapi Nabi diam  saja dan tidak menyanggah atau melarangnya, maka hal itu merupakan sebuah bentuk pengakuan dari Nabi SAW terhadap perbuatan itu.

Dalam ilmu tentang hadits ini ada dua tokoh populer yang sangat mahsyur dalam ilmu hadits, yaitu:

1. Imam Bukhari (Shahih Bukhari)

Tokoh mahsyur pertama adalah Imam Bukhari, dimana beliau telah menyusun kumpulan hadits - hadits sejak tahun 194 hingga 256 hijriah. Dalam buku terdapat sekitar 7.275 buah hadits termasuk diantaranya ada beberapa hadits yang berulang.

Untuk jumlah hadits yang tanpa adanya pengulangan, berjumlah sekitar 4000 buah hadits. Ada beberapa ulama yang menyatakan pendapatnya bahwa hanya sedikit dari buku tersebut yang tidak dimuat dalam hadits yang mereka tulis. Meskipun demikian, pendapat yang paling benar adalah banyak dari hadits shahih lainnya yang dilewatkan oleh beberapa ulama yang menulis ulang hadits shahih tersebut.

2. Imam Muslim (Shahih Muslim)

Tokoh mahsyur kedua adalah Imam Muslim, yakni sekitar tahun 204 sampai 262 hijriah. Dalam riwayat, Ahmad bin Salamah berkata “Aku telah banyak menulis bersama dengan Shahih Muslim untuk menyusun kitab shahihnya dalam kurun waktu 15 tahun”. Kitab tersebut berisikan 12.000  buah hadits. Sementara menurut pendapat Ibnu Salah, beliau menyebutkan bahwa jumlah hadits shahih muslim hanyalah sebanyak 4.000 buah hadits.

Kategori hadits dapat di kelompokkan menjadi tiga macam kategori yaitu berdasarkan keaslian sanadnya, berdasarkan pada perawinya dan berdasarkan pada tingkat keaslian hadits tersebut.

Karena pada artikel ini saya fokus membahas pada 5 Kategori Hadits Dho’if Dan Penjelasannya, dimana hal tersebut dalam kategori hadits berdasarkan pada tingkat keaslian hadits, maka di bawah ini saya akan jelaskan mengenai hal - hal yang berkaitan dengan hal tersebut.

Berdasarkan Pada Tingkat Keaslian Hadits, maka hadits dapat di kelompokkan menjadi 4 macam, antara lain sebagai berikut:

1. Hadits Sahih 

Hadits Sahih merupakan kelompok hadits yang sanadnya bersambung, dan merupakan hadits yang paling diakui tingkat keasliannya dan paling banyak diterima oleh kelompok ulama di seluruh dunia.

2. Hadits Hasan

Hadits Hasan merupakan hadits yang sanadnya juga bersambung, akan tetapi hadits tersebut diriwayatkan oleh perawi yang tidak sempurna ingatannya.

3. Hadits Dho'if

Hadits Dho'if merupakan hadits yang sanadnya tidak bersambung dan tidak diriwayatkan oleh perawi yang tidak kuat ingatannya atau tidak adil.

4. Hadits Maudlu'

Hadits Maudlu' merupakan hadits yang dicurigai sebagai hadits palsu ataupun sebuah hadits yang merupakan karangan manusia semata.

Jenis hadits dhoif ini digolongkan kembali menjadi beberapa jenis, di antaranya sebagai berikut:

Hadits Dho'if pada segi sanad, yaitu terbagi lagi menjadi:

1. Hadits Dho'if Karena Sanadnya Tidak Bersambung

Jenis hadits ini terbagi menjadi menjadi lima, diantaranya sebagai berikut:

Hadits Munqathi’

Hadits Munqathi’ merupakan hadits yang gugur pada sanadnya di satu tempat atau lebih atau pada sanadnya disebutkan nama seseorang yang tidak dikenal namanya sama sekali.

Hadits Mu’allaq

Hadits Mu’allaq merupakan hadits yang perawinya digugurkan seorang atau lebih di awal sanadnya secara berturut-turut.

Hadits Mursal

Hadits Mursal merupakan hadits yang gugur sanadnya setelah tabi’in. Yang dimaksud dengan gugur disini adalah nama sanad terakhirnya tidak disebutkan dengan jelas.

Hadits Mu’dhal

Hadits Mu’dhal merupakan hadits yang gugur karena dua orang sanadnya atau lebih secara berturut-turut.

Hadits Mudallas

Hadits Mudallas merupakan hadits yang diriwayatkan menurut cara yang diperkirakan bahwa hadits tersebut tidak bernoda.

Bagi orang yang melakukan tadlis (perbuatannya) maka disebut  sebagai mudallis dan haditsnya disebut sebagai  hadits mudallas.

2. Hadits Dho'if Karena Tidak Ada Syarat Adil

Hadits jenis ini dapat di bagi menjadi dua macam, yakni:

Hadits Maudhu’

Hadits Maudhu’ merupakan hadits yang dibuat-buat oleh seseorang (pendusta) yang mana seolah - olah hal itu dinisbatkan kepada Rasulullah SAW secara paksa dan dusta baik disengaja atau tidak.

Hadits Matruk Dan Hadits Munkar

Hadits Matruk merupakan hadits yang diriwayatkan oleh seseorang yang di tuduh telah berdusta (terhadap hadits-hadits yang diriwayatkannya) atau tampak kefasikannya baik pada perbuatan atau pada perkataanya, atau orang yang banyak lupa atau ragu.

Sementara Hadits Munkar merupakan hadits yang diriwayatkan oleh orang yang lemah (perawi yang dho'if) yang bertentangan dengan periwayatan orang yang lebih terpercaya darinya.

3. Hadits Dho'if Karena Tidak Ada Dhobit

Jenis hadits ini terbagi menjadi 4 macam, diantaranya :

Hadits Mudraj

Hadits Mudraj merupakan hadits yang menampilkan (redaksi) tambahan, padahal bukan (bagian dari) hadits tersebut.

Hadits Maqlub

Hadits Maqlub merupakan hadits yang lafadz matannya tertukar pada salah seorang perawi atau seseorang pada sanadnya. Kemudian dia didahulukan dalam penyebutannya, dimana seharusnya dia  disebut belakangan atau mengakhirkan penyebutannya.

Hadits Mudhtharib

Hadits Mudhtharib merupakan hadits yang diriwayatkan dengan periwayatannya yang berbeda-beda padahal berasal dari satu orang perawi (yang meriwayatkan), dua atau lebih atau dari dua perawi atau lebih yang berdekatan (dan tidak bisa ditarjih).

Hadits Mushahhaf dan Hadits Muharraf

Hadits Mushahhaf merupakan hadits yang perbedaannya (dengan hadits riwayat lain) terjadi karena perubahan titik kata, sedangkan bentuk tulisannya tidak berubah.

Sementara itu, Hadits Muharraf merupakan hadits yang perbedaannya terjadi disebabkan karena perubahan syakal kata dan bentuk tulisannya masih tetap.

4. Hadits Dho'if Karena Kejanggalan Dan Cacat

Jenis hadits ini terbagi menjadi dua macam, yaitu:

Hadits Syaz

Hadits Syaz merupakan hadits yang diriwayatkan oleh seorang yang maqbul, akan tetapi bertentangan (matannya) dengan periwayatannya dari orang yang kualitasnya lebih utama.

Hadits Mu’allal

Hadits Mu’allal merupakan hadits yang diketahui ‘illatnya setelah dilakukan penelitian dan penyelidikan meskipun pada lahirnya telah tampak selamat (dari cacat).

Sementara itu jenis Hadits Dho'if yang cacat pada segi matan, dibagi menjadi dua macam yaitu:

Hadits Mauquf

Hadits Mauquf merupakan hadits yang diriwayatkan dari para sahabat baik berupa perkataan, perbuatan, atau taqrirnya. Periwayatannya baik bersambung maupun tidak.

Hadits Maqthu’

Hadits Maqthu’ merupakan hadits yang diriwayatkan dari tabi’in dan disandarkan kepadanya, baik perkataan maupun perbuatannya. Dengan kata lain bahwa hadits maqthu’ adalah perkataan atau perbuatan dari tabi’in tersebut.

KESIMPULAN

Pengertian hadits adalah segala bentuk perkataan, perbuatan, persetujuan (diamnya Nabi) serta beberapa ketetapan dari Rasulullah SAW yang dijadikan sebagai suatu dasar ketetapan hukum dalam agama Islam.

Secara harfiah, pengertian hadits berarti perkataan atau percakapan. Sedangkan menurut terminologi dalam agama Islam, hadits adalah ketetapan dan hukum dalam agama Islam yang bersumber pada perkataan, perbuatan, ketetapan dan persetujuan dari Rasulullah SAW.

Hadits Rasulullah SAW termasuk sebagai salah satu sumber hukum dalam Islam selain Al-qur’an, ijma dan juga qiyas (Ijtihad).

Demikianlah uraian artikel tentang 5 Kategori Hadits Dho’if Dan Penjelasannya. Semoga berguna dan bermanfaat, serta bisa menambah ilmu pengetahuan Anda.
Rekomendasi
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar