--> Skip to main content

6 Inti Pokok Kandungan Al-Qur'an Yang Perlu Kita Ketahui


6 Inti Pokok  Kandungan Al-Qur'an Yang Perlu Kita Ketahui

Al-Qur’an merupakan kitab suci terakhir yang diturunkan oleh Allah Subhanahu Wata'ala kepada seluruh umat manusia di dunia ini melalui Rasulullah Muhammad SAW, sebagai sumber hukum utama dan juga sebagai pedoman hidup manusia. 

Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia memiliki kandungan yang sangat lengkap seperti informasi-informasi dasar tentang berbagai masalah kehidupan, informasi tentang hukum, etika, sains, matematika, kedokteran dan lain sebagainya.

Memang informasi yang terkandung di dalam Al-Qur'an tidak semuanya di jelaskan dengan rinci dan detail, banyak dari ketentuan hukum dan masalah - masalah yang lain yang hanya memuat garis besarnya saja. Oleh karena itu kemudian ada Hadits Rasulullah SAW yang menjadi sumber hukum kedua bagi umat Islam yang menjelaskan dengan lebih detail lagi tentang hukum - hukum dan ketentuan yang ada di dalam Al-Qur'an.

Selain hadits Rasulullah SAW juga ada Ijtihad dari para ulama yang merupakan sumber hukum ketiga dalam agama Islam.

Pokok dan Isi Kandungan Al-Qur'an secara garis besar dapat kita kelompokkan menjadi beberapa kelompok. Paling tidak ada 6 Inti Pokok  Kandungan Al-Qur'an Yang Perlu Kita Ketahui, diantaranya sebagai berikut:

Inti kandungan Al-Qur’an

1. Tentang Masalah Akidah

Mengutip apa yang di tulis oleh  www.pustakaimamsyafii.com, kata "‘Aqidah" secara etimologi berasal dari kata dasar "al-‘aqdu" yakni dari ar-rabth (ikatan), al-Ibraamal-ihkam (pengesahan), (penguatan), at-tawatstsuq (menjadi kokoh, kuat), asy-syaddu biquwwah (pengikatan dengan kuat), at-tamaasuk(pengokohan) dan al-itsbaatu (penetapan). Di antaranya juga mempunyai arti al-yaqiin (keyakinan) dan al-jazmu (penetapan).

Sedangkan kata Aqidah secara sstilah (Terminologi), yaitu perkara yang wajib dibenarkan oleh hati dan jiwa menjadi tenteram karenanya, sehingga menjadi suatu kenyataan yang teguh dan kokoh, yang tidak tercampuri oleh keraguan dan kebimbangan.

Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa ketetapan hati seorang secara pasti itu bisa dikatakan sebagai aqidah, terlepas apakah hal tersebut baik dan benar ataupun salah.

2. Tentang Masalah Ibadah

Ibadah dari sisi bahasa pada hakekatnya adalah taat, tunduk, ikut atau nurut. Pengertian yang lain dari ibadah adalah segala bentuk ketaatan yang dijalankan atau dikerjakan untuk mendapatkan ridho dari Allah Subhanahu Wata'ala. Bentuk ibadah paling dasar dalam ajaran agama islam adalah apa yang tercantum dalam lima poin rukum islam. Mengucapkan dua kalimah syahadat, mengerjakan shalat lima waktu, membayar zakat fitrah, berpuasa di bulan suci Ramadhan, berhaji bagi mereka yang telah mampu untuk mengerjakannya.

Mengutip dari gurupendidikan.com, Ibadah berasal dari bahasa arab yang secara etimologi berasal dari akar kata عَبْدٌا-عِبَادَةً عَبِدَ-يَعْبُدُ- yang berarti taat, tunduk, patuh, merendahkan diri (kepada Allah).

3. Tentang Masalah Akhlak

Akhlak merupakan perilaku yang dimiliki oleh manusia, baik itu akhlak yang terpuji atau disebut  akhlakul karimah maupun ahlak yang tercela atau disebut akhlakul madzmumah. Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur'an bahwa Allah telah mengutus Nabi Muhammad SAW tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memperbaiki akhlak manusia. 

Firman Allah dalam surah Al-Anbiya ayat ke 107 sebagai berikut:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

Artinya: 
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu Muhammad, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. (QS Al-Anbiya’: 107)

Dan juga Hadits Rasulullah SAW sebagai berikut:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ

Artinya:
“Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan keshalihan akhlak.” (HR. Al-Baihaqi)

4. Tentang Masalah Hukum

6 Inti Pokok  Kandungan Al-Qur'an Yang Perlu Kita Ketahui
image via freepik

Al-Qur'an merupakan sumber hukum utama dalam agama Islam. Oleh karena itu maka di dalam Al-Qur'an banyak terkandung aturan - atran hukum yang berkenaan dengan kehidupan manusia. Hukum yang terkandung di dalam Al-Qur’an ada beberapa macam seperti hukum jinayat, mu’amalat, munakahat, faraidh, dan jihad.

Dan sebagai sumber hukum yang paling utama, maka Al-Qur’an memuat sisi-sisi hukum yang mencakup berbagai bidang.

Ada 3 sisi hukum dalam Al-Qur'an, yaitu sebagai berikut: 

Hukum I’tiqadiyah

Hukum I'tiqadiyah adalah hukum yang berkaitan dengan kewajiban orang mukallaf, yakni meliputi keimanan kepada Allah SWT, Malaikat-malaikat, Kitab-kitab, Rasul-rasul, Hari akhir (kiamat) dan ketetapan Allah SWT (qadha dan qadar).

Hukum Moral (Akhlak)

Adalah hukum yang berkaitan dengan perilaku orang mukallaf untuk menghiasi dirinya dengan sifat-sifat keutamaan dan menjauhkan diri dari segala sifat tercela (tidak terpuji).

Hukum Amaliyah

Hukum Amaliyah adalah segala aturan hukum yang berkaitan dengan perbuatan, perjanjian, dan muamalah antara sesama manusia. Hukum Amaliyah inilah yang kemudian disebut dengan nama fiqh Al-Qur’an dan dikembangkan oleh ilmu Ushul Al-Fiqh.

Hukum Amaliyah tersebut, kemudian secara garis besar terbagi lagi menjadi dua macam, yaitu :

1. Hukum yang mengatur tentang tingkah laku dan perbuatan lahiriah manusia dalam hubungannya dengan Allah SWT., misalnya mengerjakan perintah shalat, puasa, zakat, dan haji. Hukum ini disebut juga dengan nama hukum mu'amalah dalam arti yang khusus.

2. Hukum yang mengatur tentang tingkah laku lahiriah manusia dalam hubungannya dengan sesama manusia atau hubungannya dengan alam sekitarnya, misalnya hukum tentang jual beli, perkawinan, pembunuhan, dan sebagainya. Hukum ini kemudian disebut sebagai hukum mu’amalah dalam arti  yang umum.

Kemudian tentang ayat-ayat dalam Al-Qur’an dari segi kejelasan artinya terbagi menjadi dua macam, seperti telah di jelaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Ali Imran ayat ke 7 , yakni secara muhkam dan mutasyabih, sebagai beerikut :


هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ ۖ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ ۗ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ ۗ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

Artinya:
Dialah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami". Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal. (QS. Ali Imran:7)

Apakah arti ayat muhkam dan ayat mutasyabih itu?
  • Ayat muhkam adalah ayat - ayat dalam Al-Qur'an yang sangat jelas maknanya, tersingkap secara terang, sehingga menghindarkan adanya keraguan dalam mengartikannya dan menghilangkan adanya beberapa kemungkinan kesalahan pemahaman.
  • Ayat mutasyabih adalah kebalikan dari ayat muhkan, yaitu ayat - ayat dalam Al-Qur'an yang tidak pasti arti dan maknanya, sehingga dapat dipahami dengan beberapa kemungkinan (interpretasi).
5. Tentang Peringatan

Kandungan pokok Al-Qur'an yang kelima adalah tentang tadzkir atau peringatan dari Allah SWT. Tadzkir adalah peringatan kepada umat manusia akan ancaman dari Allah SWT yaitu berupa siksa api neraka. Tadzkir juga bisa berupa kabar gembira bagi orang-orang yang beriman kepada Allah SWT dan akan mendapatkan balasan berupa kenikmatan di syurga. Selain itu ada pula gambaran yang menyenangkan di dalam Al-Qur’an atau disebut dengan targhib dan juga kebalikannya, yakni gambaran yang menakutkan dari Allah SWT atau disebut dengan tarhib.

6. Tentang Kisah - Kisah

Kisah Para Nabi Dan Rasul
image via freepik

Kandungan Al-qur’an selanjutnya berisi tentang kisah-kisah tentang orang-orang terdahulu , baik yang mengalami kebinasaan (azab) akibat menentang perintah dan larangan Allah SWT ataupun kisah tentang orang - orang yang mendapatkan kemasyuran karena ketaatannya kepada perintah Allah SWT. Kisah-kisah tersebut bisa menjadi pelajaran yang sangat berguna bagi orang-orang sesudahnya (saat ini).

Berikut ini adalah beberapa jenis kisah yang ada di dalam Al-Qur’an , antara lain:

1. Kisah Para Nabi Dan Rasul

Kisah dari para Nabi dan Rasul ini berisi tentang perjalanan dakwah mereka kepada kaumnya,  dan juga karunia dari Allah SWT berupa mukjizat-mukjizat yang di berikan kepada mereka. Selain itu juga berisi tentang sikap-sikap orang yang terdahulu yang memusuhi dakwah para Nabi dan Rasul, tahapan-tahapan perjalanan dakwah mereka dan perkembangannya, serta akibat-akibat yang diterima oleh mereka yang mempercayai dakwah para Nabi dan Rasul tersebut dan golongan orang - orang  yang mendustakannya. Contoh kisah tersebut misalnya adalah kisah Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Harun, Nabi Isa, Nabi Muhammad, dan para Nabi serta Rasul yang lainnya.

2. Kisah-Kisah Yang Berkaitan Dengan Peristiwa Yang Terjadi Pada Masa Lalu

Sebagai contoh misalnya kisah tentang orang yang keluar dari kampung halamannya, yang beribu-ribu jumlahnya karena takut pada kematian, kisah tentang talut dan jalut, kisah tentang dua putra Adam, kisah tentang para penghuni gua, kisah tentang zulkarnaen, kisah tentang orang-orang yang menangkap ikan pada hari sabtu, kisah Maryam, dan sebagainya.

3. Kisah-Kisah Yang Berkaitan Dengan Peristiwa Yang Terjadi Pada Masa Rasulullah SAW

Kisah tersebut misalnya tentang perang badar dan perang uhud yang ada dalam surah Ali-Imran, kemudian kisah perang tabuk yang ada dalam surat At-Taubat, kisah perang ahzab yang ada dalam surat al-Ahzab, kisah tentang hijrahnya Rasulullah SAW, kisah tentang Isra' Mi'raj, dan sebagainya.

Manfaat dari kisah - kisah yang terdapat dalam Al-Qur’an tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kita bisa mengetahui tentang prinsip dakwah para Nabi dan Rasul dalam rangka mengajak kaumnya untuk beriman kepada Allah SWT. Kita juga bisa mengetahui tentang syariat utama yang di bawa oleh para Nabi dan Rasul.

2. Dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

3. Kita bisa mengikuti apa yang telah di contohkan oleh para Nabi dan Rasul dan kita juga bisa mengabadikan jejak serta peninggalan para Nabi dan Rasul tersebut.

Di dalam Al-Quran sendiri, kisah tentang para Nabi dan Rasul serta kisah-kisah yang lain diungkapkan secara berulang - ulang dalam konteks yang berbeda - beda.

Setiap kisah yang terdapat dalam Al-Qur'an memiliki maksud dan tujuan berbeda. Dan untuk alasan itulah maka kisah-kisah tersebut diungkapkan dalam Al-Qur'an. 

Dari semua uraian di atas dapat kita simplkan bahwa sesungguhnya Al-Qur’an tersebut merupakan kitab suci agama islam yang memiliki fungsi pokok sebagai petunjuk bagi umat manusia. Banyak sekali pesan - pesan tentang keimanan dan ketaqwaan yang dapat kita pelajari dari Al-Qur'an.

Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat kepada kita semua. Jangan lupa untuk membaca artikel - artikel lainnya di blog saya.
Rekomendasi
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar