--> Skip to main content

Puasa Ramadhan-Rahasia Sukses Yang Harus Anda Ketahui


Puasa Ramadhan-Rahasia Sukses Yang Harus Anda Ketahui

Di zaman modern seperti sekarang ini, kita sering merasa terganggu oleh kehadiran media sosial yang begitu menggoda, situs streaming video, dan gangguan lain yang lahir dari era modern akibat dari kecanggihan teknologi informasi. Secara bersamaan kita juga telah memulai sebuah perjalanan untuk mengembangkan diri kita secara mental, jasmani, dan rohani. Namun, banyak dari upaya yang kita lakukan untuk meningkatkan aspek dari keberadaan kita menjadi sia - sia saja. Kita tidak bisa berkonsentrasi dan fokus kepada tujuan hidup kita. Pikiran kita mungkin positif, akan tetapi tindakan kita tidak konsisten. Kita kurang melakukan kontrol terhadap diri kita sendiri tentang apa yang diperlukan untuk mencapai tujuan perkembangan kita tersebut. 

Puasa adalah cara yang paling alami dan efektif untuk membersihkan tubuh dan pikiran, akan tetapi yang paling penting (dalam konteks ini) adalah cara yang paling efektif bagi kita untuk mendapatkan kembali kendali atas diri kita sendiri. Dengan berpuasa, saya tidak bermaksud mengatakan bahwa kita harus melakukan upaya sekeras mungkin untuk menjauhkan diri kita dari platform media sosial milik kita. Puasa adalah membuat pilihan sadar untuk menjauhkan diri dari semua atau beberapa jenis makanan dan atau minuman. Ini adalah apa yang orang tua kita dulu lakukan, metode yang paling efektif untuk membangun kembali kekuatan tubuh sendiri dan memperkuat kemampuan pikiran kita untuk lebih disiplin. Jadi, karena banyak dari orang tua itu yang berpuasa  maka saya kemudian ikut berpuasa.

Seperti halnya otot tubuh kita, pengendalian diri akan meningkat secara tajam ketika hal tersebut dilakukan. Sebelum melaksanakan rutinitas berpuasa, kita mungkin menyadari bahwa kita tidak dapat berkonsentrasi dengan baik karena kita memang tidak bekerja dengan baik untuk mengendalikan diri kita sendiri. Jadi otot kontrol diri kita telah memburuk dan membiarkan perasaan emosi memimpin pengambilan keputusan yang kita buat. 

Jadi dari semua metode yang ada untuk meningkatkan pengendalian diri, apa yang membuat puasa begitu berdampak kepada hidup kita?

Manusia memang harus makan untuk menjaga kesehatan tubuh dan untuk bertahan hidup, tetapi ada sisi emosional yang berhubungan dengan pola makan yang sering lebih mengarah ke indulgensi. Sayangnya, sifat rakus telah diterima secara sosial dan merupakan bagian utama dari "budaya konsumsi" kita sehari - hari. Akibatnya, kita secara tidak sadar cenderung lebih memanjakan diri dengan segala jenis makanan dan minuman. Kita tidak menyadari bahwa hal tersebut adalah sebuah hal yang salah. 

Mengingat bahwa otak kita memiliki kapasitas yang terbatas, masuknya rangsangan terhadap makanan dan minuman ini menciptakan kebisingan yang mencegah kita dari kemampuan untuk berkonsentrasi. Jika tidak ada konsentrasi, maka tidak akan pernah ada disiplin. Sementara niat kita baik dan kita ingin mengubah diri kita  untuk menjadi lebih baik, namun karena kurangnya disiplin membuat kita tidak akan pernah mencapainya.

Makanan sekarang ini seolah menjadi sebuah kecanduan bagi kita.  Hal ini berdampak kurang baik terhadap usaha pengendalian diri. Tak perlu dikatakan, orang yang terganggu dan kecanduan makanan sekarang lebih banyak dari sebelumnya. Jadi apa cara yang lebih baik bagi kita untuk melawan kurangnya pengendalian diri akibat dari kecanduan kita terhadap makanan?

Sementara itu ada manfaat rohani yang besar untuk menenangkan tubuh dan menantang pikiran kita melalui puasa, maka kemudian saya baru menyadari bahwa ada sesuatu yang lain. Tanpa kemampuan untuk mengendalikan diri, maka kita tidak akan pernah untuk disiplin. Jika kita tidak disiplin, maka kita tidak dapat mencapai keberhasilan yang berkelanjutan dalam setiap usaha pribadi atau bisnis kita.

Ketika kita berpuasa, maka kita belajar untuk mengendalikan setiap aspek lain dari kehidupan kita. Puasa memberdayakan diri kita untuk mengatasi kecanduan terhadap hal apapun, tidak peduli betapa hal itu telah tertanam dalam diri kita sebelumnya. Secara medis, puasa telah ditemukan dengan cepat menghilangkan keinginan dan kecanduan kita terhadap nikotin, alkohol, kafein dan obat - obatan yang lain.

Kita telah diprogram, oleh keluarga, teman, masyarakat, dan sebagainya untuk makan setidaknya 3 kali sehari. Hal ini menciptakan pola emosional yang menjadi fundamental bagi kehidupan kebiasaan kita. Jadi, kita mulai dengan  satu atau dua hari pertama puasa. Setelah melewati hari ketiga kita tidak  boleh mengalah pada hasrat kita, maka kita mulai melepaskan diri dari ketergantungan emosional kita pada makanan. Dengan demikian, itu memberikan kepada kita sebuah pengalaman yang kuat dan mengerahkan kontrol atas tindakan kita di tengah hasrat emosional yang kuat. Ini menyebar di seluruh jiwa kita karena kita bisa berpikir secara jernih dan tegas, oleh karena itu emosi tidak lagi menguasai diri kita.

Pengendalian diri

Puasa mampu meningkatkan kemampuan kita untuk menjadi disiplin dan fokus, tetapi manfaat puasa untuk kesehatanlah yang membuatnya bermanfaat lebih untuk hidup kita. Dengan berpuasa maka kemampuan kita untuk berkonsentrasi membaik, dan perasaan depresi mulai menghilang, kecemasan memudar, dan kita bisa menghargai kebahagiaan dalam kehidupan. Puasa memungkinkan kita untuk tampil di mana kita merasa hal tersebut adalah sebuah hal yang tidak mungkin.  Kita merasa luar biasa tenang dan kesadaran diri kita bersinar seperti sebuah ide yang mengalir melalui diri kita persis ketika kita membutuhkannya.

Tanpa masuk ke dalam hal - hal ilmiah, saya akan mengilustrasikan apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh saat kita berpuasa. Sistem pencernaan kita membutuhkan sejumlah besar energi untuk memproses makanan, terutama 3 kali dalam sehari. Ketika Anda menjauhkan diri dari makanan, energi yang dialokasikan akan kembali ke bagian lain dari tubuh. Sel mulai membangun kembali, sistem kekebalan tubuh menguat, panca indra Anda dipertajam, dan kemampuan kognitif Anda akan meningkat. Di luar itu Anda akan mengalami tingkat kejelasan dan peremajaan spiritual yang tak terpikirkan sebelumnya..

Pada hari ketiga berpuasa, ketika tubuh kita telah bergeser ke ketosis sebagai sumber utama bahan bakar, otak mulai memiliki bahan bakar yang cukup, akan tetapi jenis bahan bakar yang berbeda. Ketosis menggambarkan suatu kondisi di mana lemak dipecah untuk menghasilkan energi, yang juga menghasilkan keton, sejenis asam. Ketika dalam ketosis penuh, pikiran hanya bekerja dengan cara yang agak berbeda. Berpikir bisa sama beratnya, akan tetapi cenderung lebih cepat, lebih reflektif, lebih mudah dipelajari, lebih detail, dan lebih terkontrol.

Sementara kita melaksanakan ibadah puasa Ramadhan untuk mencari kejernihan mental, pengendalian diri, spiritual dan mendekatkan diri kepada Allah Subhananhu Wta'ala.

Ada beberapa jenis  kondisi kesehatan yang tidak merespon dengan baik untuk tetap berpuasa, misalnya untuk penderita diabetes yang telah menggunakan injeksi zat insulin selama 2 tahun atau lebih. Mereka menggunakan obat-obatan sampai mereka telah benar-benar telah melakukan detoksifikasi tubuh mereka dan berhenti menggunakan asupan semua bahan kimia dalam penanganan kesehatannya. Jika tidak, puasa dapat menyebabkan racun terlalu banyak untuk mengalir keluar cairan getah bening ke dalam darah. Jadi, jika Anda tidak memiliki kondisi kesehatan yang akan mencegah Anda dari puasa,sebaiknya Anda lebih berhati - hati.

Ketika sedang berpuasa sebagian orang memilih untuk menyendiri dan tidak melakukan kontak dengan orang lain sebagaimana biasanya. Kesendirian bagi mereka adalah suatu keharusan atau hasil puasanya akan hilang sia - sia. Membaca buku, menulis, atau kegiatan kognitif merangsang lainnya membuat keseimbangan mental mereka. Ketika Anda berpuasa untuk tujuan rohani, maka Anda sebaiknya memperbanyak ibadah dan berdo'a agar lebih dekat dengan Sang Pencipta. 

Puasa adalah bagian penting dari kehidupan kita, selama bertahun-tahun lamanya. Kita telah mengalami dan menyaksikan transformasi yang luar biasa dalam pola perilaku berkat menjalankan ibadah puasa ini. Hal ini sangat mempengaruhi diri kita untuk mendapatkan kembali kendali atas diri kita ketika kita melayang ke arah yang salah secara mental, dan pikiran kita. Itu semua akan membuat kita menuju kearah yang tepat yaitu kesuksesan dan keberhasilan dalam hidup.

Demikianlah uraian artikel tentang Puasa Ramadhan-Rahasia Sukses Yang Harus Anda Ketahui. Semoga bermanfaat untuk Anda.
Rekomendasi
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar