Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Asal Mula Manusia Menurut Agama Islam

Asal Mula Manusia Menurut Agama Islam

Manusia adalah makhluk yang unik sekaligus misterius. Julukan unik dan misterius itu telah mengantarkan manusia untuk terus mencari hakikat manusia dan jawaban teka-teki siapa manusia sejatinya. 

Perbedaan titik pijak atau cara pandang yang berbeda akan menghasilkan kesimpulan yang berbeda.

Namun, bila jawabannya disandarkan pada agama, khususnya Islam, sebagaimana terekam dalam Al Qur’an, secara gamblang akan ditemui bagaimana Islam jauh-jauh hari telah mengajukan konsep teoritis tentang asal mula manusia. 

Terbukti, apa yang dijabarkan oleh Allah melalui Al Qur'an kompatibel dengan ilmu pengetahuan.

Keyakinan awal yang wajib dikedepankan adalah bahwa Allah pencipta alam semesta berikut seisinya, tak terkecuali manusia. Itu artinya, ada potensi kefitrahan di setiap ciptaannya. Lebih-lebih dalam diri manusia.

Spirit Allah ada pada manusia. Alasannya, di awal proses penciptaan, Allah meniupkan ruh-Nya. Dengan demikian, ada fitrah ketuhanan dalam diri manusia. 

Spirit inilah yang patut direnungkan dan direfleksikan dalam kehidupan. Hanya dengan cara demikian penemuan kesejatian manusia tidak akan terbentur tembok. Paling tidak, teka-teki siapa manusia bisa terjawab, manusia bukan lagi misterius.

Ruh dan Materi

Konsep Al Qur'an tentang penciptaan manusia bisa dilihat dari beberapa ayat kunci seperti surat Shaad (38) ayat 71-72, Al-hijr (15) ayat 28-29, Al-hajj (22) ayat 5, Al-mu’minuun (23) ayat 13-14, Al-insan (76) ayat 2, dan lain-lain. Selain Al Qur'an, ada juga hadis nabi yang mendukung argumen teoritis Al Qur'an.

Disebutkan dalam surat As-shaad ayat 71-72, “(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka, apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan)-Ku, maka hendaklah kamu menyungkur dengan bersujud kepadanya”.

Masih sepengertian dengan ayat diatas, Allah berfirman: “dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka, apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud” . [QS. Al-hijr (15) ayat 28-29].

Firman Allah SWT dalam surah Al-Hajj ayat 5:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ ۚ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ ۖ وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّىٰ وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا ۚ وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ

Artinya:

Dalam kesempatan lain dikatakan juga, “Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan, kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah." (Al-hajj ayat 5). 

Ayat lain yang juga mendukung ayat-ayat di atas adalah “Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang-belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka, Maha Sucilah Allah, Pencipta yang paling baik” (QS. Al Mu'minun : 13-14).

Selain itu, ayat lain yang tak kalah pentingnya adalah surat Al-insan ayat 2. “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur ang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan Dia mendengar dan melihat”.

Ayat-ayat di atas kemudian disokong dan diperkuat oleh hadis nabi,  “Dialah yang benar dan dibenarkan. Sesungguhnya seorang diantara kamu dikumpulkannya pembentukannya (kejadiannya) dalam rahim ibunya (embrio) selama empat puluh hari. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan segumpal darah. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan sepotong daging. Kemudian diutuslah beberapa malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya (untuk menuliskan/menetapkan) empat kalimat (macam) : rezekinya, ajal (umurnya), amalnya, dan buruk baik (nasibnya)." (HR. Bukhari-Muslim).

Fitrah Ketuhanan

Argumen teoritis dan konseptual seputar awal atau asal mula manusia terletak pada integrasi antara ruh dan materi. Dua konsep kunci itu sejatinya satu paket dan satu kesatuan, yakni ruh dan tanah. Ruh dimaksud adalah ruh Allah.

Dengan demikian pada dasarnya manusia memiliki potensi fitrah yang berasal dari Allah. Sedangkan tanah disini memiliki arti simbolik. Artinya, penciptaannya tidak seperti membuat patung yang terbuat dari tanah.

Tanah adalah faktor penting tumbuh kembangnya manusia. Dari tanah, berbagai macam protein atau sari makanan dikonsumsi manusia. 

Melalui proses metabolisme dalam tubuh, sari-sari makanan itu kemudian menghasilkan hormon, hubungan s*ksual, kemudian terjadi perjumpaan antara sperma dan ovum. Perjumpaan inilah yang menghasilkan wujud atau bentuk manusia paling sempurna.

Demikianlah ulasan singkat tentang asal mula manusia menurut agama Islam. Semoga ulasan diatas berguna dan bermanfaat.

Post a Comment for " Asal Mula Manusia Menurut Agama Islam"