Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Arti Jihad dalam Pandangan Islam

Arti Jihad dalam Pandangan Islam

Apa arti jihad dalam pandangan islam? Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Islam mengatur seluruh apa yang ada di langit dan bumi, semuanya terangkum dalam Al-Quran dan Al-Hadist atas wahyu dari Allah SWT.

Bagaimana dengan Jihad? Betapa banyak orang yang keliru mengartikannya; perang dengan peluru, membunuh orang kafir, aksi bom bunuh diri, dan sebagainya yang sangat tidak enak didengar. Penuh dengan bahasa dan kata negatif dan mengerikan. Padahal jihad itu artinya "bersungguh-sungguh".

Bersungguh-sungguh menuntut ilmu di sekolah, di kampus, di lembaga swasta, itu juga disebut jihad, begitu pula dengan memberikan ilmu di jalan-Nya atau hanya ingin ridho dari-Nya. Seorang ibu yang berjuang dalam kehamilan dan melahirkan anak-anaknya pun juga disebut dengan berjihad.

Menolong orang yang sedang kesusahan, bersungguh-sungguh ingin bertobat dan merubah diri menjadi lebih baik lagi juga disebut berjihad. Begitulah sedikit sentuhan arti jihad dalam pandangan islam yang sebenarnya. Jadi, jangan salah kaprah lagi dalam mengartikan jihad, ya?!

Arti Jihad Dalam Pandangan Islam Memberikan Jawaban yang Benar

Jawaban tentang segala hal yang berhubungan dengan berjihad perlu diseleksi. Sebab penyalahartian tentang arti jihad itu sendiri akan membawa seseorang hilang logika dan akal sehatnya, membenarkan yang salah makna dan hakikatnya. 

Itulah yang sering disebut dengan aliran sesat bila kita berada di zona dengan pemikiran yang sempit ini. Padahal, Islam itu luas dan menyeluruh.

Arti Jihad Dalam Pandangan Islam Adalah Semangat Hidup

Mengartikan jihad dalam islam yang sesungguhnya berdasarkan akidah yang lurus akan memberikan semangat yang lurus juga. Semangat dalam memperoleh gelar syuhada dalam kesungguh-sungguhan dengan berbuat baik di dunia untuk memetik hasilnya di akhirat kelak.

Semangat disini artinya bahwa seluruh pekerjaan yang kita lakukan hanya atas niat karena Allah SWT, hanya karena ingin dicintai-Nya, hanya karena Allah SWT menyukai apa yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh (jihad), akan meningkatkan adrenalin kita dalam berbuat dengan senantiasa tersenyum dan bersyukur. Saya rasa jihad pun tak lepas dari arti bersyukur, juga sabar.?

Makna Jihad Dalam Islam

Saat ini, banyak sekali orang yang telah termakan dengan propaganda negatif dari barat tentang jihad dan pengertian jihad. Jihad mereka citrakan identik dengan bom bunuh diri, perang brutal, kekerasan dan islamisasi paksa. Padahal, makna jihad dalam Islam sendiri tidak sesempit itu.

Makna Secara Bahasa

Jihad secara bahasa sebenarnya berarti: usaha yang sungguh-sungguh atau mencurahkan tenaga agar tercapai tujuan. Usaha tersebut tidak melulu berkaitan dengan perang, tapi juga dalam masalah sehari-hari seperti mencari rezeki, mencari ilmu, atau memperoleh tujuan yang diinginkan masing-masing orang.

Memahami konteks jihad dalam Islam, maka jihad adalah melakukan segala sesuatu yang diridhoi oleh Allah dengan sungguh-sungguh dan usaha keras, serta sesuai dengan tuntunan sunnah Rasulullah SAW.

Jihad Dalam Ayat Madaniyah

Dalam Al-Qur'an terutama ayat-ayat madaniyah, setidaknya ada 26 kata jihad yang terselip. Memang kesemuanya menunjuk pada makna jihad yang berarti perang melawan kaum kafir. Juga keutamaan tentang jihad fi sabilillah dan ancaman jika seorang muslim menolak untuk berjihad. Sehingga benar adanya jika ada yang memaknai jihad adalah perang di jalan Allah.

Jihad Dalam Ayat Makkiyah

Sedangkan makna jihad dalam ayat yang turun di Mekah, sama seperti makna jihad secara bahasa, yaitu bersungguh-sungguh dalam melakukan suatu usaha. Itu juga yang menjadi dasar pemikiran dan dalil dari mereka yang mengatakan bahwa jihad dalam Islam tidak selalu identik dengan perang mengangkat senjata melawan musuh Islam.

Jihad Terbesar

Dalam sebuah hadist, dikisahkan bahwa pada suatu ketika Rasulullah dan para sahabatnya sedang beristirahat dari sebuah perjalanan perang. Rasulullah lantas bersabda bahwa mereka harus segera bersiap untuk menghadapi jihad yang lebih besar lagi. 

Sahabatnya bertanya, hendak berjihad kemana lagi kah mereka, dan Rasulullah menjawab, jihad yang lebih besar adalah jihad melawan hawa nafsu diri sendiri.

Dari pengertian jihad dalam Islam di atas, maka tidaklah sepantasnya ada saling menyalahkan antar muslim karena perbedaan pendapat tentang jihad. 

Mencari titik persamaan dan titik temu dari berbagai pendapat tersebut demi terciptanya perdamaian adalah sebuah perbuatan yang terpuji. Daripada saling menghujat dan menyalahkan pendapat muslim lain hingga terjadi konflik dengan saudara seiman. 

Apakah Aksi Terorisme Adalah Jihad?

Akhir-akhir ini, istilah jihad sering diselewengkan oleh sebagian kelompok. Makna jihad telah disamakan dengan bentuk terorisme. Barang siapa melakukan bunuh diri dengan bom guna membunuh kaum kafir, meskipun tanpa alasan benar, dikategorikan sebagai mujahid. Kekacauan di muka bumi akibat ulah para teroris dianggap sebagai jihad.

Teror bom kian mengancam beberapa tempat yang “diperkirakan” banyak dihuni atau didatangi kaum kafir. Meskipun ada orang muslim yang turut mati dalam pembunuhan massal itu, para teroris menganggapnya sebagai bentuk jihad, mati di jalan Allah demi membela agama. 

Padahal, peristiwa semacam ini sungguh menyedihkan karena para teroris hanya optimis mencium bau surga versi mereka.

Islam Mendatangkan Rahmat bagi Manusia

Arti Jihad dalam Pandangan Islam

Islam merupakan ajaran agama yang bersih, mengajarkan cinta kasih, dan yang lebih utama adalah mendatangkan rahmat bagi umat manusia. Seperti yang dinyatakan Ibnu Abbas, rahmat dalam hal ini mencakup orang baik maupun orang jahat. Orang yang beriman kepada Nabi Muhammad akan sempurna rahmat dunia dan akhiratnya. Demikian pula, sebaliknya.

Salah satu bukti kasih sayang Islam pada umat manusia adalah tidak membenarkan terjadinya pertumpahan darah manusia tanpa alasan yang jelas dan benar. Allah SWT berfirman dalam surat Al-An’am ayat 151: “Janganlah kamu membunuh nyawa yang diharamkan Allah –untuk dibunuh– kecuali dengan sebab yang benar."

Al-Baghawi memberikan penjelasan bahwa yang dimaksud pembunuhan haram dalam ayat tersebut adalah membunuh seorang mukmin dan orang kafir yang terikat perjanjian keamanan dengan umat Islam, kecuali dengan sebab yang benar. 

Sebab yang benar dalam hal ini adalah sebab yang membuat orang itu pantas dibunuh, misalnya karena murtad, bunuh balas bunuh, dan perzin*han yang mengharuskan hukuman rajam bagi pelaku.

Terkait pembunuhan yang diharamkan ini, Rasulullah pun bersabda:

“Barang siapa yang membunuh seorang kafir yang terikat perjanjian dengan kaum muslimin maupun dengan pemerintahannya, maka dia tidak akan mencium bau surga. Sesungguhnya, baunya itu akan tercium dari jarak perjalanan empat puluh tahun.” (HR Bukhari)

Hadis tersebut dengan jelas menyatakan bahwa membunuh seorang kafir yang terikat perjanjian dengan kaum muslimin dan pemerintahannya merupakan dosa besar. Selain itu, Islam tidak memperbolehkan kegiatan bunuh diri meskipun dengan tujuan baik, misalnya untuk memerangi musuh. 

Dengan demikian, perilaku para teroris yang menasbihkan jihad dalam peristiwa bom bunuh dirinya patut dipertanyakan.

Melakukan Dosa dan Mengharap Pahala

Pada dasarnya, setiap orang yang melakukan perbuatan dosa sudah menyadari bahwa balasannya adalah siksa. Namun, tidak demikian bagi para teroris yang melakukan pengeboman dan aksi bunuh diri. Mereka justru merasa bangga serta mengelu-elukan dirinya sebagai mujahid yang sudah pasti masuk surga.

Seorang pelaku bom bunuh diri, bahkan, sempat membuat rekaman berupa pesan bagi orang tuanya agar tidak sedih. Dengan penuh optimisme, sang pelaku peledakan itu berkata bahwa ia lebih dulu ada di surga dan kelak akan bersama-sama dengan kedua orangtuanya. Sungguh optimisme yang keliru dan mendahului kekuasaan Tuhan.

Padahal, hal itu sebenarnya merupakan tipu daya setan. Allah pun menyatakan dalam firmannya bahwa orang yang paling merugi amalnya ialah orang-orang yang usahanya di dunia sia-sia, sementara mereka menganggap telah melakukan kebaikan sebaik-baiknya.

Makna Jihad Sebenarnya

Sesungguhnya, mujahid sejati adalah orang yang mampu menundukkan hawa nafsunya untuk melakukan ketaatan kepada Allah. Termasuk, memerangi orang kafir dengan cara yang benar, bukan melakukan perbuatan dosa dan pelanggaran lain. 

Rasulullah bersabda, “Orang yang berjihad adalah orang yang berjuang menundukkan dirinya dalam ketaatan kepada Allah.” (HR Ahmad)

Dengan demikian, jelas sudah bahwa aksi terorisme bukanlah jihad. Terorisme dapat diartikan sebagai perilaku yang mengakibatkan kekacauan serta kerusakan di muka bumi. Seperti yang kita ketahui, Allah SWT sangat membenci hal itu seperti yang tertuang dalam surat Al-Qashash ayat 77.

“Janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang menebarkan kerusakan.”

Pahami Dalil Secara Utuh

Dengan maraknya peristiwa memilukan ini, kaum muslimin sepatutnya meningkatkan pemahaman agama serta berusaha mengamalkannya. Sesungguhnya, aksi para teroris tersebut merupakan bentuk penyelewengan atas dalil atau ayat yang disampaikan Allah untuk memerangi orang kafir tanpa mempertimbangkan alasannya.

Oleh sebab itu, pahamilah dalil secara utuh agar mata Anda terbuka untuk menghentikan dan terhindar dari perbuatan yang merugikan manusia dan bumi serta dimurkai Allah.

Post a Comment for " Arti Jihad dalam Pandangan Islam"