Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bagaimana Cara Menjadi Muslimah Sejati Sesuai Syariah

muslimah-sejati

Tantangan bagi setiap perempuan muslim adalah bagaimana menjadi muslimah sejati. Menjadi muslimah sejati seakan begitu sulit dan terkesan begitu kolot. 

Bayangan mengenai muslimah sejati yang identik dengan bayangan mengenai syarat-syarat dan kehidupannya yang dianggap monoton menjadi momok bagi sebagian perempuan untuk dapat menjadi seorang muslimah sejati.

Sebagian besar beranggapan menjadi muslimah sejati begitu sulit dan banyak hal mesti dikorbankan. Terlebih lagi bagi perempuan yang berkarir dan memiliki prestasi yang bersinar pada bidang pekerjaannya.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa pandangan banyak orang yang menafsirkan muslimah sejati adalah perempuan yang memakai pakaian yang serba besar, membatasi gerak dan aktivitas, membatasi interaksi dengan lawan jenis, dan tidak memiliki kebebasan dalam berkarir.

Belum lagi bagi mereka yang sudah menikah dan memiliki anak, bayangan menjadi muslimah sejati yang ditafsirkan dengan banyak berdiam diri di rumah, mengurus anak seharian penuh, pergi berbelanja dengan tergesa karena harus segera kembali ke rumah, mengatur pengeluaran sehemat mungkin, dan hal lain yang dianggap begitu menyulitkan dan membatasi ruang gerak seorang perempuan.

Penafsiran seperti itulah yang membuat banyak perempuan terkesan menunda bahkan seolah enggan menjadi muslimah sejati. 

Berbekal percaya dan yakin terhadap Allah SWT dan menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim dalam hal lima rukun Islam yakni syahadat, shalat, puasa, zakat, dan naik haji.

Muslimah Sejati - Menutup Aurat

Hal lain yang berhubungan dengan keislamannya dianggap sudah tercakup hanya dari segi shalat dan puasa saja. Persoalan menutup aurat misalnya tidak menjadi prioritas utama kebanyakan perempuan untuk menjadi sosok muslimah sejati. 

Jikapun menutup aurat dalam hal memakai kerudung, hanya sebatas menutup kepala, memakai pakaian berlengan panjang, dan memakai celana atau rok yang menutupi bagian paha hingga mata kaki.

Sebagian besar dari mereka masih belum mengerti dan memahami menutup aurat yang sebenarnya. 

Pakaian yang dikenakan masih jauh untuk dapat dikatakan benar-benar menutup aurat sebab bagian lekukan tubuh mereka masih dapat disaksikan meski memakai pakaian yang serba panjang.

Pilihan mereka selalu jatuh pada baju yang ketat dan celana yang ketat pula, ditambah dengan celana dengan model hipster atau di bawah pinggang. 

Belum lagi bagian baju yang dikenakan biasanya tidak cukup panjang sehingga ketika sedikit membungkukkan badannya, maka akan terlihat celana dalamnya.

Persoalan dalam memandang muslimah sejati pun menjadi bias dari segi pakaian. Mereka yang hanya menutup tubuh, menutup aurat dengan hanya memakai kerudung dan pakaian berlengan panjang, menganggap perempuan lain yang memakai pakaian yang berlebihan belum menjadi sosok muslimah sejati.

Sebagian dari mereka berpendapat menjadi seorang muslimah sejati mesti pula mengerti bahwa pakaian yang berlebihan itu akan menggerus debu jalanan yang banyak najisnya. Kesucian dari najis menjadi bisa saja terabaikan ketika hal tersebut tidak terpikirkan.

Persoalan sosok muslimah sejati dari segi pakaian yang terlihat secara ekstrim perbedaannya tentu akan menjadi bakal calon perdebatan. 

Titik tengah dari bakal calon perdebatan tersebut dapat diantisipasi dengan penggunaan pakaian yang menutup bagian tubuh yang menjadi aurat dengan pakaian yang tidak ketat namun tidak juga menyapu jalan.

Pakaian yang pantas dan menjaga aurat akan membuat seorang perempuan tak hanya terlihat cantik dan santun namun menunjukkan bahwa kita menghargai diri kita sendiri, tidak memberikan celah bagi siapapun terlebih lawan jenis untuk mengolok-olok kita dari segi penampilan.

Menjadi muslimah sejati sesungguhnya tidaklah sulit. Tafsiran mengenai muslimah sejati yang begitu dianggap sulit dan membatasi mestinya dikesampingkan terlebih dahulu. 

Segalanya dimulai dengan perlahan dan melalui sebuah proses. Namun proses tersebut mesti diciptakan, dilakukan, bukan ditunggu atau sekadar dibayangkan saja.

Sebuah perubahan memang mesti dimulakan, jika tidak disegerakan untuk dilakukan, maka hal tersebut hanya sebatas niatan belaka tanpa mewujud sesuatu apapun. 

Muslimah sejati mesti diciptakan, bermula dengan niat menutup aurat dengan memakai kerudung. Kemudian menjaga ucapan dari hal-hal yang dapat merugikan orang lain.

Bergosip memang menyenangkan namun hal tersebut dapat merugikan orang lain sebab gosip identik dengan sesuatu yang belum jelas faktanya dan lebih besar unsur fantasinya atau rekaannya.

Memasuki Islam mestilah kaffah, artinya memasuki dengan benar-benar mempelajari dan mengamalkan seluruh hukum-hukum keagamaan. Mengaplikasikan keislaman bukan dari segi kata-kata, namun dari segi perlakuan, tindakan. 

Banyak orang yang belajar mengenai ayat Al-Quran, banyak juga yang tahu betul isi ayat namun rata-rata mempelajari dan mengetahui Al-Quran untuk menasihati orang lain, bukan untuk mengamalkannya.

Itu sebabnya banyak sekali jumlah warga muslim di Indonesia namun masih banyak pula yang belum dapat mengamalkan tafsirannya atas ayat. 

Sebagai muslimah sejati, semestinya mengetahui ayat-ayat yang dapat semakin memperkokoh keislamannya, pemahaman dan pengaplikasiannya atas sesuatu yang berhubungan dengan syariat, tarekat, dan ma’rifat.

Muslimah sejati tentu mesti dapat menjaga tingkahnya, baik ketika di hadapan banyak orang maupun ketika dalam lingkungan keluarga sebab muslimah sejati tahu benar bahwa Tuhan selalu menyaksikan segala yang diperbuatnya. Sebagai seorang muslimah sejati sudah semestinya takwa terhadap Allah SWT.

Taqwa dalam arti benar-benar menaati segala yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah SWT. Benar-benar menaati perintah dan larangan tidaklah mudah, keteguhan keimanan seorang muslimah benar-benar dijaga, terlebih dengan perkembangan zaman dan ocehan orang lain yang mungkin saja mengombang-ambingkan kadar keimanan seseorang.

Menjadi Muslimah Sejati - Jujur Sebagai Jalan

kejujuran
credit:[email protected]_tanjung

Dalam agama Islam terdapat riwayat pada zaman Nabi Muhammad SAW yakni ketika seseorang mendatangi Nabi Muhammad SAW dan bertanya apa yang harus dilakukan agar menjadi seorang muslim yang baik. Nabi Muhammad SAW hanya menjawab dengan singkat: "JUJUR".

Ucapan Nabi Muhammad SAW sangatlah singkat dan begitu sederhana namun dalam pengaplikasiannya tidaklah mudah. Menjadi orang yang jujur begitu sulit, ketika kita jujur, maka kita akan terhindar dari segala hal yang dilarang oleh Tuhan sebab kita tahu benar bahwa kejujuran itu begitu berat.

Saat kita melakukan kesalahan kemudian kita bertanya pada diri sendiri apakah kita sudah takwa atau belum, maka jawabannya adalah kejujuran itu sendiri: takwa atau tidak. 

Jujur seakan hal yang sangat mudah, namun tak semua orang dapat berlaku jujur dalam kehidupannya. Muslimah sejati mestilah menjadi sosok yang jujur sehingga dengan cara itulah ia dapat memasuki Islam dengan kaffah.

Kisah Nabi Muhammad SAW dapat menjadi inspirasi bagi calon muslimah sejati. Dalam kisah Nabi Muhammad SAW, kita semua tahu bahwa Rasulullah SAW memiliki empat julukan, salah satunya adalah dapat dipercaya, jujur.

Kejujuran begitu kompleks jika dikaji secara mendalam. Kejujuran memiliki nilai filosofis yang berkaitan dengan seluruh aspek kehidupan. Ketika kita ingin menjadi seorang muslimah sejati yang selamat dunia akhirat, kuncinya hanyalah jujur. 

Jujur atas apa yang Tuhan perintahkan, jujur atas segala kesalahan, jujur dalam bertaubat, jujur dalam mencapai surganya Allah membuat kita benar-benar taqwa.

Seorang muslimah yang telah dapat mengamalkan kejujuran, maka ia telah meniru Rasulullah, meniru utusan Allah SWT, meniru perpanjangan tangan Tuhan. 

Ia telah berupaya menggapai surganya Allah dengan cara menjadi muslimah sejati. Sejati dalam arti benar-benar sungguh-sungguh menjadi refleksi keindahan Islam.

Seorang muslimah sejati mampu menunjukkan kepada orang lain bahwa Islam itu penuh kebaikan, menenangkan, dan cinta damai. 

Muslimah sejati mesti dapat menjadi istri idola, penuh cinta, istri yang dapat memberikan bahunya ketika suami merasa lelah atau bersedih, istri yang dapat menjaga kehormatan nama baik keluarganya. 

Muslimah sejati pun mesti menjadi ibu yang hangat bagi anak-anaknya, dapat memberikan pelukan yang hangat menjelang tidur dan kecupan yang menenangkan saat anak-anak sedang sakit.

Menjadi sosok muslimah sejati sesungguhnya tidaklah sulit. Menjadi muslimah sejati segalanya dikembalikan pada kitab suci umat Islam, pada Al-Quran untuk mengetahui bagaimana sikap, tindakan, dan ucapan yang mesti dilakukan oleh seorang muslimah sejati. 

Insha Allah surga adalah jalan yang diperolehnya melalui jalan kejujuran sebagai kunci pembuka pintu surga.

Post a Comment for " Bagaimana Cara Menjadi Muslimah Sejati Sesuai Syariah "