Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Bacaan dan Ayat Ayat Ruqyah

Mengenal Bacaan dan Ayat Ayat Ruqyah

Ruqyah lebih akrab ditelinga kita dengan sebutan jampi-jampi, yakni kalimat-kalimat tertentu yang dibacakan untuk proses penyembuhan orang yang di ganggu jin. 

Ruqyah terbagi dua jenis yakni; ruqyah syariyyah dan ruqyah syirkiyyah. Ruqyah syariyyah (syar’i) merupakan ruqiyah atau jampi-jampi yang sesuai dengan syariah, yakni menggunakan ayat-ayat Al Quran yang jelas, sedangkan ruqyah syirkiyyah (syirik) merupakan jenis ruqyah yang menggunakan kalimat-kalimat yang tidak ada dalam Al Quran.

Ayat ayat ruqyah syirkiyyah biasanya diambil dari potongan ayat-ayat Al Quran yang dikemas menjadi bacaan-bacaan tak jelas dengan jumlah tertentu. 

Adapun beberapa ciri perbedaan yang jelas antara kedua jenis ruqyah ini adalah sebagai berikut:

Ruqyah Syariyyah

Bacaan ayat ayat ruqyah syariyyah adalah bacaan-bacaan ayat-ayat Al Quran yang sudah cukup akrab di telinga kita seperti ayat kursy, surah Al-fatihah, Surat An-Nas, Surat Jin, Surat Al-Ikhlas, ayat-ayat terakhir surah Al-Baqarah dan sebagainya. Pada ruqyah syariyyah, bacaan ayat-ayat ini disampaikan secara jelas, tegas dan tidak samar-samar.

Ruqyah syariyyah tidak menggunakan benda yang aneh-aneh seperti pada ruqyah syirkiyyah. Benda-benda yang biasa digunakan hanyalah air putih dan kayu siwak yang disunnahkan nabi. Siapa pun bisa melakukan ruqyah syariyyah, tidak harus dikultuskan pada seseorang.

Bacaan ayat ayat ruqyah syariyah secara jelas bisa kita baca dalam Al Quran. Orang yang rajin membaca Al Quran sebenarnya juga bagian dari upaya untuk meruqyah diri sendiri dari gangguan jin yang membawa kepada kemalasan.

Ruqyah Syirkiyyah

Bacaan ayat ayat ruqyah syirkiyyah adalah potongan ayat-ayat Al Quran yang dibaca secara samar, dicampur dengan bacaan-bacaan tak jelas yang tidak tercantum dalam Al Quran. 

Si peruqyah biasanya hanya bersifat komat kamit tanpa mau menzahirkan apa-apa yang dibacanya. Jumlahnya biasanya ditentukan oleh si peruqyah.

Selain perbedaan ayat, pada ruqyah syirkiyyah biasanya juga digunakan bahan-bahan tertentu sebagai syarat penyembuhan. Seperti misalnya ayam hitam atau putih, sesajen lain, uang dan sebagainya. 

Bahan-bahan ini biasanya diminta oleh si peruqyah dengan alasan sebagai barang penebus untuk jin yang sedang diruqyah.

Hakikat Ruqyah

Ruqyah adalah cara pengobatan yang dilakukan oleh Nabi untuk proses penyembuhan baik secara fisik maupun hati. Ayat-ayat Al Quran adalah obat dari segala macam penyakit, membacanya tidak hanya akan menentramkan jiwa, namun juga memberikan pengaruh penyembuhan penyakit-penyakit fisik.

Ayat ayat ruqyah yang dibaca oleh seorang Muslim sebetulnya merupakan upaya penjagaan diri terhadap bisikan syetan di dalam hati manusia. 

Orang yang rajin melakukan berbagai amalan ibadah sebetulnya juga telah melakukan ruqyah terhadap dirinya. Syetan akan benci dengan orang yang rajin beribadah dan senang membaca ayat-ayat Allah.

Seseorang bisa melakukan ruqyah terhadap dirinya sendiri tanpa harus meminta pertolongan pada orang yang biasa melakukan ruqyah. 

Upaya ruqyah seperti ini akan lebih efektif sebab yang diinginkan dari dari proses ruqyah itu sendiri sebetulnya pembentengan jiwa terhadap gangguan syetan melalui upaya yang rajin untuk melakukan ibadah.

Bolehkah meminta diri untuk diruqyah tanpa ada hal yang sangat urgent telah terjadi pada diri seseorang? 

Ayat ayat ruqyah adalah ayat-ayat Al Quran yang tidak hanya dikhususkan untuk proses pengobatan. Ayat Al Quran merupakan ucapan Tuhan, yang di dalamnya memiliki banyak pelajaran, makna dan hikmah bagi manusia.

Meminta-minta diri untuk diruqyah tanpa adanya alasan yang cukup genting merupakan bagian dari cara kurang menghargai terhadap hakikat ayat Al Quran. 

Seseorang bisa melakukan ruqyah terhadap dirinya, kapan saja dan dimana saja dengan cara rajin membaca ayat-ayat Al Quran dan tekun beribadah.

Post a Comment for " Mengenal Bacaan dan Ayat Ayat Ruqyah"