Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Membangun Bangsa dengan Akhlak Islami

 

Membangun Bangsa dengan Akhlak Islami

Membangun Bangsa dengan Akhlak Islami - Ada satu hal yang menjadi komponen terpenting dalam pembangunan yaitu pembangunan moral bangsa. Sebetulnya negara akan kuat berdiri bukan karena teknologinya yang tinggi atau pembangunan ekonominya yang kuat.

Namun, sebuah negara akan berdiri dengan kokoh jika ahklak manusia-manusia yang ada di dalamnya mulia seperti akhlak islami.

Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana cara membangun manusia indonesia agar berakhlak mulia sementara serangan budaya asing yang begitu hedonis dan konsumtif sangat gencar menyerang generasi muda kita? 

Nilai-nilai kebenaran sosial dalam masyarakat kini sudah mulai bergeser. Anak - anak muda sekarang lebih menyukai apa yang berasal dari luar negeri dibandingkan dengan nilai - nilai dan kearifan lokal bangsa Indonesia sendiri.

Jika zaman dahulu pacaran sambil berpegangan tangan saja sudah dianggap tabu dan tidak baik, maka lain halnya dengan sekarang dimana berciuman, bahkan melalukan hubungan s*ksual pun sudah dianggap sebagai sebuah hal yang biasa saja.

Ini adalah salah satu mental bangsa indonesia yang merosot tajam yang sudah tidak mengindahkan tradisi-tradisi dan adat ketimuran yang mulia. Kini mereka, yakni generasi muda kita, berpandangan bahwa budaya barat adalah budaya yang terbaik yang akan membawa mereka ke arah kemodernan dan ke arah budaya yang lebih maju.

Pertanyaan untuk kita semua adalah apakah itu yang disebut dengan maju dan modern? Budaya barat yang masuk ke Indonesia hanya menciptkan manusia-manusia yang hedonis dan kapitalis yang berorientasi pada azas kebebasan sebagai hak asai paling yang harus dijunjung tinggi.

Sementara budaya barat yang mungkin baik seperti kreativitas dalam menciptakan sesuatu atau membuat inovasi baru di bidang ilmu pengetahuan tidak kita tiru. Kita hanya meniru budaya kebebasan dalam pergaulan bukan meniru kebebasan dalam pemikiran. Ini tentu saja adalah sebuah hal yang sangat naif.

Sudah saatnya sekarang bangsa kita, yakni bangsa Indonesia harus melakukan introspeksi diri bagaimana cara menjadi manusia yang berakhlak mulia. Kita bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam seharusnya menjadikan akhlak Islam sebagai tolok ukur dalam bersikap dan berprilaku di dalam kehidupan sehari - hari.

Islam tidak hanya mengajarkan ilmu tauhid tentang kebenaran sang Pencipta dan hubungan manusia dengan tuhanNya. Namun, Islam juga mengajarkan habdulminanas, yaitu hubungan antar sesama manusia.

Dengan cara apa Islam mengajarkan manusia agar berakhlak mulia? Sumber hukum islam ada dua, yaitu al-quran dan al-hadis yang bisa jadikan landasan hukum bagi seorang muslim dalam berprilaku di masyarakat.

Pertama sebuah ayat yang menerangkan agar manusia berakhlak baik itu harus melalukan hubungan baik dengan tuhanNya, yaitu dengan cara ibadah

"Sesungguhnya sholat itu dapat mencegah perbuatan keji dan munkar."

Dalam kutipan ayat di atas disebutkan bahwa sholat yang berarti meyerahkan diri kepada Allah sebagai ucapan syukur dapat mencegah perbuatan keji dan munkar, bukan hanya perbuatan yang berhubungan dengan Allah SWT.

Akan tetapi juga dengan sholat orang dapat mengerem jika ia akan berbuat jahat kerana dia akan selalu ingat tuhan dan ingat dosa bahwa segala sesuatu amal perbuatan kita akan menjadi hitungan yang adil di akhirat kelak.

Akhlak menjadi cerminan atau tolak ukur aqidah dan keimanan seseorang. Akhlak yang baik pasti dia mempunyai aqidah yang baik dan punya dasar keimanan yang kuat. Buruknya akhlak seseorang merupakan ciri dari seseorang bahwa dia tidak paham betul tentang aqidah dan syariah yang diajarkan Islam.

"Paling sempurna orang muslim adalah orang yang paling luhur akidah dan ahlaknya", begitulah diriwayatkan dalam H.R. Tirmidi.

"Sesungguhnya kekejian dan perbuatan keji itu sedikit pun bukan dari islam dan sesungguhnya sebaik-baiknya manusia dalam keislaman adalah manusia yang paling baik ahklaknya." (H.R. Thabrani)

Dalam hadits dijelaskan bahwa agama Islam tak sedikit pun mengajarkan umatnya agar berperilaku buruk. Di sana disebutkan kekejian itu bukan datangnya dari agama Islam. 

Agama islam adalah agama yang menjadikan akhlak sebagai pondasi untuk menciptakan manusia yang paripurna, maksudnya dia mempunyai perilaku yang baik kepada Allah SWT, kepada sesama manusia dan kepada lingkungan tempat tinggalnya.

Akhlak merupakan lambang kualitas manusia dalam bermasyarakat, beragama, dan bernegara, karena itu ahklak pulalah yang menentukan eksistensi seorang muslim sebagai mahluk Allah SWT.

Cara Mencapai Akhlak Mulia

Iman adalah salah satu pondasi untuk menciptakan akhlak mulia. Jika kita selalu beriman kepada Allah SWT dan meyakin rukun iman dalam ajaran agama Islam, maka orang akan takut untuk melakukan perbuatan buruk.

  • Al-Quran sebagai dasar hukum untuk berprilaku
  • Al-Hadits sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan
  • Muhammad sebagai suri teladan
  • Mawas diri dan introspeksi diri terhadap masa lalu

Demikianlah cara membangun bangsa dengan akhlak Islami ke gerbang kemaslahatan umat. Kita harus membangun akhlak Islami dalam berbangsa dan bernegara dengan menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai "Uswatun hasanah" dan ajarannya sebagai pedoman kita dalam berprilaku.

Post a Comment for " Membangun Bangsa dengan Akhlak Islami"