Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengajarkan Doa pada Anak-anak

Mengajarkan Doa pada Anak-anak

Masa anak-anak adalah masa yang sangat menyenangkan dan penuh dengan kegembiraan. Setiap saat aktivitas mereka lebih banyak bermain, bermain dan bermain. Anak-anak seperti malaikat, yang tidak punya dosa sedikitpun. 

Canda riang dan senyuman mereka yang tulus dan natural akan membuat orang dewasa merasa tenang bila melihatnya. Pernah mendengarkan doa anak-anak Anda? Apa doa mereka? Atau doa apa yang Anda ajarkan pada anak-anak?

Anak merupakan anugerah yang tak ternilai harganya, yang dipercayakan Yang Maha Kuasa kepada orang tuanya. Agar orang tua diberi kesempatan bisa mendidik dan merawat anak tersebut untuk menjadi orang yang berguna bagi bangsa, agama dan keluarganya.

Untuk itu anak-anak membutuhkan pendidikan yang berkualitas dan baik. Yang paling penting adalah pendidikan agama perlu diberikan sejak dini. Karena saat umur masih anak-anak, lebih mudah menangkap semua hal yang diberikan oleh lingkungan dan orang-orang di sekitarnya. Tema pendidikan agama yang bisa diberikan untuk anak-anak meliputi banyak hal.

Misalnya belajar membaca Al Qur'an, belajar menghafal gerakan shalat wajib, belajar menghafal doa-doa, gerakan tiap shalat wajib, belajar berwudhu, belajar menghafal doa dan sebagainya. Doa anak-anak banyak sekali ragamnya. 

Dan merupakan pilihan yang tepat apabila kita sebagai orang tua sejak dini sudah mengenalkan kepada mereka tentang berbagai macam doa yang berfungsi untuk memberi semangat dalam kehidupan sehari-hari.

Kita bisa memberikan pengertian kepada mereka, bahwa dalam menjalani hidup ini sebagai hamba Allah SWT dan sebagai orang muslim yang beriman, haruslah berusaha dan berdoa. Karena doa merupakan  pemberi semangat dalam hidup. Pepatah populer mengatakan, "Ora et Labora".

Dengan ditanamkan pendidikan agama sejak dini untuk anak-anak, diharapkan supaya nantinya akan menciptakan generasi-generasi penerus bangsa yang beriman dan bertaqwa. Karena masa kanak-kanak mudah sekali menyerap semua informasi dan pengaruh dari lingkungan sekitar. Dan hal itu sangat memengaruhi perilaku mereka nantinya.

Anak-anak mudah sekali merekam segala hal ke dalam otak mereka seperti sponge. Kebiasaan-kebiasaan yang terjadi dalam keluarga, akan mempengaruhi sikap dan tingkah laku. Mereka akan cenderung meniru tingkah laku orang tuanya. Apa yang biasanya Ayah atau Ibu mereka lakukan di rumah, mereka akan meniru dan melakukannya juga.

Untuk itu ada baiknya orang tua, terutama seorang Ibu yang paling dekat dengan anak-anaknya, berusaha untuk mengajarkan tata cara berdoa yang baik dan mengajarkan kepada mereka berbagai macam doa anak-anak. Doa sederhana yang umum dan mudah dihafal.

Jika orang tua atau sang Ibu merasa masih kurang pengetahuan agamanya atau takut salah dalam mengajarkan macam-macam doa tersebut, baik takut salah dalam bacaan atau pengucapannya,  bisa kita serahkan tugas tersebut kepada guru-guru mereka di sekolah. 

Namun kita tetap harus selalu mendampingi si kecil dalam belajar meski sekadar menambah sedikit-sedikit, dengan cara mendampingi mereka dalam menghafalkan doa-doa tersebut.

Saat ini sudah banyak sekali dibuka PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Yakni lembaga pendidikan bagi anak-anak sebelum masuk Taman Kanak-Kanak. Di sana anak-anak diajarkan juga untuk bersosialisasi dengan teman-teman yang lainnya. Mereka yang berada di PAUD tidak secara langsung disuruh menghafal macam-macam doa anak-anak.

Mereka pastinya akan diperkenalkan dahulu dengan huruf arab satu per satu. Dan diajarkan juga cara membacanya jika huruf-huruf arab tersebut diberi tanda bacaan dan disambung dengan huruf-huruf lainnya. 

Jika mereka sudah hafal sedikit demi sedikit dengan huruf hijaiyah, maka sang guru akan mengajarkan anak-anak tentang doa sehari-hari yang ringan yang bisa dipratikkan setiap hari baik di rumah maupun di sekolah.

Dengan dipratikkan setiap hari Insya Allah anak akan hafal dengan sendirinya, karena daya tangkap dan daya ingat mereka sangat kuat. Mereka masih suci, masih murni dan bersih. 

Untuk itu kita sebagai orang tua harus bisa mengasah kemampuan mereka yang masih murni tersebut agar tetap murni dan semakin mengilap (dalam artian supaya sikap dan kelakuan mereka akan selalu menjadi anak yang baik dan patuh kepada guru dan orang tua mereka).

Macam-macam doa yang bisa diajarkan kepada anak-anak sejak dini antara lain:

a. Do'a Sebelum Makan

الَّلهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا، وَقِنَا عَذَابَ النَّار

" Allahumma baarik llanaa fiima razaqtanaa waqinaa adzaa bannaar "

Artinya: Ya Allah, berkatilah rezeki yang engkau berikan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.

b. Doa Stelah Makan

الْحَمْـدُ للهِ الَّذي أَطْعَمَنـي وَسَقَانَا وَجَعَلْنَا مُسْلِمِينَ

" Alhamdulillahhil-ladzi ath-amanaa wa saqaana waja'alanaa muslimiin "

Artinya: Segala puji bagi Allah yang memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami memeluk agama islam

c. Doa Mau Tidur

بِاسْمِكَ اللّهُمَّ أَحْيَاوَأَمُوتُ

“Bismikallahumma ahya wa amutu”

Artinya: Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan mati

d. Doa Bangun Tidur

أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى

“Alhamdulillahil ladzi ahyana ba’da ma amatana wailaihin nusyur”

Artinya: Segala puji bagi Allah yang menghidupkan aku kembali setelah mematikan aku dan kepada Allah akan bangkit

e. Doa Mohon Tambah Ilmu

Dalam Surat Thaha ayat ke 114 dinyatakan:

فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُقْضَىٰ إِلَيْكَ وَحْيُهُ ۖ وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Artinya : Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur'an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan".

f. Beberapa contoh doa anak kepada orang tua :

Surat Nuh 28:

رَّبِّ ٱغْفِرْ لِى وَلِوَٰلِدَىَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِىَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا تَبَارًۢا

"rabbigfir lī wa liwālidayya wa liman dakhala baitiya mu`minaw wa lil-mu`minīna wal-mu`mināt, wa lā tazidiẓ-ẓālimīna illā tabārā"

Artinya: Ya Tuhanku! ampunilah Aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahKu dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan". [QS.Nuh :28]

Surat Ibrahim ayat 41:

رَبَّنَا ٱغْفِرْ لِى وَلِوَٰلِدَىَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ ٱلْحِسَابُ

"Rabbanagfir lī wa liwālidayya wa lil-mu`minīna yauma yaqụmul-ḥisāb"

Artinya : Ya Tuhan Kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)".

Surat Al Israa’ ayat 24 :

وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا

"Wakhfiḍ lahumā janāḥaż-żulli minar-raḥmati wa qur rabbir-ḥam-humā kamā rabbayānī ṣagīrā"

Artinya : dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".

Selain doa-doa tersebut di atas anak-anak juga bisa diajarkan menghafal surat-surat pendek, yang umumnya sering diajarkan kepada anak-anak. 

Sebagai contoh sebagai berikut:

a. Surat Al Fatihah:

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ 

bismillāhir-raḥmānir-raḥīm 

1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ 

al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn 

2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. 

ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ 

ar-raḥmānir-raḥīm 

3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 

مَٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ 

māliki yaumid-dīn 

4. Yang menguasai di Hari Pembalasan. 

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ 

iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn 

5. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. 

ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ 

ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm 

6. Tunjukilah kami jalan yang lurus, 

صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ 

ṣirāṭallażīna an’amta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn 

7. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

b. Surat Al Ikhlas :

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ - ١

1. Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.

اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ

2. Allah tempat meminta segala sesuatu.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ - ٣

3. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ - ٤

4. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”

c. Surat An Naas:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ 

qul a’ụżu birabbin-nās 

1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. 

مَلِكِ ٱلنَّاسِ 

malikin-nās 

2. Raja manusia. 

إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ 

ilāhin-nās 

3. Sembahan manusia. 

مِن شَرِّ ٱلْوَسْوَاسِ ٱلْخَنَّاسِ 

min syarril-waswāsil-khannās 

4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,

ٱلَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ ٱلنَّاسِ 

allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās 

5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, 

مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ 

minal-jinnati wan-nās 

6. dari (golongan) jin dan manusia.

d. Surat Al Falaq:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلْفَلَقِ 

qul a’ụżu birabbil-falaq 

1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, 

مِن شَرِّ مَا خَلَقَ 

min syarri mā khalaq 

2. dari kejahatan makhluk-Nya, 

وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ 

wa min syarri gāsiqin iżā waqab 

3. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, 

وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِى ٱلْعُقَدِ 

wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad 

4. dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, 

وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ 

wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad 

5. dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki”.

Selain surat - surat pendek diatas, masih banyak lagi surat-surat pendek yang bisa diajarkan kepada anak-anak. Diharapkan semoga dengan ditanamkannya dengan menghafal doa-doa tersebut akan memberikan energi dan segi positif bagi mereka. 

Sehingga dalam masa pertumbuhan mereka sudah dibentengi dengan pendidikan agama yang kuat agar kelak tidak terbawa arus negatif yang banyak tejadi akhir-akhir ini. Dengan berbekal doa, anak-anak itu akan memberikan semangat bagi mereka dalam menjalani hidup

Sehingga jika mereka kelak sudah dewasa, ketika mereka menemukan kesulitan dalam hidupnya, kebiasaan yang dulu pernah mereka lakukan sewaktu masih anak-anak, akan terus menjadi kebiasaan. Sehingga mampu menuntun mereka untuk tetap berada di jalur yang lurus dan benar, meski ada cobaan yang datang.

Mereka akan tetap meminta dan memohon kepada Allah SWT, sang Khaliq (sang pencipta), agar semua permasalahan hidup ini bisa diatasi dan mendapatkan jalan keluar terbaik yang diridhoi oleh-Nya. Semua itu berkat pembiasaan mengajarkan doa anak-anak sejak dini.

Post a Comment for " Mengajarkan Doa pada Anak-anak"