Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Keistimewaan Bulan Sya'ban dan Bulan Ramadhan

Keistimewaan Bulan Sya'ban dan Bulan Ramadhan

Keistimewaan Bulan Sya'ban dan Bulan Ramadhan - Sebenarnya yang ingin kita pelajari adalah bulan yang memiliki kandungan serta kelebihan tertentu. 

Bulan Ramadhan adalah bulan turunnya Al-Quran, Zulhijjah disebutkan sebagai bulan haji, Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih anaknya sendiri yakni Nabi Ismail dan selanjutnya umat Nabi Muhammad SAW, menyebutnya sebagai bulan kurban. Bulan Rajab adalah bulan Isra' Mikraj Rasulullah SAW.

Di sisi yang lain, bulan Sya'ban memiliki jumlah keistimewaan dan makna juga, yaitu makna dan kebaikan yang dikandungnya. Bulan Sya'ban yang datang setiap tahun memberi peluang kepada kta supaya meningkatkan dan melipatgandakan bermacam amal kebaikan. 

Pada bulan Sya'ban kaum muslimin dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadahnya dan tindakan yang lain seperti memberikan sedekah fakir miskin, membina anak yatim, perbanyak puasa sunnat untuk melatih dirinya dalam menghadapi puasa Ramadhan nanti.

Aisyah istri Rasulullah SAW, menerangkan seperti berikut, jika selainnya Ramadhan, Nabi Muhammad SAW, selalu berpuasa pada bulan Sya'ban. 

Hadis yang diriwayatkan Usmah bin Zaid menerangkan : "Saya menanyakan ke Rasulullah SAW, : "Wahai Rasulullah, sebenarnya saya tak pernah menyaksikan kamu perbanyak puasa sunnat mu pada bulan-bulan lainnya, sama seperti yang kamu kerjakan pada bulan Sya'ban?"

Rasulullah SAW, menjawab padanya dengan menjelaskan jika bulan Sya'ban ialah bulan yang berada di antara bulan bulan Rajab dan Ramadhan kerap kali orang lupakan fadilah dan kelebihan yang terdapat di dalamnya bulan itu. 

Walau sebenarnya bulan itu semua amal tindakan sepanjang setahun diangkat kehadapan Allah SWT. Dan berikut penyebabnya mengapa saya banyak berpuasa sunnat pada bulan itu, karena itu ingin amal dan tindakan saya diangkat kehadapan Allah SWT. Dan saya pada kondisi puasa.

Hadits di atas selanjutnya diperkokoh kembali oleh hadits yang diriwayatkan Anas ra. " Orang muslim di jaman Rasulullah SAW, dan teman dekatnya selalu tingkatkan bacaan Al-Quran setiap masuk bulan Sya'ban, dan pada bulan Sya'ban jugalah mereka selalu bayar zakat mereka pada fakir miskin demi menolong hadapi bulan Ramadhan dengan jiwa yang tenang".

Kedua hadits Rasulullah itu mengingati golongan muslimin menyongsong bulan Sya'ban dengan melakukan perintah Allah SWT, dan melakukan tindakan yang baik. Untuk mereka yang memperoleh rezki yang dilebihkan Allah janganlah lupa menyisihkan beberapa rezki itu untuk bersedekah dan bayar zakat. 

Semoga Allah SWT, dengan memperlihatkan amal tulus seorang muslim sejati disamping Allah SWT, akan turunkan karunia yang banyak ke manusia dan alam sekitaran. Seperti karunia kesehatan, karunia peluang, karunia Iman dan karunia Islam.

Hadits lain mengenai keistimewaan bulan Sya'ban adalah kata Aisyah :" saya tak pernah menyaksikan Rasulullah SAW, memperbaiki puasanya satu bulan penuh, selainnya puasa bulan Ramadhan dan saya tidak menyaksikan juga Rasul SAW, berpuasa dibulan lain, semakin banyak dari bulan Sya'ban". (Hadits kisah Imam Bukhari dan Muslim).

Info hadits di atas menyesuaikan puasa sunnat yang dilaksanakan Rasulullah SAW, pada bulan Sya'ban semakin banyak dilaksanakan dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain. Terkecuali Ramadhan Rasul SAW meakukan puasa sunnat, dalam jumlah yang lumayan banyak.

Kenapa puasa bulan Ramadhan dilaksanakan satu bulan penuh? Karena puasa pada bulan Ramadhan sebagai puasa yang diharuskan untuk beberapa orang memiliki iman (Al-Baqarah : 183). 

Berpuasa memiliki arti sampaikan rasa sukur dan terima kasih atas karunia dan anugerah dan nikmat Allah yang kita dapatkan. Lewat puasa sunnat dan puasa harus, memiliki arti kita mengatakan rasa syukur kepada-Nya.

Selain mengucapkan terima kasih itu lewat puasa menunjukkan jika kita mampu meredam minum dan makan dan meredam semua nafsu yang menyimpang disebutkan nafsu hewani. 

Dan makna puasa yang lain, ialah memberi pengajaran ke kita untuk berdisiplin diri dan mendidik juga rasa belas kasihan untuk beberapa orang yang tidak sanggup dan dengan puasa bisa terbangun kesehatan jasmani dan rohani. Seharusnya kerjakan puasa baik puasa sunnat dibulan Sya'ban atau puasa harus di bulan Ramadhan.

Sesudah bisa memahami dan menjalankan apa yang terdapat dalam bulan Sya'ban jadi spesial sebagaimana hadits Rasulullah SAW, tersebut yang diriwayatkan Usmah bin Zaid, kapan sampai bilangan perjalanan bulan sampai bulan Ramadhan.

Dengan modal pengalaman di bulan Sya'ban Insya Allah kita bisa dengan tulus mempraktikkan ibadah disepanjang bulan Ramadhan dengan ikhlas karena Allah SWT. 

Post a Comment for " Keistimewaan Bulan Sya'ban dan Bulan Ramadhan"