Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Iman Kepada Utusan (Rasul) Allah

Iman Kepada Utusan (Rasul) Allah

Bagi seorang muslim tentu saja wajib beriman kepada utusan - utusan Allah (Para Nabi dan Rasul Allah). Karena itu meyakini dan mengimani akan adanya utusan - utusan Allah SWT, pasti akan menambah dan memperkuat keimanan seorang mukmin kepada Allah SWT.

Para Nabi dan Rasul Allah SWT bukanlah sembarangan orang, karena mereka adalah beberapa orang yang dipilih dan selalu mendekatkan dirinya kepada Allah SWT. 

Mereka adalah manusia yang selalu mengerjakan dengan telaten dan istiqomah apa - apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan menghindarkan dirinya atas segala sesuatu yang dilarang-Nya.

Akan tetapi, dengan segala kelebihan yang mereka miliki, mereka adalah manusia biasa juga yang perlu makan, minum, hidup bermasyarakat dan berumah-tangga. 

Beriman ke Rasul Allah ini adalah bagian dari rukun iman yang lain (jumlahnya ada enam perkara) yang harus juga kita kenali dan kita dalami dan ketahui. Dari uraian singkat diatas mari kita dalami bersama apa yang disebutkan dengan Iman ke Rasul Allah tersebut.

Pemahaman Iman Ke Rasul Allah

Rasul secara bahasa memiliki makna utusan, adapun secara istilah memiliki makna seorang yang menerima wahyu dari Allah SWT  bagi dirinya sendiri dan untuk disampaikan kepada orang lain atau umatnya (para pengikutnya).

Rasul Allah ini ialah beberapa orang dipilih yang mengemban tugas untuk mengajak seluruh umat manusia agar selalu menyembah kepada Allah SWT, dan selalu meng-esakan-Nya. Dari tanggung jawab yang besar tersebut, Allah SWT sudah memutuskan siapa saja saja yang diinginkannya untuk menjadi rasul-Nya.

Saat sebelum kita teruskan lebih jauh, pertama harus kita kenali bersama jika ada pemahaman yang lain di antara Nabi dan Rasul. 

Nabi adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa Arab "an-Nabaa" (berita), yang memiliki makna berlainan dengan Rasul. 

Maknanya, Nabi ialah orang yang membawa informasi. Adapun menurut istilah ialah seorang yang menerima wahyu dari Allah SWT, tapi mereka tidak memiliki kewajiban untuk menyampaikannya kepada orang lain atau umatnya.  

Kita harus tahu jika saat sebelum beberapa Rasul Allah SWT ini diutus, kondisi umat manusia yang hidup saat itu banyak yang terperosok dalam lembah ketidaktahuan dan banyak yang lakukan tindakan-tindakan yang tidak berakhlak. 

Dari sini kemudian Allah SWT mengutus beberapa Nabi dan beberapa orang Rasul-Nya untuk menuntun, memperlihatkan jalan, dan memahami apa yang diperintah dan diridhai oleh Allah SWT.

Dari keterangan di atas, makna beriman kepada Rasul Allah aalah percaya dengan seyakin-yakinnya jika Allah SWT sudah mengutus Rasul-Rasulnya tersebut kepada umat manusia di muka bumi ini. 

Sama seperti yang diterangkan dalam ayat berikut:

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Artinya:

"Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali". [QS. Al-Baqarah : 285]

Nama-Nama Rasul Allah SWT

Dari beberapa Rasul Allah, tidak ada yang mengetahui jumlah dengan pasti terkecuali Allah SWT sendiri yang mengetahuinya.

Meskipun begitu, Al-Qur'an telah menerangkan jika ada 25 Nabi dan Rasul yang perlu kita imani. Siapa sajakah ke 25 Nabi dan Rasul itu? 

Nama - Nama 25 Nabi dan Rasul, antara lain:

  • Nabi Adam as.
  • Nabi Idris as.
  • Nabi Nuh as.
  • Nabi Hud as.
  • Nabi Sholeh as.
  • Nabi Ibrahim as.
  • Nabi Isma'il as.
  • Nabi Luth as.
  • Nabi Ishaq as.
  • Nabi Ya'qub as.
  • Nabi Yusuf as.
  • Nabi Syu'aib as.
  • Nabi Ayub as.
  • Nabi Zulkifli as.
  • Nabi Musa as.
  • Nabi Harun as.
  • Nabi Daud as.
  • Nabi Sulaiman as.
  • Nabi Ilyas as.
  • Nabi Ilyasa' as.
  • Nabi Yunus as.
  • Nabi Zakaria as.
  • Nabi Yahya as.
  • Nabi Isa as.
  • Nabi Muhammad SAW

Dari 25 Nabi dan Rasul di atas, ada lima diantaranya yang memperoleh gelar Ulul ‘Azmi. Apa sesungguhnya gelar Ulul ‘Azmi itu?

Ulul ‘Azmi ialah sebuah gelar yang diberikan kepada para Nabi dan Rasul yang memiliki kesabaran, keteguhan, dan ketenangan hati yang demikian mengagumkan dalam hadapi kesengsaraan atau masalah dalam perjalanannya menyampaikan risalah yang dibawanya kepada umatnya.

Adapun lima nabi yang memperoleh gelar Ulul ‘Azmi itu adalah sebagai berikut:

1. Nabi Nuh as.

Nabi yang berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan umatnya. Sampai pada akhirnya beliau memperoleh sebuah wahyu untuk membuat sebuah bahtera (kapal besar) untuk meyelamatkan penganutnya dan hewan ternak dari banjir besar dan dahsyat. Hingga bahtera (kapal) itu menjadi salah satu mu'jizatnya.

2. Nabi Ibrahim as.

Nabi yang memperoleh mu'jizat tidak bisa hangus terbakar saat disiksa dengan cara dibakar oleh Raja Namrud laknatullah.

3. Nabi Musa as.

Nabi Musa adalah seorang Nabi dan Rasul yang memperoleh mu'jizat tongkatnya dapat beralih menjadi ular yang besar. Dan tongkatnya dapat membelah Laut Merah pada saat mereka dikejar dan ingin ditangkap oleh Raja Fir'aun beserta dengan bala tentaranya.

4. Nabi Isa as.

Nabi Isa adalah seorang Nabi yang memiliki mukjizat bisa menghidupkan burung yang dibuat dari tanah liat dan bisa mengobati penyakit kusta.

5. Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW adalah Nabi akhir jaman sebagai penutup dari para Nabi dan Rasul yang memiliki bermacam - macam mukjizat. 

Diantara mukjizat Nabi Muhammad SAW adalah sebagai berikut:

  • Keluarnya air dari jari-jarinya untuk berwudhu dan minum umat muslimin
  • Bisa membelah bulan menjadi dua bagian
  • Naik ke langit ke 7 (sidratul muntaha) yang lebih dikenal dengan peristiwa isra' mi'raj
  • Al-Qur'an

Beberapa Nabi dan Rasul memang memiliki jenjang kesabaran, keteguhan dan kemampuan yang berbeda. 

Sifat - Sifat Nabi dan Rasul

Sebagai Nabi dan Rasul tentu saja sifat - sifat yang wajib ada pada diri mereka, antara lain:

  • Shiddiiq (betul/jujur)
  • Amanah (bisa dipercaya)
  • Tabligh (sampaikan)
  • Fathanah (cerdas)

Adapun karakter-sifat tidak mungkin (mustahil) dalam diri seorang Nabi dan Rasul, antara lain:

  • Kidzib (berbohong/dusta)
  • Khianat (tidak bisa dipercaya)
  • Kitman (sembunyikan)
  • Baladah (bodoh)

Meskipun begitu, Nabi dan Rasul manusia juga memiliki karakter atau sifat jaiz (diperbolehkan) yang ada pada diri mereka. Sifat - sifat jaiz tersebut misalnya makan, minum , menikah, tidur, mati, dan lain-sebagainya sebagaiamana karakter atau sifat yang ada pada manusia pada umumnya. 

Peranan Iman Ke Rasul Allah SWT

Adanya perintah untuk beriman ke Rasul Allah SWT ini tentu saja memiliki peranan tertentu untuk umat muslim, diantaranya:

1. Memperoleh figur yang dapat jadi suri tauladan, panutan yang baik untuk diri kita atau orang lain. 

Karena Allah SWT sendiri juga mengatakan dalam Al-Qur'an jika pada diri Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul itu ada suri tauladan yang baik. 

Firman Allah SWT dalam surah Al-Ahzaab ayat ke 21, sebagai berikut:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya:

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." [QS. Al-Ahzaab:21]

2. Membawa Kebenaran dan selalu meng-esa-kan Allah SWT. 

Karena telah menjadi tugas beberapa Rasul untuk mengajak umatnya mengesakan Allah SWT di mana saja dan kapan saja.

3. Mengetahui sangkut-paut kehidupan dan tugas yang di embannya di dunia ini

4. Selalu menjadi orang yang mengucapkan syukur kepada Allah SWT, atas semua kuasa-Nya. 

5. Memberikan keyakinan pada semua perintah Allah SWT dan menjauhi dari larangan-Nya tanpa kebimbangan sedikitpun

Demikianlah ulasan artikel tentang Iman Kepada Utusan (Rasul) Allah SWT. Semoga uraian artikel ini dapat meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

Referensi:

Al-Qur'an in Word v.2.2

Robingan, Munawar Khalil, Panutan Khusus Pengajaran Agama Islam 3 : untuk Sekolah Menengah Pertama Kelas XI, (Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri)

Team Arafah, Pengajaran Agama Islam 3: untuk SMP Kelas XI, (Semarang: Bermacam Pengetahuan)

Post a Comment for " Iman Kepada Utusan (Rasul) Allah"