Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Keutamaan Melakukan Ibadah Kurban

 

Keutamaan Melakukan Ibadah Kurban

Keutamaan Melakukan Ibadah Kurban - Kurban ialah hukumnya sunah muakkad yang terhitung kifayah. Maka jika sudah dikerjakan oleh seorang dari yang tinggal di rumah, karena itu cukup dari yang tinggal di rumah itu dan kurban itu tidak harus terkecuali ada nazar. 

Namun menurut beberapa ulama, misalkan Abu Hanifah, menjelaskan jika kurban ialah wajib terutamanya untuk yang sanggup melaksanakannya.

Tapi dengan begitu kurban sebagai ibadah yang umum dilaksanakan golongan Muslimin bersamaan dengan ibadah haji. Ibadah kurban sendiri memiliki nilai riwayat yang paling menakjubkan, yakni sebuah ketaatan di antara anak, orang-tua dan tuhannya ( Allah SWT ).

Dalam rencana untuk menumbuhkan kesadaran warga muslim mengenai bagaimana keutamaan dan pahalanya ibadah kurban sebagai pejuangan dengan harta dalam melakukan syariat Islam sebagai salah satunya wujud dedikasi kita kepada Allah SWT. 

Rasulullah SAW bersabda :

"Perbesarlah kurbanmu, sebenarnya kurban-kurban itu nanti jadi kendaraanmu di atas Shiratul Mustaqim ".

Jika kita pernah berkurban nilainya belum berapa karena nyaris rerata kurban yang sudah dilakukan beberapa orang saat ini masih kurang dibanding nikmat yang didapatnya di bumi Allah ini. 

Kurban yang terterima oleh Allah SWT, bukan lantaran jumlahnya yang kita mengeluarkan tetapi yang paling akar dari kurban itu ialah keseriusan dan tujuannya. 

Maknanya, dengan lakukan kurban diniatkan cuman untuk keridhaan dari Allah SWT, karena Allah SWT sendiri tidah memerlukan daging hewan kurban. Allah SWT itu Maha Kaya, tapi pengorbanan hamba-Nya itu yang Allah saksikan sebagai manusia yang bertaqwa.

Kita saksikan sesaat di sekitar lingkungan yang ada ialah pembangunan, walau sebenarnya ucapnya kita ini kembali tersuruk dalam ekonomi. Justru banyak beberapa orang jadi korban. Ini mungkin satu fenomena atau mungkin secara kebenaran saja. 

Tanpa tutup ada satu peluang kita bisa terima atau tidak, tapi yang terang permasalahan itu umum terjadi disekitaran kita. Kemungkinan itu dikarenakan oleh minimnya kesadaran ummat islam tersebut, untuk mengeruk info / cari pengetahuan dalam melakukan Ibadah syariah ini.

Kewajiban berkurban dalam agama Islam lebih ditegaskan ke golongan hartawan, karena mereka lebih sanggup dalam permasalahan keuangan dibandingkan golongan fuqara, masakin dan dhu'afa. 

Dengan melatih dan latih diri berkurban, karena itu kita akan makin dekat ke Allah SWT. Karena selainnya zakat, sedekah dan infak, kurban termasuk juga ibadah sosial yang dapat menyambungkan jembatan persaudaraan ummat Islam.

Saran berkurban sudah tercantum oleh Nabiyallah Ibrahim As, yang sering kali disebut dalam riwayat Islam sebagi pengorbanan agung. Nabi Ibrahim sebagai seorang ayah mendapatkan perintah dari tuhannya supaya menyembelih putra kecintaannya yakni Ismail As, yang baru berumur 7 tahun.

Memang menurut akal pemikiran manusia, perintah seperti itu tidak pantas dilaksanakan dengan seorang Nabi. Tetapi karena betul-betul wahyu dari Allah SWT, jangankan harta benda ,nyawa juga ikhlas dipertaruhkan karena hanya pembuktian ketaatan pada Allah SWT.

Pengakuan seperti berikut yang sempat disampaikan Nabi Ibrahim As. Saat sebelum beliau dikarunia seorang anak oleh Allah SWT, jadi tidak heran jika pada akhirnya Allah minta supaya beliau ingin menunjukkan nazarnya itu dengan cara menyembelih putranya Ismail As.

Allah ingin menyaksikan dan mengetes Nabi-Nya sampai di mana kandungan ketaatan dan kesabaran yang sudah mendarah daging di hati Nabi Ibrahim As. Tapi karena kesabarannya, sukseslah beliau jalani ujian dari Allah yang menurut ukuran kita manusia biasa sangat berat. 

Nabi Ibrahim pernah merasakan ujian yang paling berat saat pada zaman kerajaan Namrudz, beliau dibakar hidup-hidup dalam kobaran api yang membara. 

Benar-benar kesuksesan Nabi Ibrahim ini dilukiskan dalam Al-Quran pada surat As-Shaffat ayat 105 yang berbunyi :

وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

Artinya : "Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian." [QS. As-Shaffat : 105]

Yang diartikan dengan kalimat mebenarkan mimpi di atas adalah memercayai mimpi itu betul dari Allah SWT, dan wajib buat dikerjakannya sesudah riil kesabaran dan ketaatan Nabi Ibrahim dan Ismail As. 

Karena itu Allah menukar pemotongan Ismail, dan untuk melanjutkan kurban Allah menukarnya dengan sembelihan satu ekor kambing.

Kejadian ini pada akhirannya jadi dasar disyariatkannya kurban yang sudah dilakukan di hari raya idul Adha atau hari raya Haji. Selanjutnya bagi-bagi daging kurban ke fakir miskin. 

Rasulullah bersabda : "Siapakah yang memiliki kekuatan untuk berkurban dan dia tidak melakukan karena itu dia mati pada kondisi yahudi atau pada kondisi Nasrani. "

Dengan begitu, syariat berkurban itu sebaiknya terus disosialisasikan oleh ulama, organisasi, instansi DKM dan sebagainya, supaya kesadaran berkurban warga terutamanya muslim makin bertambah. 

Tentu saja dengan pengetahuan yang betul jika berkurban itu benar-benar dengan niat yang suci karena Allah SWT. Dengan begitu minimal sudah menteladani tapak jejak Nabiyallah Ibrahim As dan Ismail As.

Dengan berkurban, menjadikan momen untuk menyulam persatuan dan kesatuan ummat Islam sepenuhnya, selainnya membuat individu yang sosiawan sekalian bersihkan diri dari rasa pelit dan bakhil. 

Itu sebetulnya akar yang memicu ibadah kurban. Seperti zakat, sedekah, infaq dan ibadah-ibadah sosial yang lain, disaksikan dari nilai ibadah yang pertama dan paling penting anjuran untuk melawan kefakiran, kemiskinan dan kedhuafaan, karena kefakiran sering bawa manusia ke kekafiran. 

Mereka memerlukan aliran dan juluran tangan setiap muslim dalam usaha mempebaiki kehidupan ekonominya hingga mereka bisa mempertingkat tingkat hidupnya dan melepas diri dari belenggu kemiskinan.

وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

Artinya: "Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian." [QS. Ad-Dzariat : 19]

Salah seorang teman dekat menjelaskan " nyaris kefakiran itu bawa kekafiran ". Bahkan juga lebih dari itu dalam usaha menumpas kefakiran Umar Bin Khattab berbicara " Andaikan kefakiran itu seorang lelaki pasti saya sudah membunuhnya."

Ada banyak hal yang perlu jadi perhatian dalam melakukan kurban agar kurban itu jadi betul dan syah. Syah berkurban domba yang muda yakni domba yang berusia setahun masuk 2 tahun.

Yaitu kambing yang telah luruh dua giginya yakni kambing yang sehat usia 2 tahun masuk 3 tahun, unta yang telah luruh dua giginya, unta yang telah berusia 5 tahun, dan sapi / kerbau yang telah luruh dua giginya yakni yang sehat usia 2 tahun masuk ke 3 tahun.

Satu ekor unta cukup buat berkurban 7 orang yang berkelompok dalam kurban unta itu. Satu ekor sapi, kerbau sama untuk 7 orang terkecuali kambing dan domba itu cuman untuk seseorang saja.

Ada beberapa jenis hewan yang tidak syah untuk kurban :

Hewan yang matanya juling, yang terang kejulingannyaHewan yang pincang yang terang kepincangannya sekalinya kepincangannya terjadi saat pembaringannya saat ingin disembelih saat meronta-ronta.

Hewan yang sakit yang terang sakitnyaHewan yang paling kurus kering yakni hewan yang tidak memiliki sum-sum kembali.

Begitu keutamaan ibadah yang memiliki sifat pribadi ini yang memiliki imbas sosial bungkusyarakatan yang paling luas lewat lajur agama, dan mudah-mudahan kesadaran berkurban ini tertancap dan tumbuh, terutamanya pada ummat Muslim.

Post a Comment for " Keutamaan Melakukan Ibadah Kurban"