Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Imam Mahdi Dan Tanda - Tanda Kemunculannya Menjelang Hari Kiamat

Imam Mahdi Dan Tanda - Tanda Kemunculannya Menjelang Hari  Kiamat
image credit:[email protected]_aziz.313

Sebelum kiamat kubro terjadi, maka akan diawali dengan kemunculan Imam Al-Mahdi sebagaimana dijelaskan dalam berbagai riwayat hadits Rasulullah SAW.

Kemunculan Imam Mahdi ini akan didahului oleh beberapa tanda yang lain, sebagai berikut:

Dari Abu Sai'd Al-Khudri, Rasulullah SAW telah bersabda: "Al-Mahdi akan keluar di akhir kehidupan umatku, Allah Ta'ala akan menurunkan hujan kepadanya sehingga bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhannya, diberikan kepadanya harta yang melimpah, semakin banyak binatang ternak, dan pada saat itu ummat semakin mulia, dan ia memerintah selama tujuh atau delapan tahun." [Sahih, HR Al-Hakim]

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah SAW bersabda: "Akan terjadi suatu perselisihan ketika wafatnya seorang khalifah. Maka keluarlah seorang laki-laki dari penduduk Madinah dan ia lari ke Makkah. 

Lalu datanglah kepadanya orang-orang yang berasal dari penduduk Makkah, dan mereka membawa laki-laki itu dengan paksa kemudian membai'atnya antara sudut Kakbah dengan maqam Ibrahim." [Riwayat Ahmad dan Abu Dawud dari Ummu Salamah. Riwayat Ibn Abi Syaibah dan Thabrani dalam Al Ausath]

Kalimat di atas yang berbunyi "akan terjadi suatu perselisihan ketika wafatnya seorang khalifah" menerangkan bahwa waktu kemunculan Al-Mahdi adalah pada masa awal kematian seorang khalifah dengan munculnya perselisihan dan peperangan untuk merebut kekuasaan. Maka orang-orang pun membai'at Al-Mahdi pada waktu itu.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud dan Al- Hakim disebutkan, pusat kepemimpinan kaum Muslimin pada hari peperangan yang paling besar (Al-Malhamah Al-Kubra) adalah di sebuah negeri yang bernama Ghuthah, di negeri tersebut terdapat sebuah kota yang bernama Damsyik (Damaskus). Kota tersebut merupakan tempat tinggal terbaik bagi kaum Muslimin pada saat itu.

Sedangkan tentara Rum akan bergerak maju menuju ke Syiria dan menuju ke Kota A'maq atau di Dabiq yang berada di dekat Damaskus dengan jumlah tentara perang dengan delapan puluh bendera, yang mana di bawah tiap-tiap bendera tersebut terdapat 12.000 orang tentara.

Siapakah Itu  Imam Al-Mahdi?

Imam Mahdi Dan Tanda - Tanda Kemunculannya Menjelang Hari  Kiamat
credit image:https://islam.nu.or.id

Sosok Imam Al-Mahdi (Al-Mahdi Al-Muntazhar) adalah seorang laki-laki muda yang berasal dari umat Nabi Muhammad SAW. Beliau merupakan seorang dari khalifah dan pemimpin yang mendapat petunjuk. 

Nama ayahnya mirip dengan nama ayah Nabi Muhammad SAW, maka namanya adalah Muhammad bin 'Abdullah. Beliau akan memenuhi penduduk bumi dengan keadilan. Ciri-ciri fisik Imam Mahdi yaitu berkening lebar dan berhidung panjang (mancung).

Sebelumnya beliau mempunyai sedikit kekurangan, namun kemudian Allah SWT mengampuni dosa-dosanya dan menunjukkan jalan yang lurus kemudian menurunkan ilham-ilham-Nya. Allah SWT akan mengishlah Al-Mahdi dalam waktu satu malam.

Rasulullah SAW bersabda: "Al-Mahdi berasal dari umatku, berkening lebar, berhidung panjang dan mancung. Ia akan memenuhi bumi ini dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana keadaan bumi sebelum itu dipenuhi oleh kezhaliman dan kesemena-menaan, dan dia berumur tujuh tahun." [Hadits Hasan, diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Al-Hakim dari Abi Sa'id Al Khudri]

Tanda Yang Meyakinkan Kemunculan Al-Mahdi

Sayyidah Aisyah berkata: "Pada suatu hari tubuh Rasulullah SAW bergetar dalam tidurnya." Lalu kami bertanya: "Mengapa engkau melakukan sesuatu yang belum pernah engkau lakukan sebelumnya wahai Rasulullah?"

Rasulullah SAW  menjawab: "Akan terjadi suatu keanehan, yaitu bahwa sekelompok orang dari umatku akan berangkat menuju Baitullah (Ka'bah) untuk memburu seorang laki-laki Quraisy yang pergi mengungsi ke Kakbah. Sehingga apabila orang-orang tersebut telah sampai di sebuah padang pasir (Al-Baida) maka mereka ditelan bumi."

Kemudian kami bertanya: "Bukankah di jalan padang itu terdapat bermacam-macam orang?" Beliau menjawab: "Benar, di antara mereka yang ditelan itu ada yang sengaja pergi untuk berperang, ada pula yang dipaksa untuk berperang serta ada pula orang yang sedang berada dalam suatu perjalanan, akan tetapi mereka binasa dalam satu waktu dan tempat yang sama. Sedangkan mereka berasal dari arah (niat) yang berbeda-beda. Kemudian Allah akan membangkitkan mereka pada hari kebangkitan menurut niat mereka masing-masing." [HR Al-Bukhari pada Kitab Al Buyu’ Bab: Ma Dzukira fii Al Aswaak]

Dengan demikian orang-orang akan tahu bahwa laki-laki yang kembali ke Baitullah (Kakbah) itu adalah Khalifatullah Al Mahdi, dimana Allah memberinya perlindungan dan pembelaan untuknya dengan membenamkan tentara yang akan mengejarnya, yakni tersungkur ke perut bumi.

Apabila orang-orang sudah mengetahui itu, maka mereka akan membai'atnya dengan utusan dan kelompok dan ia akan didatangi oleh para "mulia" negeri Syam dan Irak yang terdiri dari para waliyullah, orang-orang taat dan pilihan. Mereka semua akan membai'at Al-Mahdi.

Pertanyaannya, kapan peristiwa tersebut akan terjadi? Dalam Al-Qur'an, Allah Ta'ala berfirman 

dalam surah Thaha ayat ke 15 sebagai berikut:

إِنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ أَكَادُ أُخْفِيهَا لِتُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا تَسْعَىٰ

Arrtinya: "Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan". [QS Thaha: 15]

Untuk mengetahui tanda-tandanya, Allah memberitahunya lewat lisan kekasih-Nya, yakni Rasulullah SAW. Sebagai orang beriman, kita wajib mengimani dan menyambut kedatangan Al-Mahdi. Khalifah Islam ini akan muncul sebelum Dajjal datang dan turunnya Nabi Isa 'alaihissalam.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam memberitahukan kepada kita tentang kemunculan Imam Mahdi dengan dua perkara:

1. Keadaan dan kejadian dunia serta umat manusia pada saat kemunculan Imam Mahdi, seperti hilangnya keadilan, merajalelanya kezaliman dan perselihan dalam merebut kekuasaan.

2. Sifat Imam Mahdi sebagai seorang pribadi yang dipilih oleh Allah Ta’ala sebagai pemimpin umat Islam di akhir zaman, dimana dia merupakan keturunan Nabi dengan nama Muhammad bin Abdillah, dia tidak mengaku sebagai Imam Mahdi, tapi orang-orang yang membaiat dirinya.

Dari memahami dua hal ini kita bisa mengetahui benar atau tidaknya pernyataan sebagian orang bahwa Imam Mahdi telah lahir.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا يَوْمٌ لَطَوَّلَ اللَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ حَتَّى يَبْعَثَ فِيهِ رجل مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمُ أَبِي يَمْلَأُ الارض قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا

Artinya:

"Andaikan dunia tinggal sehari lagi, Allah Taala akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku (keturunanku) namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku (Muhammad bin Abdillah). Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penindasaan." [HR Abu Dawud, No 9435, dan dishohihkan oleh al Albani, Shohih al Jami’ as Shoghir, No 5304]

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menjelaskan keadaan dunia sebelum munculnya Imam Mahdi, bahwa kehidupan manusia diatas permukaan bumi "dipenuhi kezaliman dan penindasaan", kita perhatikan kata (مُلِئَتْ) artinya dipenuhi. Kezaliman dann ketidakadilan merata di bumi, bukan hanya terjadi pada sebagian wilayah, adapun wilayah yang lain baik-baik saja.

Ketika saat ini kita melihat begitu banyak kekerasan, kezhaliman, dan pembantaian kaum muslim di sebagian negara - negara Timur Tengah, seperti di Suria, Iraq dan juga suku Rohingya di Myanmar, sebagaian orang mengatakan bahwa zaman kehadiran Imam Mahdi telah tiba. Mereka lupa melihat bahwa di bagian belahan bumi yang lain keadaan kaum muslim baik-baik saja. Sehingga kemudian arti kata "dipenuhi" rasanya belum bisa di simpulkan demikian. 

Artinya keadaan kaum muslimin di seluruh dunia dalam keadaan baik - naik saja, seperti misalnya kaum muslimin di Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam dan sebagainya.

Imam Mahdi akan memimpin umat Islam selama kurun waktu tujuh sampai sembilan tahun, dan pada masa itu akan muncul sosok Dajjal dan juga turunnya Nabi Isa ‘Alaihissalam. Ketika kita berbicara tentang Imam Mahdi, maka itu artinya kita berbicara tentang sosok ketiganya. 

Artinya jika sosok Imam Mahdi betul - betul telah muncul, maka sosok Imam Mahdi secara logika akan muncul dan Nabi Isa 'Alaihissalam juga akan turun kembali ke bumi. Namun hingga saat ini kita belum melihat hal tersebut terjadi.

Salah satu yang jelas menunjukkan kesalahan prediksi sebagian orang bahwa masa kita adalah masa akhir zaman; dengan dalih tentang sabda Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam yang menjelaskan bahwa salah satu tanda akhir zaman adalah adanya perubahan di Jazirah Arabiyah, yaitu kerajaan Saudi dan sekitarnya yang akan menjadi padang rumput yang hijau, dan sungai-sungai mengalirkan air. 

Hadits Rsulullah SAW memang benar adanya, dan kita tidak bisa membantahnya. Namun kita juga harus melihat, apakah sungainya sudah dipenuhi dengan beningnya air yang mengalir atau belum? 

Permasalahan yang terjadi pada sebagian besar orang adalah terlalu tergesa-gesa dalam menyimpulkan waktu kemunculan Imam Mahdi, tanpa melihat dalil-dalil tentang Imam Mahdi secara keseluruhan secara utuh, dan kurangnya memperhatikan detail-detail terhadap masalahnya.

Dari beberapa uraian yang disebutkan diatas, kita bisa memahami bahwa zaman kita saat ini, bukanlah zaman kelahiran Imam Mahdi, karena belum terpenuhinya seluruh sifat-sifat atau keadaan yang disebutkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam.

KESIMPULAN

1. Sosok Imam Mahdī adalah seorang muslim yang akan menegakkan keadilan di muka bumi sebelum datangnya hari kiamat. Imam Mahdi akan menjadi sosok pemimpin yang jujur dan adil.

2. Imam Mahdi bukanlah nama orang melainkan gelar untuk sosok khalifah, amirul mukminin dan sebagainya. Imam Mahdi artinya "Pemimpin yang telah diberi petunjuk". Dalam kaidah bahasa Arab, kata "Imam" memiliki arti pemimpin, sementara "Mahdi" memiliki arti orang yang mendapatkan petunjuk. 

Nama Imam Mahdi adalah Muhammad bin Abdullah (sesuai dengan hadits yang mengatakan bahwa nama imam mahdi adalah sama dengan nama Nabi Muhammad SAW, demikian pula nama ayahnya juga sama dengan nama Nabi Muhammad SAW yakni Abdullah).

3. Sesuai dengan apa yang digambarkan oleh Rasulullah SAW, bahwa sosok Imam Mahdi memiliki kening yang lebar, berhidung panjang dan mancung, dan umur kekhalifahannya akan berumur tujuh tahun. 

4. Kemunculan sosok Imam Mahdi tersebut merupakan takdir dari Allah SWT, dan bukan karena kemauan dirinya sendiri. Bahkan Imam Mahdi sendiri tidak mengetahui kalau dirinya akan dijadikan seorang pemimpin untuk seluruh kaum muslimin oleh Allah SWT. 

Kemunculan Imam Mahdi akan melalui beberapa tanda sebagaimana telah disebutkan dalam sebuah hadits yang di riwayatkan oleh Imam Bukhari, yaitu: 

  • Sosok Imam Mahdi akan muncul ketika telah terjadi banyak perselisihan manusia dan banyaknya terjadi gempa bumi. 
  • Baitullah (Kabah) akan diserang oleh sebuah pasukan, akan tetapi bagian tengah pasukan tersebut akan hilang ditelan bumi. 
  • Imam Mahdi akan dibaiat di antara makam Ibrahim dengan sudut Kabah. 
  • Sebuah pasukan yang datang dari negeri Syam akan menuju ke Baitullah untuk mengejar seorang lelaki yang dilindungi oleh Allah SWT.

5. Imam Mahdi akan memimpin kaum muslimin selama kurun waktu 7 hingga  9 tahun, dan kemunculan Imam Mahdi tersebut akan menjadi pembuka bagi berakhirnya zaman (kiamat kubro).

Demikianlah uraian artikel tentang Imam Mahdi Dan Tanda - Tanda Kemunculannya Menjelang Hari  Kiamat. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Referensi: 

https://konsultasisyariah.com, https://kalam.sindonews.com, https://www.genpi.co

Post a Comment for "Imam Mahdi Dan Tanda - Tanda Kemunculannya Menjelang Hari Kiamat"