Skip to main content

Alasan Di Balik Penyerbuan Tentara Abrahah Ke Mekkah

Alasan Di Balik Penyerbuan Tentara Abrahah Ke Mekkah
credit image:https://ihram.co.id/

Alasan Di Balik Penyerbuan Tentara Abrahah Ke Mekah - Ketika itu kota Mekah dikepung oleh sekitar 60 ribu pasukan Gajah dan bersiap menyerbu bangunan suci yang bernama Ka'bah. Abrahah, yang merupakan pemimpin dari pasukan tersebut tampak sangat garang dan buas.

Begitu besar dan perkasanya pasukan Abrahah tersebut sehingga dengan hanya sekali saja memberi perintah menyerang, maka akan tamatlah seluruh suku Quraisy dan rumah - rumah mereka akan rata dengan tanah.

Namun ternyata Allah Subhanahu Wata'ala memang maha kuasa, sehingga dengan pertolongan dari Allah SWT maka selamatlah bangunan suci (Ka'bah) tersebut dan juga kaum Quraisy di sana. 

Rombongan burung ababil yang datang secara berbondong - bondong dan bertebaran di langit sambil membawa dan menjatuhkan bara api yang berasal dari batu di Neraka tepat di tengah - tengah kerumunan pasukan Gajah Abrahah tersebut dan membuatnya kocar - kacir. Seluruh pasukan Abrahah tersebut nyaris tidak tersisa, semuanya kalang kabut, hancur lebur, dan kemudian musnah.

Menurut literatur sejarah Islam waktu penyerangan Abrahah dan bala tentaranya tersebut terjadi pada tahun 570 M, atau satu tahu n sebelum kelahiran Rasulullah SAW.

Atas izin dan pertolongan Allah SWT, maka selamtlah kota yang menjadi kelahiran Nabi Muhammad SAW,  Nabi dan Rasul terakhir yang merupakan kekasih Allah SWT.

Peristiwa penyerangan Abrahah dan bala tentaranya ke kota Mekah tersebut di abadikan oleh Allah SWT, dalam Al-Qur'an surah Al-Fiil ayat 1-5, sebagai berikut:

اَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصۡحٰبِ الۡفِيۡلِؕ
Teks Latin:
"Alam tara kaifa fa'ala rabbuka bi ashaabil fiil"

Artinya:
"Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?"
 
اَلَمۡ يَجۡعَلۡ كَيۡدَهُمۡ فِىۡ تَضۡلِيۡلٍۙ

Teks Latin:
"Alam yaj'al kai dahum fii tad liil"

Artinya:
"Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?"

وَّاَرۡسَلَ عَلَيۡهِمۡ طَيۡرًا اَبَابِيۡلَۙ

Teks Latin:
"Wa arsala 'alaihim tairan abaabiil"

Artinya:
"dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong,"

تَرۡمِيۡهِمۡ بِحِجَارَةٍ مِّنۡ سِجِّيۡلٍ

Teks Latin:
"Tar miihim bi hi jaaratim min sij jiil"

Artinya:
"Yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar,"

فَجَعَلَهُمۡ كَعَصۡفٍ مَّاۡكُوۡلٍ

Teks Latin:
"Faja 'alahum ka'asfim m'akuul"

Artinya:
"Sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat)."

Bila kita telaah, apakah motif sebenarnya yang membuat Abrahah begitu menggebu - gebu dan ingin menyerang serta meruntuhkan Ka'bah dan Kota Makkah tersebut?

Berikut ini adalah beberapa alasannya, antara lain:

Al Qulays Yang Megah

Abrahah memiliki nama lengkap yaitu Abrahah Al-Asyram, dia adalah seorang Jendral perang Kerajaan Aksum yang diperintahkan untuk menaklukkan Kerajaan Himyar di Jazirah Arab bagian selatan.

Karier Abrahah tampak cukup moncer dan menonjol. Semua tugas yang di berikan kepadanya bisa dijalankan dengan mulus sehingga mengantarkannya menjabat Gubernur di wilayah jajahan tersebut. 

Namun demikian, karena merasa tidak puas dengan apresiasi dan hadiah yang diberikan oleh Rajanya, maka kemudian dia menahan upeti, dan melakukan pemberontakan. Dia kemudian berikrar untuk memerdekakan wilayahnya dan membaiat dirinya sebagai seorang  Raja.

Menurut seorang sejarawan yang bernama Philip Khuri Hitti dalam History of The Arabs: From the Earliest Times to the Present (2002), mengatakan, "Sebagai seorang raja, Abrahah menjadi tokoh penting dalam penyebaran agama Kristen di wilayah Arab Selatan. Selain menekan keberadaan para pengikut Yahudi, sebuah katedral bernama al Qulays dibangun di atas reruntuhan kota Ma'arib yang didaku gereja terbesar di masa itu".

Sementara di sisi yang lain, seorang sejarawan lain yang bernama Jawwad Ali dalam Al-Mufashal fi Tarikh Al-Arab Qabla Al-Islam (1968), menuliskan bahwa struktur bangunan Al-Qulays yang begitu megah. Al-Qulays, memiliki pintu yang terbuat dari tembaga murni setinggi 10 hasta dan lebar 4 hasta.

"Lorong masuk dari pintu ke bagian dalam berukuran 8x40 hasta, dengan tiang-tiang yang digantungi pagar berukir dan berpaku dari emas dan perak," demikian tulis Jawwad Ali. 

Dengan keindahan dan kemegahan Al-Qulays tersebut, Abrahah betul-betul percaya diri bahwa simbol yang dibangunnya akan mengundang decak kagum dari banyak pihak dan akan membuat tertarik orang-orang untuk datang mengunjunginya.

Namun pada kenyataanya harapan tersebut tidak terealisasi. Di seberang negeri yang Abrahah banggakan, Ka'bah masih menjadi bangunan yang paling banyak dikunjungi oleh masyarakat dan bangsa Arab untuk diziarahi. 

Sudah sejak lama, Kota Makkah telah menjadi sangat penting secara sosial, ekonomi, politik, dan juga keagamaan sebagai dampak dari keberadaan bangunan yang dipugar di masa Nabi Ibrahim AS dan putranya  yakni Nabi Ismail AS dan Nabi Ishak AS.

Motif Politik

Tanpa kenal lelah, Abrahah secara terus - menerus melakukan propaganda bahwa keberadaan Al-Qulays jauh lebih suci dan agung dibandingkan dengan Ka'bah. Orang-orang yang mendengar hal tersebut, bukan merasa teratrik namun justru merasa muak.

Hingga pada suatu hari, Abrahah menemukan kotoran yang dilemparkan oleh seseorang yang tidak dikenal ke dinding bangunan andalannya itu (Al Qulaisy). Tentu saja dia merasa sangat marah, dan langsung menuding bahwa itu adalah perbuatan dari orang Mekah.

Para pengikut dan pembisik Abrahah menuduh bahwa pelakunya adalah dari kalangan Bani Kinanah, atau suku Quraisy yang notabene adalah suku yang bertindak sebagai penjaga Ka'bah dan kota Mekah.

Peristiwa pelemparan kotoran tersebut sontak membuat Abrahah merasa murka. Ia kemudian bersumpah akan menghancurkan Ka'bah dan kaum Quraisy hingga rata dengan tanah," 

Namun demikian, versi yang lain menuturkan, bahwa peristiwa pelemparan kotoran ke dinding Al-Qulaisy dan rasa iri terhadap keramaian Mekah bukanlah faktor dan penyebab utama atas serangan milter yang terjadi pada tahun 570 M tersebut. 

Kemarahan Abrahah tersebut murni karena motif politik akibat dari kegagalan untuk menghubungkan wilayah Habasyah dan Romawi melalui Semenanjung Arab, selama Mekah dan Ka'bah tidak juga berhasil dikuasai olehnya.

Jawwad Ali mengatakan,"Faktor ini saya anggap lebih kuat karena memiliki motif yang sangat penting di antara berbagai rencana politik internasional kuno."

Itulah uraian artikel tentang Alasan Di Balik Penyerbuan Tentara Abrahah Ke Mekah. Semoga ulasan artikel ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan serta pengetahuan Anda.
Rekomendasi Topik Dari Penulis
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar