Skip to main content

Doa Awal Tahun Dan Akhir Tahun Hijriyah

Doa Awal Tahun Dan Akhir Tahun Hijriyah
credit image:freepik.com

Doa Awal Tahun Dan Akhir Tahun Hijriyah - Seperti halnya hari, minggu dan bulan yang terus berjalan dan berganti , maka tahun pun ikut juga berganti. Waktu akan terus berjalan dan tidak bisa di putar kembali ke belakang.

Apa yang sudah terjadi dan kita alami tidak bisa kita ulangi dan perbaiki lagi, yang bisa kita lakukan adalah menjadikan itu semua sebagai bahan pelajaran dan instrospeksi diri agar kedepan kita tidak mengulangi kesalahan yang sama. 

Untuk mengawali tahun baru Hijriyah, umat Islam sangat di anjurkan untuk mengawalinya dengan membaca do'a awal tahun dan sebelumnya membaca do'a akhir tahun.

Mengakhiri dan sekaligus mengawali tahun baru dengan bermunajat kepada Allah SWT adalah sesuatu hal yang sangat di anjurkan dalam ajaran agama Islam. Kita berdo'a dan berusaha untuk memperbaiki diri kita dari hari ke hari, serta memohon agar Allah SWT menjauhkan kita dari segala kemaksiatan dan perbuatan dosa.

Tidak seperti pergantian tahun Masehi yang terjadi pada tepat tengah malam jam 24.00, maka dalam kalender Islam (Hijriyah) pergantian tahun terjadi siring dengan masuknya waktu shalat Maghrib di akhir tahun.

Oleh karena itu, setelah masuk waktu Magrib hendaknya kita membaca do'a sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِه، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Teks latin:
Allahumma antal abadil qadiimul awwal wa ‘ala fadhlikal ‘adzhim wa kariim juudikal mu’awwal, wa haadza ‘aamun jadiidun qad aqbala, as-alukal ‘ishmah fiihi minas syaithaani wa auliyaaihi, wal ‘aun ‘ala haadzihin nafsil ammaarah bis-suu-i, wal isytighaala bimaa yuqarribuni ilaika zulfaa, yaa dzal jalaali wal ikraam

Artinya:
"Tuhanku, Kau yang Maha Abadi, Maha Kekal, dan Maha Awal. Dan atas karunia-Mu yang besar dan mulia kemurahan-Mu, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan setan dan para walinya di tahun ini. Aku pun meminta tolong-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon perkara yang mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan."

Doa ini sebagaimana dituliskan oleh Al Habib Utsman bin Yahya dalam karyanya, "Maslakul Akhyar."

Sebagai penutup segala amal perbuatan kita selama satu tahun, di hari terakhir bulan Zulhijah kita dianjurkan untuk membaca doa berikut, yang dibaca setelah selesai mengerjakan shalat Ashar, yaitu:

اللّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ، وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ، وحَلُمْتَ عَنِّي بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِي، وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جُرْأَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ، فَإِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ، فَاغْفِرْ لِي، وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ، وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ، فَأَسْأَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي، وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيْمُ.

Teks latin:
Allahumma maa ‘alimtu fii hadzihis sanati mimmaa nahaitani ‘anhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halumta ‘anni ba’da qudratika ‘ala ‘uquubati, wa da’autani ilat taubati min ba’di jur-ati ‘ala ma’shiyatik. Fainni astaghfiruka minhu, faghfirlii wa maa ‘amiltu fiiha mimmaa tardhaahu, wa wa’adtani ‘alaihi tsawaab, fa as-aluka an tataqabbalahu minnii, wa laa taqtha’ rajaa-i minka Yaa Kariim.

Artinya:
"Ya Allah, apa yang kulakukan di tahun berupa yang Engkau larang dan Engkau (tentu) tidak meridhai perbuatan itu dan tidak (akan) melupakannya. (Namun) Engkau begitu lembut meski Engkau mampu menghukumku. Engkau mengajak aku untuk bertobat setelah aku larut dalam perbuat maksiat kepada-Mu. Maka, sungguh, aku memohon ampunan-Mu, ampunilah Aku. Dan, apa yang aku lakukan di tahun ini yang Engkau ridhai dan janjikan ganjaran padanya, maka aku bermohon pada-Mu untuk menerima amalku, dan tidak memupuskan harapanku pada-Mu."

Rasulullah SAW telah bersabda yang artinya, "Sungguh amalan itu tergantung pada penutupnya/akhirnya" [HR. Bukhari]

Dengan membaca doa tersebut diatas, maka kita berupaya untuk menutup tahun yang telah berlalu dengan akhir yang baik, yakni memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah kita perbuat serta niat untuk melakukan amalan yang lebih baik di tahun yang akan datang.

Dalam kitab "Mir-aatuz Zamaan fii Tawaarikhil A’yaan" disebutkan, apabila membaca doa tersebut, setan akan berkata, "Kami telah lelah (menggoda) nya sepanjang tahun, kemudian dia merusak perbuatan kami hanya dalam sekejap."

Wallahu 'Alam Bisshawab

Demikianlah uraian artikel tentang Doa Awal Tahun Dan Akhir Tahun Hijriyah. Semoga bermanfaat dan berguna untuk Anda.
Rekomendasi Topik Dari Penulis
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar