Skip to main content

Apakah Anda Sulit Tidur? Lakukan Tips Dan Panduan Dari Rasulullah SAW Berikut Ini

Apakah Anda Sulit Tidur? Lakukan Tips Dan Panduan Dari Rasulullah SAW Berikut Ini
credit image:freepik.com

Tidur adalah merupakan kebutuhan bagi setiap orang. Kualitas tidur seseorang dapat mempengaruhi tingkat stamina, kebugaran dan kesehatan tubuhnya. Ketika kita tertidur, maka sesungguhnya ruhkita sepenuhnya berada dalam genggaman Allah SWT.

Oleh karena itu, sebagai seorang muslim kita hendaknya senantiasa meminta dan memohon perlindungan kepada Allah SWT dengan mengamalkan adab menjelang kita tidur dan tidak lupa berdo'a kepada Allah SWT.

Namun, terkadang kita mengalami kesulitan untuk tidur di sebabkan oleh pikiran kita yang tidak tenang, rasa stres yang berlebihan, letih dan sebagainya. Apakah Anda Sulit Tidur? Lakukan Tips Dan Panduan Dari Rasulullah SAW berikut Ini:

1. Berwudlu Sebelum Tidur

Menjelang waktu tidur, seorang Muslim dianjurkan untuk membersihkan diri dengan cara berwudlu. Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah haditsnya (sebagaimana di kutip dari https://konsultasisyariah.com/) sebagai berikut :

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ ، ثُمَّ قُلْ : اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ ، اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ ؛ فَإِنْ مُتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ فَأَنْتَ عَلَى الْفِطْرَةِ ، وَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَتَكَلَّمُ بِهِ

Artinya:
"Apabila engkau hendak tidur, berwudhulah sebagaimana wudhu ketika hendak shalat. Kemudian berbaringlah miring ke kanan, dan bacalah,

اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ ، اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

"Ya Allah, aku tundukkan wajahku kepada-Mu, aku pasrahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu, karena rasa takut dan penuh haram kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari hukuman-Mu kecuali kepada-Mu. Ya Allah, aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan, dan kepada nabi-Mu yang telah Engkau utus.

Jika kamu mati di malam itu, kamu mati dalam keadaan fitrah. Jadikanlah doa itu, sebagai kalimat terakhir yang engkau ucapkan sebelum tidur." [HR. Bukhari 247 & Muslim 2710]

Menurut pendapat dari Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani dalam "Fathul Baari bi Syarhi Shahih Al-Bukhari" menyatakan, salah satu faedah berwudlu sebelum tidur adalah menjadikan seorang Muslim melewati malamnya dengan keadaan suci, sehingga apabila ajal datang maka tubuhnya dalam keadaan sempurna (suci).

Kemudian, Ibnu Abbas juga pernah berkata, "Janganlah engkau bermalam kecuali dalam keadaan berwudu, karena sesungguhnya arwah dibangkitkan sebagaimana saat ia dicabut nyawanya."

Bukan hanya dengan membersihkan fisik semata, akan tetapi kita juga dianjurkan untuk membersihkan Qolbu  (hati) kita dari berbagai penyakit hati, seperti iri, dengki, dan amarah sehingga hati akan terasa lapang.

2. Membersihkan Tempat Tidur Terlebih Dahulu

Sebelum tidur kita di anjurkan untuk membersihkan tempat tidur kita terlebih dahulu dengan cara mengibaskannya dengan kain sebanyak tiga kali. Mengapa? Karena kita tidak mengetahui ada apa di atas tempat tidur kita saat ditinggalkan, mungkin saja ada hewan, kotoran, atau bahkan setan yang menempatinya disana.

Setelah itu, lalu bacalah do'a berikut ini:

بِاسْمِكَ رَبِّى وَضَعْتُ جَنْبِى وَبِكَ أَرْفَعُهُ إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِى فَارْحَمْهَا وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ

Tekas latin:
Bismika rabbi wadhatu janbi wa bika arfa’uhu in amsakta nafsi farhamha wa in arsaltaha fahfadzha bimaa tahfadzhu bihi ‘ibaadakas shalihin

Artinya:
Dengan nama-Mu Wahai Tuhanku, aku baringkan punggungku dan dengan nama-Mu aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan diriku, maka rahmatilah aku, dan jika Engkau melepaskannya, maka jagalah, sebagaimana Engkau menjaga hamba-Mu yang shalih.

Rasulullah SAW juga bersabda:

إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ فَلْيَأْخُذْ دَاخِلَةَ إِزَارِهِ فَلْيَنْفُضْ بِهَا فِرَاشَهُ وَلْيُسَمِّ اللهَ فَإِنَّهُ لاَ يَعْلَمُ مَا خَلَفَهُ بَعْدَهُ.

Artinya:
"Jika salah seorang di antara kalian akan tidur hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan, ‘Bismillaah,’ karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi." [HR. Al-Bukhari no. 6320, Muslim no. 2714, at-Tirmidzi no. 3401 dan Abu Dawud no. 5050]

3. Berdzikir Menjelang Tidur

Agar tidak merasa kesulitan untuk tidur, kita dianjurkan untuk melakukan Dzikir terlebih dahulu, yakni dengan membaca. "Allahu Akbar" sebanyak 34 kali, "Subhanallah" sebanyak 33 kali, dan "Alhamdulillah" sebanyak 33 kali.

Rasulullah SAW bersabda:

أَلَا أُخْبِرُكِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكِ مِنْهُ ، تُسَبِّحِينَ اللَّهَ عِنْدَ مَنَامِكِ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ ، وَتَحْمَدِينَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ ، وَتُكَبِّرِينَ اللَّهَ أَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ . فَمَا تَرَكْتُهَا بَعْدُ . قِيلَ : وَلَا لَيْلَةَ صِفِّينَ ؟ قَالَ : وَلَا لَيْلَةَ صِفِّينَ 

Artinya:
"Tidakkah kamu mau aku beritahu apa yang lebih baik darinya, (yaitu;) kamu bertasbih kepada Allah menjelang tidur sebanyak 33 kali, dan memuji Allah sebanyak 33 kali, dan bertakbir sebanyak 34 kali. Sejauh ini aku (‘Aisyah) belum pernah meninggalkannya. Dikatakan: "Termasuk juga pada saat malam perang Shiffin ?" Beliau menjawab: "Termasuk juga pada malam perang Shiffin." [HR. Bukhori: 5362 dan Muslim: 2727]

4. Memohon Perlindungan Kepada Allah SWT

Sebelum kita tidur, maka kita juga di anjurkan untuk berdo'a dan memohon perlindungan kepada Allah SWT. Pertama, dengan membaca ayat kursi untuk memohon perlindungan dari keburukan setan, sebagai berikut:

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Teks latin:
Allahu laailaaha illa huwal hayyul qayyuum. Laa ta-khudzu sinatun wa laa naum. Lahu maa fis samaawaati wa maa fil ardh, man dzaladzi yasyfa’u ‘indahu illaa bi-idznihi, ya’lamu maa baina aidihim wa maa khalfahum wa laa yuhiithuuna bisyai-in min ‘ilmihi ilaa bimaasyaa, wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardh wa laa yauuduhu hifdzhuhuma wa huwal ‘aliyyul ‘adzim (QS. al-Baqarah: 255)

Artinya:
"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." [QS. Al-Baqarah:255]

Kedua, dengan membaca dua ayat terakhir dari surah Al-Baqarah, yaitu:

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Teks latin:
Aamanar rasuulu bimaa unzila ilahi min rabbihi wal muminuun, kullun aamana billahi wa malaaikatihi wa kutubihi wa rusulihi laa nufarriqu baina ahadin min rusulihi wa qaalu sami’na wa atha’na ghufraanaka rabbanaa wa ilaikal mashir

Artinya:
"Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali." [QS. Al-Baqarah:285]

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Teks latin:
Laa yukallifullahu nafsan illa wus’aha lahaa maa kasabat wa ‘alaiha maktasabat, rabbanaa laa tu-aakhidzna in nasiina au akhtha’naa rabbanaa wa laa tahmil ‘alaina ishran kamaa hamaltahu ‘alal ladzina min qablina rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bihi. Wa’fu ‘anna waghfirlanaa warhamnaa anta maulaana fanshurnaa ‘alal qaumil kaafirin

Artinya:
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." [QS. Al-Baqarah:286]

Hal ini selaras dengan hadits dari Rsulullah SAW, sebagai berikut:

مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِى لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

Artinya:
Barang siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka ia akan diberi kecukupan." [HR. Bukhari no. 5009 dan Muslim no. 808]

Diantara para ulama ada yang berbeda pendapat tentang makna "dicukupkan baginya," pada hadits di atas.  Sebagian ulama ada yang mengartikan akan dijaga dari marabahaya di malam harinya, ada pula yang memaknai dicukupkan baginya untuk bangun malam.

4. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq Dan An-Nas Sebelum Tidur

Angkatlah kedua tangan dan bacalah muawidzat (surat Al-ikhlas, Al-falaq dan An-nas). Lalu tiuplah kedua telapak tangan dan usaplah tubuh dengan dua telapak tangan tersebut, dari mulai kepala, wajah, hingga tubuh bagian depan. Lakukan hal itu sebanyak tiga kali.

Dari Aisyah Ra berkata :
"Rasulullah Saw apabila hendak tidur, beliau meniupkan ke kedua tangannya sambil membaca mu'awidzat, lalu beliau mengusapkan ke badannya." [HR. Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah]

5. Berbaring Ke Arah Kanan Sambil Membaca:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْلَمْتُ وَجْهِى إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِى إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِى إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِى أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِى أَرْسَلْتَ

Teks latin:
Allahumma inni aslamtu wajhi ilaka wa fawadhtu amri ilaika wa alja-tu dzahri ilaika ragbatan wa rahbatan laa malja-a wa laa manjaa minka illa ilaika. Aamantu bikitaabikaladzi anzalta wa binabiyyikal ladzi arsalta

Artinya:
"Ya Allah aku menyerahkan diriku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu karena kecintaan dan takut kepada-Mu. Tak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari (azab)-Mu kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang telah engkau turunkan kepada Nabi-Mu yang Engkau utus."

Doa ini adalah sebagaimana telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Dari al-Bara bin Azib, sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda:

"Apabila kamu hendak tidur, berwudulah sebagaimana kamu berwudu untuk shalat. Setelah itu berbaringlah dengan miring ke kanan, lalu berdoalah: 'Allahumma inni aslamtu wajhi ilaka wa fawadhtu amri ilaika wa alja-tu dzahri ilaika ragbatan wa rahbatan laa malja-a wa laa manjaa minka illa ilaika. Aamantu bikitaabikaladzi anzalta wa binabiyyikal ladzi arsalta. Jadikanlah bacaan tersebut sebagai penutup ucapanmu menjelang tidur. Apabila kamu meninggal dunia pada malam itu, maka kamu meninggal dalam kesucian diri (fitrah)." [HR. Bukhari]

6. Membaca Do'a Sebelum Tidur

Rasulullah SAW apabila hendak tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya kemudian berdoa

بِاسْمِكَ اللّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا

Teks latin:
Bismika allahumma amuutu wa ahyaa

Artinya:
"Dengan nama-Mu ya Allah aku mati dan aku hidup."

Ada pula beberapa redaksi yang lain, di antaranya:

بِاسْمِكَ اللّهُمَّ أَحْيَى وَبِاسْمِكَ أَمُوْتُ

Teks latin:
Bismika allahumma ahyaa wa bismika amuutu

Artinya:
"Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati."

Dan redaksi yang lain:

اللّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ

Teks latin:
Allahumma qinii ‘adzaabaka yauma tab’atsu ibaadaka

Artinya:
"Ya Allah jagalah aku dari azab-Mu di hari Engkau bangkitkan hamba-hamba-Mu."

Demikianlah adab, doa, dan dzikir sebelum tidur. Hendaknya kita mengamalkannya dengan niat ittiba’an (mengikuti) apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita dari marabahaya di saat kita sedang tertidur.

Terima kasih telah mengunjungi blog saya dan membaca artikel ini. Temukan artikel - artikel menarik lainnya tentang agama Islam dengan berselancar di blog ini.
Rekomendasi
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar