Skip to main content

Faedah, Manfaat Dan Kemuliaan Mengingat Kematian

 

Faedah, Manfaat Dan Kemuliaan Mengingat Kematian
image via [email protected]_services

Dalam kehidupan manusia, terdapat tiga hal yang kita tidak dapat menyangkalnya yaitu Rizki, jodoh dan maut (kematian). Ketiga hal tersebut sepenuhnya hanyalah Allah Subhanahu Wata'ala saja yang maha mengetahuinya.

Sebagai seorang muslim dan sebagai orang yang beriman kita tentu percaya bahwa kematian adalah sesuatu yang pasti akan terjadi pada diri kita. Kapan datangnya kematian? Tidak seorangpun yang tahu kapan waktunya. Kematian bukan karena faktor usia, misalnya yang tua mati terlebih dahulu dan yang muda belakangan, atau orang yang sakit duluan sementara orang yang sehat belakangan. 

Ketika tiba waktu datangnya kematian, maka tidak ada seorang pun yang dapat memajukannya atau memundurkannya walaupun hanya untuk sesaat saja. Oleh karena itu, kita sebagai seorang mukmin harus senantiasa mempersiapkan diri kita karena kita tidak pernah tahu kapan akan di panggil oleh Allah Subhanahu Wata'ala.

Allah SWT telah berfirman dalam surah Ali Imran ayat ke 185, yaitu:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ

Artinya:

"Setiap jiwa pasti akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari Kiamat sahajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa yang dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Syurga, maka sungguh dia telah berjaya. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya". [QS. Ali-Imran :185]

Setiap Yang Bernyawa (Jiwa) Pasti Akan Mati

Berkenaan dengan ayat diatas, Imam Ibnu Kathir berkata:

يخبر تعالى إخبارا عاما يعم جميع الخليقة بأن كل نفس ذائقة الموت كقوله تعالى « كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ  وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Artinya:

"Allah mengkhabarkan kepada seluruh makhluk-Nya bahawa setiap jiwa akan merasakan mati." 

Hal tersebut seperti Firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam surah Ar-Rahman ayat ke 26 dan 27, yaitu:

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ  وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Artinya:

"Semua yang ada dibumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah-Rabbmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan". [QS. Ar-Rahman :26-27]

Lebih lanjut Imam Ibnu Kathir menyambung kembali tafsirnya, dan mengatakan:

فهو تعالى وحده الذي لا يموت والجن والإنس يموتون وكذلك الملائكة وحملة العرش وينفرد الواحد الأحد القهار بالديمومة والبقاء فيكون آخرا كما كان أولا وهذه الآية فيها تعزية لجميع الناس فإنه لا يبقى أحد على وجه الأرض حتى يموت فإذا أنقضت المدة وفرغت النطفة التي قدر الله وجودها من صلب آدم وأنتهت البرية أقام الله القيامة وجازى الخلائق بأعملاها جليلها وحقيرها قليلها وكثيرها كبيرها وصغيرها فلا يظلم أحدا مثقال ذرة ولهذا قال تعالى « وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya:

"Hanyalah Allah semata-mata Dzat yang Maha Hidup dan tidak akan pernah mati. Sedangkan jin dan manusia, semuanya akan mati. Begitu juga para Malaikat, termasuk para Malaikat pembawa ‘Arasy. Dan hanya Rabb yang Maha Esa dan Maha Perkasa yang akan tetap hidup selama-lamanya. Allahlah yang Akhir, sebagaimana Dia juga yang Awwal."

Dalam tafsir tersebut terdapat pengingat bagi seluruh umat manusia, bahwa tidak ada seorang pun yang berada diatas muka bumi ini, melainkan dia akan mati. Jika waktu yang telah ditetapkan telah berakhir, dan nutfah (sperma) yang ditakdirkan oleh-Nya dari tulang Sulbi Adam telah habis, serta semua makhluk-Nya telah berakhir, maka Allah akan menjadikan Hari Kiamat.

Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَكْثِرُوْا ذِكْرَ هَاذمِ اللَّذَّاتِ

Artinya:

"Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (iaitu kematian)." [HR Tirmidzi no. 2307, An-Nasai no. 1824, Ibnu Majah no. 4258. Al-Albani berkata hadits "Hasan Sahih"]

Sementara itu dari Abdullah bin 'Umar radhiyallahu ‘anhuma menceritakan, "Aku sedang duduk-duduk bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian datang seorang lelaki dari kalangan Anshar. Ia mengucapkan salam kepada Rasulullah, lalu berkata, "Ya Rasulullah, mukmin manakah yang paling utama?" Beliau menjawab, "Yang paling baik akhlaknya di antara mereka."

"Mukmin manakah yang paling cerdas?", Laki - laki itu kembali bertanya. Dan Rasulullah SAW menjawab:

أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا، أُولَئِكَ أَكْيَاسٌ

Artinya:

"Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas." [HR Ibnu Majah no. 4259, dihasankan oleh Al-Albani]

Hakikat Kehidupan Dunia

Allah SWT telah berfirman dalam surah Ali-Imran ayat ke 185, sebagai berikut:

وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ

Artinya:

"Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan" [QS. Ali-Imran :185]

Terkait dengan hal ini, Imam Ibnu Kathir berkata:

تصغير لشأن الدنيا وتحقير لأمرها وأنها دنيئة فانية قليلة زائلة كما قال تعالى « بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا  وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى » وقال « وَمَا أُوتِيتُم مِّن شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَزِينَتُهَا وَمَا عِندَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Artinya:

"Hal ini dimaksudkan untuk mengecilkan nilai dunia serta menghinakannya. Dunia juga bersifat fana dan sebentar serta akan binasa." 

Allah SWT telah berfirman dalam surah Al-'A'laa ayat ke 16 dan 17, sebagai berikut:

بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى

Artinya:

"Tetapi kamu lebih mengutamakan kehidupan Dunia. Sedangkan kehidupan Akhirat itu baik dan lebih kekal" [QS. Al-A'laa :16-17]

Mengutip dari kitab tafsir "Al-Quranul 'Azhim" karangan Imam Ibnu Kathir, Beliau mengatakan bahwa:

هي متاع متروكة أوشكت والله الذي لا إله إلا هو أن تضمحل عن أهلها فخذوا من هذا المتاع طاعة الله إن أستطعتم ولا قوة إلا بالله وقوله تعالى

Artinya:

"Kehidupan dunia hanyalah kesenangan, iaitu kesenangan yang pasti ditinggalkan. Demi Allah, yang tiada Ilah berhak disembah melainkan Dia, dunia itu hampir lenyap dari pemiliknya, maka ambillah dari kesenangan itu untuk melakukan keta’atan kepada Allah semampu kalian. Sesungguhnya tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah" [Tafsir al-Quranul 'Azhim, oleh Ibnu Kathir, Ali-Imran : 185]

Pentingnya Mengingat Kematian

Bagi seorang mukmin, mengingat mati adalah sesuatu perkara yang sangat dianjurkan. Sebagai terdapat dalam sebuah hadits Rasulullah SAW berikut ini:

 عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ ». يَعْنِى الْمَوْتَ.

 Artinya:

"Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu meriwayatkan: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan, yaitu kematian”. [HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Tirmidzi].

Seorang mukmin juga harus meyakini bahwa maut bisa datang kapan saja bisa menghampiri dan tidak akan pernah keliru dalam hitungannya, maka jauhilah perbuatan dosa dari kesyirikan, bid’ah dan perbuatan maksiat lainnya.

Allah SWT telah berfirman dalam surah Al-A'raf ayat ke 34, sebagai berikut:

 وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

 Artinya: 

"Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya." [QS. Al-A'raf : 34]

Mengutip ceramah dari Kyai Haji Muhammad Romli, yang mana Beliau adalah pengasuh pondok pesantren sekaligus majelis Zdikir Al Miftah, dimana Beliau mengatakan bahwa terdapat 3 faedah dan manfaat mengingat - ingat kematian bagi seorang mukmin.

Dalam hal ini Beliau mengutip pendapat dari As Syekh Hamid Al Lafaf dalam kitab Tanbihul Mughtarrin karangan Syekh Abdul Wahhab As Sya’roni yang mengatakan :

من اكثر ذكر الموت أكرم بثلاثة أشياء : تعجيل التوبة و النشاط فى العبادة و قناعة النفس

Siapa yg sering mengingat kematian, akan dimuliakan dengan tiga hal:

  • Segera bertaubat
  • Rajin serta semangat beribadah
  • Hati yg qona’ah (merasa cukup)

Kemuliaan pertama bagi orang yang sering mengingat kematian adalah adanya kekuatan taufik dan hidayah dari Allah SWT untuk segera bertaubat dari segala dosa dan perbuatan maksiat yang telah dilakukan. Datangnya kematian adalah rahasia Allah SWT dan tidak ada seorangpun yang mengetahuinya.

Kemuliaan yang kedua bagi orang yang sering mengingat kematian adalah merasa bersemangat untuk melakukan ibadah dengan penuh kekhusyuan semata karena Allah SWT. Dengan adanya kematian maka hal itu menjadi i’tibar bagi orang yang masih hidup, bahwa mereka juga pasti akan merasakan kematian.

Kemuliaan yang ketiga bagi orang yang sering mengingat kematian adalah jiwa yang Qona’ah. Qona'ah adalah sikap menerima apapun yg telah Allah SWT tetapkan dan tentukan bagi hamba hamba-Nya, baik rezeki, jodoh dan kematian dan merasa cukup dengan hal tersebut. Ada sifat ridho bagi jiwa yang Qona’ah serta sama sekali tidak ada prasangka buruk terhadap ketentuan Allah SWT.

Sebaliknya. jika kita lupa dan tidak pernah mengingat kematian, maka:

  • Kita tidak mau bertaubat
  • Membuat kita malas beribadah
  • Selalu merasa kurang dan selalu berprasangka buruk terhadap ketentuan Allah SWT

Semoga kita sebagai seorang mukmin senantiasa di berikan tiga kemuliaan tersebut di atas dengan wasilah kita selalu mengingat- ingat kematian.

Wallahualam Bissawab 

Rekomendasi
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar