--> Skip to main content

Hikmah Do'a Yang Belum Terkabul, Apa Penyebabnya?


Hikmah Do'a Yang Belum Terkabul, Apa Penyebabnya?
image via freepik

Hikmah Do'a Yang Belum Terkabul- Anda mungkin pernah merasa gundah gulana dan resah karena merasa telah banyak berdo'a namun hingga sekarang apa yang Anda minta belum juga terkabul dan terealisasi. Mengapa do'a - do'a yang saya panjatkan belum juga dikabulkan oleh Allah SWT? Apakah ada yang salah dengan cara saya dalam memanjatkan do'a? Apakah Allah SWT tidak menyayangi dan mengasihi saya? Itu adalah bagian dari pertanyaan yang ada didalam hati serta pikiran Anda. 

Namun, apakah sesungguhnya yang menjadi penyebab do'a tidak terkabul atau belum di kabulkan oleh Allah SWT? Kita sebagai seorang muslim tentu sudah sangat memahami bahwasannya Allah SWT memiliki sebutan Al-Mujib, yang artinya adalah Maha Mengabulkan dan Maha Menjawab do'a hamba-hamba-Nya yang tulus memohon kepada-Nya. Kita tentu harus selalu berbaik sangka kepada Allah SWT. Kita percaya bahwasannya selalu ada hikmah do'a yang belum terkabul, karena Allah SWT maha mengetahui apa yang di butuhkan oleh kita.

Akan tetapi, sering kali kita tidak cukup bersabar, kita cenderung ingin agar do'a - do'a kita cepat-cepat terkabul. Ibaratnya, mereka berdo'a kepada Allah SWT agar cepat mendapatkan pekerjaan, lalu mereka berpikir bahwa pada hari itu juga mereka akan langsung mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan. Contoh yang lain misalnya, mereka berdo'a kepada Allah SWT supaya mendapatkan uang dalam jumlah yang banyak, dan mereka juga berpikir bahwa saat itu juga uang tersebut akan hadir untuknya. Seperti tukang sulap, cukup dengan mengucapkan mantera " bimsalabim" maka saat itu juga keluar kelinci dari dalam bajunya.

Perlu diketahui, selain memiliki sebuatn Al-Mujib, Allah SWT juga memiliki banyak nama lainnya (jumlahnya ada 99 nama yang disebut sebagai Asma'ul Husna. Misalnya Allah SWT memiliki nama  yang indah (Asmaul Husna) Al-Hakim yang artinya Maha bijaksana. Allah SWT Mahatahu apa yang terbaik untuk diberikan kepada hamba-Nya, dan itu tidak serta-merta langsung terwujud pada saat itu juga. 

Ada proses yang harus dilalui atau dijalani oleh orang yang berdo'a, yakni dibarengi dengan usaha (dalam bahasa latin disebut sebagai "Ora et Labora"). Dalam proses tersebut, Allah SWT sebenarnya tengah menguji, apakah orang yang berdo'a ini mampu bersikap sabar dan tetap optimis meskipun belum kunjung terkabul do'a yang dia panjatkan, atau malah marah-marah, mengumpat dan mencela Allah SWT dan menganggap bahwa Allah SWT telah berbohong dengan janji-Nya.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW disebutkan, bahwasannya Allah SWT terkadang mempercepat terkabulnya sebuah do'a yang dipanjatkan oleh hamba-Nya, namun  terkadang Allah SWT juga menundanya untuk waktu yang Dia kehendaki sesuai dengan ketetapan-Nya, atau bahkan justru memberikan kepada hamba-Nya yang berdoa itu dengan sesuatu yang lebih baik daripada yang dimohonkannya. 

Rasulullah SAW bersabda, "Tiada seorang berdoa kepada Allah dengan suatu doa, kecuali pasti dikabulkan-Nya, dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa." (HR Ath-Thabrani)

Dari apa yang disebutkan dalam hadits di atas, Rasulullah SAW mengingatkan kepada kita semua untuk tetap optimis dengan do'a yang kita panjatkan, pantang menyerah atau berputus asa dengan terus - menerus berdo'a kepada Allah SWT. 

Rasulullah SAW Juga mengingatkan kepada kita untuk tidak terburu-buru dengan do'a yang kita panjatkan, dengan bersikap seolah-olah memaksakan kepada  Allah SWT agar segera mengabulkan apa yang dimintanya. Hal ini tentu saja merupakan etika atau akhlak yang buruk dan tercela dihadapan Allah SWT. 

Sementara dalam sebuah hadits yang lain, Rasulullah SAW juga mengatakan bahwa, "Akan dikabulkan doa seseorang di antara kamu sekalian selama dia tidak terburu-buru berkata, "Aku sudah berdoa, tetapi aku tidak atau belum dikabulkan." (HR Muslim)

Sikap terburu-buru dan tidak sabaran dalam sebuah hadits Rasulullah SAW dikatakan berasal dari bisikan setan. Sebaliknya, sikap tenang dan sabar serta berhati-hati adalah karunia dari Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, "Ketenangan (sabar dan berhati-hati) adalah dari Allah dan tergesa-gesa (terburu-buru) adalah dari setan." (HR Asy-Syihab)

Jika kita merasa bahwa kita telah banyak berdo'a, baik siang maupun malam hari, namun kita merasa apa yang kita mohonkan belum juga dikabulkan oleh-Nya, maka janganlah pernah merasa kecewa. Kita harus selalu dan tetap memanjatkan doa, karena itu adalah wujud dari ketataatan seorang hamba di hadapan Allah SWT. 

Allah SWT telah berfirman dalam Al-Quran tentang orang yang putus asa ini yakni pada surah Az-Zumar ayat ke 53, sebagai berikut :

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Artinya:
Katakanlah, "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah." (QS Az-Zumar : 53)

Janganlah kita pernah berhenti untuk berdoa kepada Allah SWT dengan diiringi oleh usaha kita dengan semampu dan sekuat tenaga yang kita miliki. Kita tidak pernah tahu kapan do'a  kita akan dikabulkan, oleh karenanya kita di anjurkan untuk secara terus - menerus memperbanyak do'a kepada Allah SWT.

Dalam hadits Rasulullah juga disebutkan, pada suatu hari, salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah, pesankan sesuatu kepadaku yang akan berguna bagiku dari sisi Allah.". Kemudian Rasulullah SAW pun menjawab, "Perbanyaklah berdo'a. Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan do'amu akan terkabul." (HR Ath-Thabrani)

Penyebab Doa Tidak Terkabul Dan Bagaimana Caranya Agar Do'a Cepat Terkabul?


image via freepik

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab do'a tidak terkabul atau belum terkabul. Beberapa hal tersebut diantaranya disebabkan oleh perilaku diri kita sendiri yang melakukan kesalahan dalam berdo'a. Agar do'a cepat terkabul kita perlu mengenali berbagai macam kesalahan yang kita lakukan ketika berdo'a sehingga bisa mempercepat dikabulkannya do'a yang kita panjatkan. 

Berikut ini adalah 4 penyebab do'a tidak terkabul, diantaranya sebagai berikut:
  • Tidak khusyuk dalam berdo'a.
  • Berputus asa, merasa doanya tidak akan terkabul dan ingin do'anya segera dikabulkan.
  • Berdo'a tanpa lebih dulu bertawasul dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
  • Berdo'a untuk hal - hal yang dilarang agama, seperti minta agar diputuskan tali silaturahmi.

Dan berikut ini adalah uraian mengenai keempat hal tersebut diatas, yaitu:

1. Tidak Khusyuk Dalam Berdo'a

Berdo'a pada hakekatnya adalah meminta sesuatu kepada Allah SWT. Dalam berdo'a kita seyogyanya melakukannya dengan penuh rasa khusyuk agar do'a yang kita panjatkan tersebut di ijabah oleh Allah SWT. Namun, terkadang kita justru berbuat sebaliknya, kita kurang khusyuk dalam berdo'a sehingga menyebabkan Allah SWT belum mengabulkan do'a - do'a yang kita panjatkan tersebut.

Allah SWT telah berfirman dalam surah Al-A'raf ayat ke 55:

ادْعُواْ رَبَّكُمْ تَضَرُّعاً وَخُفْيَةً إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Artinya:
"Berdoalah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut." (Q.S. Al-A’raf:55)

Allah SWT juga berfirman dalm surah Al-Anbiya' ayat ke 90:

إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَباً وَرَهَباً وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ

Artinya:
"Sesungguhnya, mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) segala kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami." (Q.S. Al-Anbiya’:90)

Salah satu ciri dari bersikap khusyuk dalam berdo'a adalah dengan merendahkan diri di hadapan Allah SWT, bersikap tawadhu’, dan menghadirkan Allah SWT dalam hati kita. Semua hal tersebut merupakan adab-adab dalam berdo'a. 

Menurut Imam Ahmad, dimana Beliau telah meriwayatkan sebuah hadits, yang sanadnya dinilai hasan oleh Al-Mundziri, dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, "Jika kalian berdoa kepada Allah maka berdoalah kepada-Nya dengan penuh keyakinan bahwa doa tersebut akan dikabulkan. Sesungguhnya, Allah tidaklah mengabulkan do'a seorang hamba, yang dipanjatkan dari hati yang lalai."

2. Berputus asa, merasa do'anya tidak akan terkabul dan ingin do'anya segera dikabulkan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam telah bersabda dalam sebuah haditsnya yang diriwayatkan oleh Bukhari  dan Muslim, yaitu:

يستجاب لأحدكم ما لم يعجل يقول دعوت فلم يستجب لي

Artinya:
"Doa yang dipanjatkan seseorang di antara kalian akan dikabulkan selama dia tidak tergesa-gesa. Dirinya berkata, "Aku telah berdoa namun tidak juga terkabul."

Jika kita sedang berdo'a maka kita harus merasa yakin bahwa do'a yang kita panjatkan akan dikabulkan oleh Allah SWT, karena  Allah SWT adalah Dzat yang Paling Dermawan dan Paling Mudah Memberi.

Allah SWT telah berfirman dalam surah Al-Mu'min ayat ke 60:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Artinya:
"Dan Rabbmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu" (Q.S. Al-Mu’min:60).

Kita juga harus melakukan instrospeksi diri, karena ada dua hal yang juga bisa menghambat terkabulnya do'a yang kita panjatkan tersebut, yakni memutuskan tali silaturahmi atau hubungan kekerabatan, dan memakan makanan yang haram.

Kedua hal tersebut telah diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu, sebagai berikut:

أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ” ما من مسلم يدعو بدعوة ليس فيها إثم ولا قطيعة رحم إلا أعطاه الله بها إحدى ثلاث : إما أن يعجل له دعوته وإما أن يدخرها له في الآخرة وإما أن يصرف عنه من السوء مثلها ” قالوا : إذن نكثر قال : ” الله أكثر “

Artinya:
Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa yang tidak mengandung dosa dan tidak pula pemutusan hubungan kekerabatan, melainkan Allah akan memberinya salah satu di antara tiga hal: doanya segera dikabulkan, akan disimpan baginya di akhirat, atau dirinya akan dijauhkan dari keburukan yang senilai dengan permohonan yang dipintanya.

"Para shahabat berkata, "Kalau begitu, kami akan banyak berdoa." Rasulullah menanggapi, "Allah lebih banyak (untuk mengabulkan doa kalian)." (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Ya’la dengan sanad jayyid.

Hadits ini berderajat sahih dengan adanya beberapa hadits penguat dari jalur 'Ubadah bin Shamit yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Al-Hakim, serta dari jalur Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Ahmad dan selainnya.)

3. Berdo'a tanpa lebih dulu bertawasul dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam berdo'a hendaknya kita bertawasul dan mengucapkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Pendapat ini adalah pendapat yang paling banyak di lakukan oleh sebagain besar ulama (terutama di Indonesia), walaupun ada sebagian pendapat yang mengatakan bahwa hal tersebut merupakan suatu perbuatan bid'ah. Wallahu a'lam

4. Berdo'a untuk hal - hal yang dilarang agama (Lalim), seperti minta agar diputuskan tali silaturahmi.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda dalam sebuah haditsnya sebagai berikut:

سيكون قوم يعتدون في الدعاء

Artinya:
"Akan muncul sekelompok orang yang lalim dalam berdoa." (H.R. Ahmad, Abu Daud, dan yang lainnya, hadits hasan sahih).

Dalam sebuah hadits lain yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan selainnya dari Ubadah bin Shamit, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

ما على الارض مسلم يدعو الله بدعوة إلا آتاه الله إياها ، أو صرف عنه من السوء مثلها ، ما لم يدع بإثم أو قطيعة رحم

Artinya:
"Di muka bumi ini, tidak ada seorang muslim pun yang memanjatkan doa kepada Allah melainkan Allah pasti akan memberi hal yang dipintanya atau Allah akan memalingkannya dari keburukan yang senilai dengan isi doanya, sepanjang dia tidak memohon doa yang mengandung dosa atau pemutusan hubungan kekerabatan." (HR. Turmudzi dan Ahmad)

Demikianlah uraian artikel tentang Hikmah Do'a Yang Belum Terkabul, Apa Penyebabnya? Semoga artikel ini menjadi pengingat kita untuk senantiasa khusuk dalam berdo'a agar segala do'a yang kita panjatkan dapat segera di kabulkan oleh Allah SWT.
Rekomendasi
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar