--> Skip to main content

Punya Urusan Penting Dan Sulit? Amalkan Do'a Nabi Musa Ini


Do'a Nabi Musa AS

Dalam hidup manusia tentu tidak akan pernah lepas dari musibah dan cobaan. Musibah dan cobaan tersebut adalah suatu hal yang datangnya dari Allah Subhanahu Wata'ala yang di berikan kepada kita sebagai hambanya. Dalam menyikapi hal tersebut, kita sebagai seorang muslim tentu harus selalu berprasangka baik (husnuzhan) kepada Allah SWT dan tidak boleh mengeluh, menggerutu atau bahkan berprasangka buruk (Su'uzhan) kepada Allah SWT.

Kita percaya bahwa segala hal yang terjadi pada diri kita adalah merupakan kuasa dan kehendak dari Allah SWT dengan maksud dan tujuan yang hanya Allah sajalah yang mengetahuinya.

Namun, sifat dasar manusia adalah memang sangat suka sekali mengeluh ketika mendapatkan sedikit kesulitan atau musibah dalam hidupnya. Apalagi jika kita memiliki sebuah urusan yang begitu berat untuk diselesaikan kita terkadang kesal dan merasa putus asa karenanya.

Bagi Anda sobat muslim semua, ada sebuah amalan yang dapat kita amalkan ketika kita sedang berada dalam kesulitan dan memiliki masalah pelik yang sulit untuk dicarikan jalan keluarnya. Kita dapat mengamalkan sebuah do'a yang pernah di panjatkan oleh Nabi Musa AS, agar urusan kita yang sulit tersebut dimudahkan oleh Allah SWT.

Berikut ini adalah do'a yang dibaca oleh Nabi Musa AS, sebagaimana termaktub dalam kitab suci Al-Qur'an, surah Thaha ayat ke 25 - 28, sebagai berikut :

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي
وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي
وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي
يَفْقَهُوا قَوْلِ

Teks latin:
"Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qouli"

Artinya:
25. Berkata Musa: "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku,
26. dan mudahkanlah untukku urusanku,
27. dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,
28. supaya mereka mengerti perkataanku,

Banyak ahli tafsir (Mufassirin) yang menafsirkan ayat tersebut di atas, salah satunya adalah Syaikh As Sa'di rahimahullah dalam kitab tafsirnya, dimana Beliau memberikan tafsir atas ayat tersebut sebagai berikut:

1. "Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku", adapun maksudnya adalah lapangkanlah, janganlah perkataan dan perbuatanku ini menyakiti dan janganlah hatiku ini terkotori dengan yang demikian, dan jangan pula hatiku ini dipersempit. Karena jika hati telah sempit, maka orang yang memiliki hati tersebut sulit memberikan hidayah (petunjuk ilmu) pada orang yang didakwahi.

Allah Subhanahu Wata'ala telah memberikan wahyunya kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, dalam surah Ali-Imran ayat ke 159, yaitu:

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Artinya:
"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman" (QS. Ali Imran : 159). 

2. "dan mudahkanlah untukku urusanku", adapun maksudnya adalah mudahkanlah setiap urusan dan setiap jalan yang ditempuh untuk mengharap ridha-Mu, mudahkanlah segala kesulitan yang ada di hadapanku. Di antara dimudahkan suatu urusan yaitu seseorang yang memohon diberikan berbagai kemudahan dari berbagai pintu, ia dimudahkan untuk berbicara dengan setiap orang dengan tepat, dan ia mendakwahi seseorang melalui jalan yang membuat orang lain mudah menerima.

3&4. "dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku", adapun maksudnya adalah dahulu Nabi Musa 'alaihis salam, sesuai dengan riwayat memiliki kekurangan, yaitu rasa kaku dalam lisannya. Hal ini membuat orang lain sulit memahami yang beliau ucapkan.

Allah Subhanahu Wata'ala telah berfirman dalam surah Al-Qashshash ayat ke 34, yaitu: 

وَأَخِي هَارُونُ هُوَ أَفْصَحُ مِنِّي لِسَانًا فَأَرْسِلْهُ مَعِيَ رِدْءًا يُصَدِّقُنِي ۖ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يُكَذِّبُونِ

Artinya:
"Dan saudaraku Harun dia lebih fasih lidahnya daripadaku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan) ku; sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku" (Al-Qashshash : 34). 

Maka dari itu,  kemudian Nabi Musa AS memanjatkan do'a kepada Allah SWT agar dilepaskan dari kekakuan lidahnya sehingga orang bisa memahami apa yang diucapkan olehnya. Dan Allah SWT pun kemudian mengabulkan do'a yang di panjatkan oleh Nabi Musa tersebut.

Setelah kita membaca dan mengetahui serta memahami do'a yang dipanjatkan oleh Nabi Musa Alaihissalam tersebut, maka kita dapat menarik sebuah pelajaran dan kesimpulan bahwa do'a tersebut sangat berguna dan bermanfaat bagi kita agar kita senantiasa dimudahkan dalam segala urusan  yang kita miliki. Selanjutnya adalah agar hati kita selalu merasa lapang dan tidak merasa sempit sehingga akan lebih mudah untuk menyampaikan dakwah kepada orang lain dan orang - orang akan memahami apa yang kita sampaikan. Kemudian do'a tersebut juga mengandung makna agar segala kekakuan bentuk lisan kita dilepaskan dengan pertolongan dari Allah SWT.

Allah adalah satu - satunya tempat bagi kita untuk bergantung dan meminta pertolongan. Oleh karena itu ketika kita memiliki masalah atau urusan yang berat dan sulit untuk diselesaikan maka kita harus memanjatkan do'a kepada-NYA. Dan salah satu referensi bacaan do'a tersebut adalah do'a yang di panjatkan oleh Nabi Musa AS di atas.

Do'a Nabi Musa AS
image via freepik

Kita harus merasa yakin dan percaya bahwa setiap do'a yang kita panjatkan pasti akan di dengarkan oleh Allah SWT. Dan kita juga percaya bahwa Allah SWT pasti akan mengabulkan segala do'a yang kita panjatkan, namun kapan waktunya itu adalah rahasia Allah SWT.

Dalam sebuah haditsnya Rasulullah SAW bersabda, "Sesunguhnya Rabb kalian tabaraka wa ta'ala Maha Pemalu lagi Maha Mulia. Dia malu terhadap hamba-Nya, jika hamba tersebut menengadahkan tangan kepada-Nya, lalu kedua tangan tersebut kembali dalam keadaan hampa."

Selain do'a yang dipanjatkan oleh Nabi Musa AS di atas, ada sebuah do'a  yang lain yang juga dipanjatkan oleh Nabi Musa AS untuk meminta pertolongan dari Allah SWT. Do'a ini dipanjatkan oleh Nabi Musa AS ketika  Beliau menghadapi Raja Fir’aun dan para pengikutnya. Untuk itu, beliau senantiasa berdoa dan bermohon kepada Allah SWT agar menolongnya ketika berada dalam keadaan tertentu. 

Adapun bacaan do'a tersebut adalah sebagai berikut:

اَللهم لَكَ الْحَمْدُ وَاِلَيْكَ الْمُشْتَكَى وَاَنْتَ الْمُسْتَعَانُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Teks latin:
"Allahumma lakal hamdu, wa ilaikal musytakaa, wa antal musta’an, wa la haula, wa laa quwata, illa billahil aliyil adhiim".

Artinya: 
"Ya Allah, segala puji bagi-Mu. Hanya kepadamu, Ya Allah, kami berkeluh kesah. Engkaulah tempat meminta pertolongan. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha tinggi dan Maha Agung".

Demikianlah artikel tentang do'a Nabi Musa AS agar dimudahkan dari segala macam urusan dan juga do'a untuk meminta pertolongan dari Allah SWT. Semoga bisa menjadi referensi dan menambah ilmu pengetahuan kita semua.
Rekomendasi
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar