Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Alam Kubur Bagi Umat Muslim

Mengenal Alam Kubur Bagi Umat Muslim

Alam kubur merupakan alam yang berada di antara kehidupan manusia. Alam ini dimulai setelah kematian dan berakhir setelah kebangkitan. Bagi umat muslim, alam kubur merupakan sebuah peringatan. 

Ya peringatan, bahwa setelah kehidupan di dunia ini setiap muslim akan menjalani “kehidupan” yang sesungguhnya di alam kubur, alam barzah.

Segala amal perbuatan yang dilakukan manusia selama hidup di dunia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. 

Dalam “mahkamah” sejati ini, bukan lagi mulut yang akan menjawab setiap detail pertanyaan, melainkan anggota tubuhlah yang akan langsung berbicara dan mengakui segala macam perbuatan yang telah dilakukan semasa hidup.

Setiap manusia yang telah berpulang akan menjalani beberapa fase di alam kubur. Fase-fase tersebut, di antaranya penyempitan, pertanyaan malaikat, azab dan nikmat kubur, ditempatkannya ruh, dan fase kebangkitan.

Setiap manusia yang telah mati akan merasakan terhimpit di alam kubur. Orang kafir dan orang muslim akan merasakan hal yang sama, hanya saja yang membedakan keduanya adalah lamanya waktu berada di dalam himpitan tersebut.

Setiap mukmin hanya akan mengalami himpitan ini sementara waktu saja, sedangkan orang kafir selamanya akan berada dalam himpitan ini, bahkan hingga tulang belulangnya pun hancur. Ya, alam kubur merupakan alam yang paling seram, terlebih untuk orang-orang kafir.

Seramnya Alam Kubur

Seperti yang telah disebutkan tadi, alam kubur merupakan alam yang paling mengerikan. Sebagaimana yang diceritakan oleh Hani Maula Usman ra. yang berkata: “saat Utsman bin affan berdiri di depan kuburan, beliau menangis hingga air matanya membasahi jenggotnya." 

Lalu dikatakan kepadanya, “diceritakan kepadamu tentang surga dan neraka, kamu tidak menangis, tetapi kamu manangis dari ini." 

Maka beliau berkata bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

“Kuburan adalah awal rintangan dari beberapa rintangan alam akhirat. Jika sukses di alam itu maka setelahnya lebih mudah, dan jika tidak sukses maka setelahnya lebih susah." 

Kemudian beliau berkata bahwa Rasulullah bersabda, "Tiada pemandangan yang pernah saya lihat melainkan kuburan yang paling menyeramkan." (Hasan, HR. Tirmidzi dan Ibnu Majjah, Shahihul Jami’ No.5623)

Azab dan Nikmat Alam Barzah

Abu Abdullah berkata, "azab kubur suatu yang hak dan tidak ada yang mengingkarinya kecuali orang sesat dan menyesatkan." (Kitab ar-Ruh, Ibnu Qayyim, hal. 76)

Menurut Al-Quran dan Sunnah, serta beberapa ijma sahabat, kuburan merupakan pintu gerbang menuju taman surga atau gerbang menuju jurang neraka. Ketahuilah, bahwa Allah SWT telah menciptakan sebuah kehidupan bagi sang mayat berupa kelezatan dan kesengsaraan di alam kubur. 

Setiap manusia yang telah memasuki alam kubur pasti akan dihadapkan dengan pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir tentang tuhannya, agamanya, nabinya, dan kitabnya. 

Jika sang mayat berhasil menjawab pertanyaan dengan benar, maka kelezatan surgalah yang akan ia dapatkan. Demikian juga sebaliknya, jika jawabannya salah, maka kesengsaraan nerakalah yang akan ia rasakan.

Bentuk-Bentuk Siksa Kubur

Siksa kubur yang bisa diterima setiap ruh dan jasad orang yang sudah mati sangat banyak sekali macamnya. 

Berikut ini adalah beberapa macam siksa kubur yang mungkin diterima ruh dan jasad penghuni alam kubur, yaitu:

  • Alam kubur akan menjadi sangat gelap dan menyeramkan
  • Azab kubur dipukul dengan cemeti besi
  • Azab kubur dengan dihimpit bumi
  • Azab kubur dengan dibelit ular berbisa
  • Azab kubur dibakar dengan api
  • Azab kubur bagi orang yang sombong
  • Azab kubur bagi koruptor dan pemakan harta haram
  • Azab kubur bagi penyuka ghibah dan yang tidak menjaga kencing
  • Azab kubur bagi khatib gadungan
  • Azab Kubur yang Menimpa pezina, pendusta, pemakan riba, meninggalkan shalat dan orang yang menelantarkan Al-Qur'an.

Demikianlah ulasan artikel  Mengenal Alam Kubur Bagi Umat Muslim, semoga berguna dan bermanfaat.

Post a Comment for " Mengenal Alam Kubur Bagi Umat Muslim"