Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Memahami Bentuk - Bentuk Ibadah

ibadah-shalat

Pada zaman sekarang banyak orang-orang mengartikan bahwa bentuk ibadah itu, seperti kewajiban kita sehari-hari. Yaitu rukun islam yang ada lima, diantaranya: 

  • Syahadat
  • Sholat
  • Zakat
  • Puasa
  • Haji

Padahal nilai ibadah yang sebenarnya bukan di nilai dari yang terkecil maupun yang besar.

Asalkan bermanfaat bagi semua orang, itu merupakan suatu bentuk dari ibadah. Oleh sebab itu, syariat Islam tidak membatasi melakukan segala kegiatan yang berhubungan dengan ibadah.

Terkadang nilai yang kelihatannya untuk duniawi, bisa dijadikan sebagai bentuk dari ibadah. Sedangkan sesuatu yang bernilai ukhrawi bisa menjadi nilai yang tidak mempunyai guna apa-apa.

Oleh sebab itu, kita sebagai makhluk yang sempurna dimata Tuhan. Kita harus memperhatikan benar-benar segala kegiatan dan perbuatan kita. karena nantinya akan dipertanggungjawabkan dihadapanNya.

Pengertian Ibadah

Ibadah adalah segala perbuatan dalam aspek kehidupan manusia baik lahir maupun batin. Dilakukan tidak bertentangan dengan ajaran syariat Islam dan niat yang benar.

Allah menyuruh manusia agar diseluruh kegiatannya mempunyai nilai ibadah seperti berjalan kaki, olahraga, berpakaian, makan, minum dan lain sebagainya. Semua kegiatan tersebut bisa menjadi nilai ibadah. Bahkan ketika kita diam saja, asal semuanya di lakukan untuk beribadah kepadaNya.

Macam-macam Ibadah

Sebenarnya kehidupan ini sudah ditentukan oleh sang pencipta, mana yang harus dilakukan dan mana yang harus ditinggalkan. Maka dari itu ibadah dibagi menjadi 2 hal, yaitu:

1. Ibadah Mahdhah

Ibadah ini merupakan ibadah yang sudah dijelaskan dalam syariat islam. Meskipun ibadah tersebut hukumnya tidak wajib seperti sholat dan sunah-sunahnya, puasa dan seterusnya.

2. Ibadah Ghoiru Mahdhah

Ibadah yang satu ini yang akan dibahas dalam artikel ini, karena menjadi suatu hal yang penting bagi umat manusia. ibadah ini merupakan ibadah yang belum dijelaskan dalam syariat Islam. Seperti dalam keseharian kita, akan tetapi itu bisa menjadi nilai ibadah sesuai dengan niat yang benar.

Semua ibadah yang kita lakukan, pasti akan mendapatkan godaan tersendiri. Baik yang berasal dari hawa nafsu kita sendiri maupun dari godaan syaitan yang terkutuk.

Dan juga baik dari golongan jin dan manusia  sendiri. Oleh karena itu, jika iman kita lemah maka godaan yang akan diberikan  lebih besar dan sulit untuk ditaklukan.

Sedangkan jika iman kita semakin kuat maka godaan yang diterima akan semakin kuat pula. Sehingga kita harus berhati-hati terhadap segala bentuk godaan. 

Beberapa macam godaan itu antara lain :

1. Rasa Malas    

Perasaan malas yang luar biasa, karena ingin menyelesaikan pekerjaan dengan segera, atau karena kelelahan. Ingin selalu bersenang-senang tidak mau berusaha untuk menggapai cita-citanya.

2. Tumpukan Pekerjaan (Kesibukan)

Pekerjaan yang menumpuk dapat menghalang-halangi kita untuk melakukan ibadah. Seperti mempunyai pekerjaan yang sangat mendesak yang harus bisa diselesaikan segera. Tanpa memperhatikan waktu kewajiban kita. Sehingga kita abaikan sholat dhuhur atau ashar pada istirahat jam kerja.

3. Hendak Beramal 

Ketika kita mau mengerjakan amal ibadah terkadang juga mendapatkan godaan dari teman kita. Maka kita harus teguh untuk tetap melakukan ibadah tersebut meskipun sesulit apapun.

Syarat agar Suatu Perbuatan Menjadi Bentuk Ibadah

Banyak sekali bentuk dari ibadah yang dapat kita lakukan agar mendapat suatu kebaikan dari Tuhan, namun semuanya itu memiliki syarat-syarat tertentu agar semua perbuatan kita menjadi nilai ibadah seperti berikut ini.

1. Niat yang benar

Didalam ajaran Islam, bahwa niat yang akan menentukan suatu kegiatan menjadi nilai ibadah. Oleh karena itu, niat haruslah dijaga dengan sebaik mungkin. Niat mempunyai fungsi penting yang dapat membedakan antara amal ibadah dengan amal-amal yang lainnya.

Niat yang betul atau tidak, itu tergantung tujuannya masing-masing. Ada yang digunakan sebagai bentuk pencarian ridho kepada Allah, dan ada yang niat karena ingin mendapatkan yang lain.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa niat merupakan pondasi dari segala perbuatan, dan akan menentukan kualitas tidaknya dari perbuatan itu. Dijelaskan dalam Hadits Nabi SAW, apabila hendak melakukan sesuatu yang baik dengan berniat terlebih dahulu.

Maka sebelum melakukan kegiatan tersebut, amal itu sudah dicatat oleh malaikat. Sehingga, bilamana seseorang melakukan kebaikan, maka amal catatan kebaikannya menjadi dua. Sedangkan apabila seseorang berniat ingin melakukan kegiatan yang jelek, maka perbuatan tersebut tidak dicatat terlebih dahulu sebelum dilakukannya kegiatan tersebut.

2. Cara pelaksanaannya tidak melanggar syara’

Cara pelaksanaanya pun dapat menentukan perbuatan itu, baik atau tidak. Agar disetiap perbuatan kita menjadi nilai ibadah disisi Allah. Tujuannya kita melakukan ibadah semata-mata hanya ingin mendapatkan ridlo Allah. Dan agar supaya bisa lebih mendekaatkan diri kita kepada Allah.

3. Tidak meninggalkan ibadah dasar

Ibadah dasar diantaranya yaitu keyakinan (iman) dan rukun Islam. Kedua keyakinan itulah yang dapat menegakkan semua amalan lainnya menjadi terkontrol. Tanpa kedua ibadah dasar ini, maka tidak lain halnya seperti mendirikan rumah tanpa pondasi.

Demikianlah syarat-syarat ibadah bagi setiap amal dan perbuatan. kalau perbuatan kita menggunakan syarat-syarat seperti diatas. Maka amal-amal yang kita lakukan, baik wajib maupun mubah akan menjadi nilai ibadah kepada Allah. Sehingga kita akan diberi pahala dariNya.

Hakikat dari Ibadah Kecil

Banyak orang-orang yang menyepelekan suatu hal yang kecil. Terkadang dari yang kecil itu akan menjadikan seseorang menjadi besar. Oleh karena itu sebaiknya melakukan sesuatu, baik kecil maupun besar harus dilakukan dengan baik. Serta selalu diusahakan dengan tidak mengecewakan kepada orang lain pada umumnya. Dan khususnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kekurangan yang ada pada kita, untuk tidak mau melakukan hal-hal yang kecil terlebih dahulu karena kita selalu berambisi. Karena ingin memiliki semuanya, dan langsung ingin menerima hasil yang besar tidak dimulai dari yang kecil. maka sebab itu, hal yang kecil selalu diabaikan tanpa usaha yang jelas.

Seperti halnya menabung uang lima ratus setiap hari secara terus menerus maka lama-kelamaan akan menjadi menumpuk dan hasilnya pun akan menjadi banyak. 

Tidak kalah penting jikalau niat kita menabung untuk membantu orang lain dalam kesusahan atau diberikan kepada orang yang lebih membutuhkan maka perbuatan itu akan menjadi ibadah yang sangat besar disisi Tuhan.

Setiap amalan agar menjadi nilai ibadah. Dengan membelanjakan keuntungan yang diperoleh atau hasil usaha dan setiap perbuatan untuk jalan Tuhan. Seperti dibelanjakan untuk membantu kaum miskin dan anak-anak terlantar atau yatim piatu. Sedangkan yang kita peroleh adalah ilmu yang bisa digunakan dengan ridho Tuhan.

Ibadah bisa di lakukan dari hal sepele. Seperti bila melihat sampah atau duri dijalanan kemudian membuangnya ketempat sampah. Tidur dengan niat agar ketika bangun bisa beraktivitas dengan semangat untuk ibadah.

Makan dan minum supaya bisa menjalankan ibadah wajib dengan baik. Itu semua merupakan suatu hal yang sepertinya tidak mempunyai nilai guna apapun. Akan tetapi dalam pandangan Tuhan, merupakan perbuatan yang sangat bernilai dan sangat besar.

Seandainya manusia diberi pengetahuan dalam memahami ibadah yang lebih. Maka semua yang dia usahakan akan dipasrahkan hanya kepada Tuhan yang Maha Esa.

Dan sesungguhnya manusia itu bukan siapa-siapa dan tak punya daya apapun, tanpa pertolongan dan kekuasaanNya. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan ibadah kita hanya semata-mata karena Allah Ta’ala, baik ibadah yang paling kecil maupun yang paling besar.

Post a Comment for " Memahami Bentuk - Bentuk Ibadah"