Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hikmah Sabar dalam Islam

Hikmah Sabar dalam Islam

Sabar diibaratkan sebagai sebuah perisai bagi seorang muslim. Sabar memiliki banyak hikmah agung yang bisa diambil pelajaran sebagai seorang mukmin. 

Memahami lebih dalam mengenai hikmah sabar dalam Islam, akan membuat seorang muslim bisa menempatkan dirinya mencapai derajat orang yang bertakwa dan menjadi hamba yang dicintai oleh Sang Khalik.

Zaman akhir seperti sekarang, yang penuh dengan godaan dan cobaan, membuat seorang mukmin terus diuji kesabarannya. Ada yang bisa melewati dan menghadapi suatu ujian atau cobaan dengan penuh kesabaran. 

Namun tidak sedikit juga yang gagal dalam menghadapi berbagai cobaan dalam hidupnya. Cobaan dan godaan datang silih berganti, sehingga diperlukan penanaman kesabaran secara mendalam ke dalam jiwa secara terus menerus.

Pengertian Sabar

Sabar secara bahasa berasal dari kosakata Bahasa Arab, yaitu "shabr" yang bermakna menahan diri, mengendalikan diri. Dan, secara umum pengertian sabar adalah sikap menahan atau mengendalikan diri terhadap suatu kejadian tanpa dikuasai oleh hawa nafsu.

Sabar adalah suatu akhlak yang terpuji dan merupakan cerminan iman seseorang. Terutama, dalam menjalankan perintah agama Islam. Sabar juga merupakan perisai atau penolong seorang mukmin karena tidak setiap orang mampu untuk bersabar terhadap suatu cobaan atau ujian tertentu.

Sebagaimana yang ditegaskan dalam Alqur’an, surat al-Baqarah ayat 153, sebagai berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Artinya:

”Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” [QS. Al-Baqarah:153]

Dari ayat tersebut, bisa diambil pelajaran bahwa Allah akan menolong hamba-Nya yang mau bersabar dan shalat, hamba yang menjalankan perintah-perintah Allah. Dan, sabar termasuk salah satu dari perintah Allah Yang Maha Penyabar.

Dalam suatu kasus atau kejadian, seringkali banyak yang salah memahami, bahwa sabar hanya cukup berdiam saja. Menahan diri untuk tidak bereaksi secara emosional. Namun hal itu dilakukan dengan terpaksa. Memang secara fisik tidak bereaksi emosional, tapi dalam dirinya, batinnya, masih menahan emosi atau ketidaksabaran.

Tentu saja sikap seperti ini tidak bisa terkategorikan sebagai sikap sabar, dan tidak bisa mendapatkan keutamaan atau hikmah dari buah kesabaran.

Hikmah-Hikmah Sabar

Kesabaran adalah sifat yang harus dipupuk secara terus menerus dan harus mengalami berbagai ujian serta cobaan. Tujuannya, agar sifat sabar memperoleh keutamaannya. Karena, sabar itu sendiri memerlukan sikap ikhlas atau rida terhadap ketentuan Allah.

Dengan dibarengi sikap ikhlas dan rida, maka kesabaran akan banyak mendatangkan berbagai hikmah yang agung. Hikmah-hikmah itu bisa dirasakan secara nyata di dunia ini, ada juga yang baru dirasakan di akhirat kelak.

Beberapa hikmah sabar di dalam Islam bisa dikelompokan menjadi beberapa bagian. Berikut ini hikmah sabar dalam kerangka kita berinteraksi sebagai sesama manusia (hablum minannaas).

1. Hikmah Sabar bagi Pribadi

Dalam berinteraksi dengan sesama, kita dihadapkan dengan banyak sekali karakter orang yang berbeda-beda. Di antara mereka, tentunya ada yang memiliki karakter keras, temperamental, pemarah, dan lain-lain.

Dalam bergaul dengan orang-orang yang memiliki karakter seperti itu, ajaran Islam memerintahkan untuk berlaku sabar. Karena dengan kesabaran itulah, kita bisa menghindari adanya percekcokan, perkelahian, dan kemungkaran-kemungkaran lainnya yang bisa terjadi.

Banyak kejadian kerusuhan, tawuran pelajar, perang antarwarga yang dipicu oleh masalah sepele. Misalnya saja karena tidak terima, tidak bisa bersabar, ketika diejek temannya atau hal lainnya.

Dengan sifat sabar yang dimiliki,  maka teman kita atau orang-orang di sekitar kita akan senang. Akhirnya, kita bisa bergaul secara luas tanpa harus takut dimusuhi orang lain.

2. Hikmah Sabar dalam Keluarga

Sebuah keluarga yang harmonis atau keluarga sakinah tentu saja merupakan dambaan setiap pasangan suami-istri. Keluarga yang sakinah  juga harus dibangun dengan penuh kesabaran. Tanpa kesabaran, rasanya mustahil sebuah keluarga sakinah bisa terwujud.

Di masyarakat kita bisa dijumpai sangat banyak keluarga yang hancur, karena kedua pasangan suami-istri tidak mampu bersabar. Misalnya saja tidak mampu bersabar dengan kehidupan perekonomiannya atau tidak mampu bersabar dengan kondisi fisik pasangannya.

Bahkan sampai pernah ada kasus, karena tidak bersabar dengan kondisi ekonomi keluarganya, sang ibu tega membunuh anak-anaknya dengan racun, lantas si ibu sendiri melakukan bunuh diri. 

Sebuah keluarga yang dipenuhi kesabaran, akan menciptakan rasa penuh kasih sayang di antara anggota keluarganya. Dan, dengan adanya kasih sayang inilah, maka keluarga sakinah akan bisa terbangun dengan baik. Itulah salah satu hikmah kesabaran.

3. Hikmah Sabar bagi Masyarakat

Di zaman sekarang ini, banyak sekali tantangan, ujian dan cobaanya. Hal itu menuntut seorang muslim untuk selalu terus-menerus bersabar. Bersabar di sini, bukan berarti hanya diam melihat kenyataan di masyarakat. Namun sabar adalah bergerak. Bergerak dalam rangka amar makruf nahi munkar.

Sebagaimana perintah Allah dalam Alqur’an surat al-‘Asr ayat 1-3: “Demi masa. Sungguh, manusia dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran”. 

Dari ayat tersebut, bisa diambil pemahaman bahwa suatu masyakat akan mengalami kerusakan, apabila masyarakatnya tidak saling menasihati untuk penegakan aturan di masyarakat. 

Dari keterangan tersebut, maka salah satu hikmah kesabaran yang besar manfaatnya adalah bisa mewujudkan kehidupan yang tenteram di tengah-tengah masyarakat.

Hikmah Sabar dalam Islam

Agama Islam yang diturunkan oleh Allah melalui rasul-Nya, Muhammad Saw., memuat banyak ajaran yang sangat agung. Sabar termasuk ajaran Islam yang harus dimiliki oleh setiap mukmin.

Setelah diterangkan hikmah-hikmah sabar bagi sesama manusia, kemudian hikmah lainnya adalah dalam rangka kita menjalankan perintah agama. 

Hikmah-himah itu antara lain:

1. Hikmah Sabar Terhadap Ujian atau Cobaan

Dalam menghadapi cobaan atau ujian dari Allah, kita diperintahkan untuk bersabar dan rida. Dengan bekal keridaan itu, maka kita bisa mengharapkan pertolongan dari Allah.

Dengan bersabar, kita juga akan mendapat balasan pahala dari Allah. Dan, ujian Allah kepada hamba-Nya, pasti akan membawa kebaikan apabila mampu diterima dengan kesabaran.

Kesabaran dalam menghadapi cobaan, juga bisa menunjukkan kadar keimanan seseorang. Dengan keimanannya, maka Allah akan menurunkan pertolongannya untuk membantu menyelesaikan musibah atau cobaan yang sedang dihadapi.

Sungguh besar hikmahnya apa yang tersirat dalam surah Al-Baqarah ayat 153 tersebut diatas. Salah satu hikmah yang bisa diambil adalah Allah akan menolong dan akan mengabulkan do’a hamba-Nya yang mampu bersabar. Di saat mendapat ujian atau cobaan, Allah akan menolong apabila kita memohon dengan rida dan sabar. 

2. Hikmah Sabar dalam Bertakwa kepada Allah

Takwa kepada Allah adalah menjalankan perintah dan menjauhi segala larangan Allah. Taat terhadap perintah Allah juga harus dilakukan dengan kesabaran. Demikian juga dalam ketaatan menjauhi larangan Allah, juga harus dengan kesabaran.

Untuk menggambarkan hal itu, seperti difirmankan oleh Allah dalam surat as-Shad ayat 44: “Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah)”.

Dari ayat tersebut, bisa diambil pelajaran bahwa sabar merupakan karakter para nabi. Para nabi adalah hamba-hamba Allah yang agung, para ahli surga. Jadi, sifat sabar termasuk sifatnya para ahli surga.

Sungguh besar keutamaan atau hikmah sabar dalam Islam karena sifat sabar merupakan sifatnya ahli surga. Dan, sesuai janji-Nya, Allah akan selalu bersama-sama orang yang sabar.

Post a Comment for " Hikmah Sabar dalam Islam"