Skip to main content

Perjalanan Kisah Nabi Nuh As

Perjalanan Kisah Nabi Nuh As

Perjalanan Kisah Nabi Nuh As - Kisah nabi Nuh As terjadi setelah berlalu beberapa zaman lamanya dari nabi Adam As. 

Semenjak kematian nabi Adam As banyak terjadi perubahan di muka bumi. Berdasarkan kebiasaan hukum alam, terjadilah kealpaan terhadap ajaran-ajaran yang ditinggalkan oleh nabi Adam As.

Apa yang telah diajarkan oleh nabi Adam As kepada umatnya untuk menyembah Allah dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah kembali ditinggalkan oleh sebagian umatnya sepeninggalnya beliau.

Fase Sebelum Kedatangan Nabi Nuh As

Dalam kisah nabi Nuh As yang diutus Allah setelah nabi Adam As yang telah melewati beberapa zaman adalah untuk meneruskan ajaran yang dibawa oleh nabi Adam As.

Sebelum nabi Nuh lahir, dari kakek-kakeknya nabi Nuh ada beberapa orang yang sangat saleh. Setelah beberapa zaman menjalani hidup beliau semua pun kembali kepangkuan Ilahi.

Orang orang saleh tersebut bernama Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr. Dalam rangka menghormati mereka orang-orang telah membuat patung-patung yang menyerupai mereka.

Dan dijadikan sebagai peringatan untuk mengenangnya, ketika pemahat patung telah mati datang cucu-cucu mereka yang mati pula dan telah digantikan oleh cucu-cucu berikutnya.

Setelah beberapa generasi kemudian timbullah dongeng dan khurafat yang membelenggu akal manusia, dimana dalam kisah tersebut menyebutkan bahwa patung-patung yang telah kakek mereka buat memiliki kekuatan khusus.

Dari sinilah iblis tanpa membuang waktu memulai serangannya dengan membisikkan dan memanfaatkan kesempatan untuk membujuk dan merayu serta menyebarkan racun untuk membuat manusia terperosok dalam kesyirikan.

Iblis membisikkan bahwa berhala-berhala itu adalah tuhan yang mendatangkan manfaat dan dapat menolak bahaya sehingga akhirnya manusia menyembah patung-patung itu.

Diutusnya Nabi Nuh As

Ketika manusia berpaling ke selain Allah merajalelalah kezaliman di muka bumi, menyekutukan Allah telah membuat hancur akal manusia yang difitrahkan untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa. Dalam situasi inilah Allah mengutus nabi Nuh untuk menyampaikan risalah-Nya.

Nabi Nuh memiliki kemuliaan dan kecerdasan, beliau bukan penguasa atau raja dan juga bukan orang yang paling memiliki banyak harta diantara kaumnya, tetapi nabi Nuh merupakan manusia terbesar yang hidup di zamannya.

Kebesaran yang dimiliki nabi Nuh adalah adalah kebersihan hati, kesucian nurani, dan akal fikirannya yang mampu mengubah kehidupan yang ada diantara kaumnya bahkan lebih dari semua itu.

Sebab kebesaran nabi Nuh yang lain adalah karena ia selalu bersyukur, mengingat, serta memuji  Allah SWT dalam setiap saat setiap waktu yang dilewatinya. Allah memilih hamba-Nya yang selalu bersyukur untuk menjadi utusan-Nya.

Nabi Nuh mulai keluar dan menyampaikan dakwahnya, setelah mendengar dakwah nabi Nuh kaumnya terbagi menjadi 2 kelompok.

Orang-orang lemah, fakir dan orang yang menderita adalah kelompok yang mengikuti nabi Nuh karena mereka merasa aman terlindungi dengan dakwah nabi Nuh, sedangkan orang-orang kuat, kaya dan penguasa adalah kelompok yang menentang nabi Nuh.

Kelompok yang menentang nabi Nuh mencari-cari kesempatan untuk melawan dan menyerang nabi Nuh. Mula-mula kelompok ini menganggap bahwa nabi Nuh dakwahnya akan surut dan mati dengan sendirinya, namun dugaan mereka salah hingga mereka mencari cara untuk menyerang nabi Nuh melalui pengikutnya.

Mereka meminta nabi Nuh mengusir kaum beriman yang lemah dan fakir dengan dalih ini mereka mengatakan akan beriman tetapi nabi Nuh tidak mau menuruti keinginan mereka. 

Orang-orang kaya dan penguasa kafir tidak mau bersanding dengan orang-orang yang lemah dan fakir mereka menganggap bahwa mustahil menyatukan mereka dalam satu dakwah.

Nabi Nuh mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang-orang kafir, sesungguhnya beliau tahu bahwa mereka sebenarnya menentang tetapi nabi Nuh menjawabnya dengan baik.

Nabi Nuh menerangkan bahwa ia tidak dapat mengusir orang-orang yang beriman kepada Allah. Perdebatan antara nabi Nuh dengan orang-orang kafir terus berlanjut dan semakin melebar, ketika argumentasi mereka terpatahkan mulailah keluar dari batas-batas adab dan mengejek nabi Nuh.

Tanpa mengenal lelah nabi Nuh terus berdakwah dari waktu ke waktu hingga berlalulah masa yang panjang, tetapi kebanyakan kaum nabi Nuh mengingkari kebenaran dan menunjukkan kesombongan hingga datanglah hari dimana Allah SWT menetapkan akan menenggelamkan kaumnya nabi Nuh yang kafir.

Allah mewahyukan Nabi Nuh agar ia membuat perahu dengan pengawasan dan wahyu dari-Nya. Allah menetapkan hukum orang-orang kafir, yaitu datangnya angin topan dan banjir yang menyelimuti bumi. 

Orang-orang yang lalim ditenggelamkan tanpa mengenal kedudukan seberapa dekatnya mereka terhadap nabi Nuh bahkan termasuk anak istrinya.

Rekomendasi Topik Dari Penulis
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar