Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mencari Hikmah Hidup Menurut Islam

Mencari Hikmah Hidup Menurut Islam

Hidup adalah perjuangan panjang yang tidak akan berakhir hingga napas meninggalkan badan. Perjuangan hidup seseorang akan selalu didera hambatan dan perjuangan yang kadang membuat mereka merasa putus asa. 

Hidup bukanlah perkara mudah di mana kita hanya harus bertahan hingga akhir. Akan tetapi, kita juga hendaknya mencari tahu hikmah hidup yang kita jalani. Apalah artinya umur panjang jika kita sendiri tidak mengetahui tujuan dari hidup kita tersebut.

Pencarian hikmah hidup tentunya tidak akan segera terjawab setelah kita memikirkannya. Ada kalanya pencarian yang kita lalui harus memakan waktu bertahun-tahun atau bahkan seumur hidup.

Hikmah hidup adalah hal yang hendaknya dicari dan dimaknai oleh tiap-tiap orang. Dengan mengetahui hikmah-hikmah apa saja yang ada dibalik kejadian dan kisah hidup, kita tentu dapat mempelajari hal-hal yang membuat kita bersyukur telah melangkah sejauh sekarang ini.

Namun tidak jarang, kita melihat seseorang menyia-nyiakan hidupnya, atau dengan sengaja menjerumuskan hidupnya ke dalam lembah kesengsaraan. Beberapa orang menyerah dengan hidup yang mereka jalani, dan beberapa orang yang lain berjuang untuk dapat hidup dengan lebih baik.

Hikmah Hidup vs Budaya Bunuh Diri

Kita sering melihat percobaan bunuh diri yang biasanya menjadi salah satu berita utama di televisi kita. Kasus bunuh diri tidak hanya populer di kalangan selebriti Korea saja. Namun juga, di lingkungan masyarakat kita sendiri.

Banyak hal yang menjadi alasan kenapa seseorang melakukan percobaan bunuh diri, di antara mereka bahkan tidak merasa takut untuk loncat dari gedung bertingkat hanya karena masalah sepele. Mereka yang melakukan percobaan bunuh diri mungkin tidak mengetahui hikmah hidup yang mereka jalani. Mereka merasa bahwa hidup yang mereka jalani sudah tidak bermakna dan tanpa tujuan.

Bunuh diri tidak hanya terjadi karena mereka tidak mencari hikmah hidup apa saja yang telah mereka lalui selama ini. Akan tetapi, seringkali percobaan bunuh diri dilakukan karena faktor-faktor lain yang memang mendorong mereka untuk mengakhiri hidup mereka.

Seseorang bisa dengan mudah memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri bisa jadi karena alasan seperti: depresi, tekanan dari lingkungan, tidak waras, himpitan ekonomi, juga menderita penyakit yang berkepanjangan dan tidak sembuh-sembuh.

Menurut ilmu sosiologi, alasan seseorang melakukan bunuh diri terbagi menjadi tiga, yaitu:

  • Egoistic suicide atau percobaan bunuh diri akibat alasan pribadi.
  • Altruistic suicide atau percobaan bunuh diri untuk melindungi orang lain.
  • Anomic suicide atau percobaan bunuh diri akibat keadaan lingkungan.

Sementara, bunuh diri yang biasa dilakukan oleh remaja juga pada umumnya didasari oleh alasan-alasan tertentu seperti:

  • Konflik dengan keluarga
  • Ditolak dalam pergaulannya
  • Patah hati akibat putus cinta
  • Dipermalukan oleh teman sejawat
  • Konflik dengan kekasih
  • Menghindari masalah
  • Ujian Nasional

Dengan mencari hikmah hidup, seseorang dapat terhindar dari percobaan bunuh diri. Namun jika bunuh diri menjadi suatu tradisi, maka akan sulit untuk mengubah kebiasaan tersebut.

Jepang adalah salah satu negara yang memiliki budaya bunuh diri atau yang juga disebut dengan seppuku atau harakiri. Budaya seppuku ini pada awalnya hanya dipakai oleh kaum samurai yang lebih memilih untuk mati bunuh diri daripada harus menyerah di tangan musuh.

Minamoto No Yorimasa adalah orang Jepang pertama yang tercatat dalam sejarah yang melakukan seppuku pada tahun 1180. Seppuku juga dilakukan oleh orang-orang yang merasa bertanggung jawab atas kegagalan yang dilakukannya. Dan bunuh diri menjadi jalan satu-satunya bagi mereka untuk membayar kegagalan yang telah diakibatkannya.

Seperti yang dilakukan oleh presiden kereta api di Hokkaido Jepang, Naotoshi Nakajima. Ia merasa bersalah akibat kecelakaan kereta api yang terjadi di Hokkaido pada mei 2011. Kecelakaan ini mengakibatkan 35 orang luka-luka. Naotoshi Nakajima menenggelamkan dirinya di laut karena dia merasa bersalah dengan kecelakaan yang terjadi, meskipun kecelakaan tersebut bukanlah kecelakaan besar.

Di jepang, praktik bunuh diri merupakan salah satu cara untuk menyampaikan rasa maaf yang sebesar-besarnya kepada orang-orang yang telah dirugikan atas kesalahan yang kita lakukan. 

Hikmah Hidup Menurut Agama

Bunuh diri yang dilakukan oleh umat manusia tidak hanya disayangkan menurut pandangan agama Islam saja, tetapi juga dalam ajaran Hindu, Budha, dan Katolik.

Dalam agama Hindu, praktik bunuh diri sama besar dosanya dengan upaya membunuh orang lain. Namun, umat Hindu masih membenarkan upaya bunuh diri yang dilakukan dengan jalan berpuasa dengan syarat-syarat tertentu.

Umat Budha yang mempercayai adanya reinkarnasi juga memiliki pandangan yang negatif terhadap percobaan bunuh diri. Sama seperti umat Hindu, mereka juga menganggap upaya untuk membunuh diri sendiri sama besar dosanya dengan upaya membunuh orang lain.

Bagaimana Dengan Ajaran Islam?

Dalam ajaran Islam, bunuh diri hukumnya dosa besar yang larangannya terdapat dalam surah An-Nisa' ayat 29 dan Al-Kahfi ayat 6 yang menyebutkan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Artinya:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu." (QS. An-Nisa': 29)

فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ عَلَىٰ آثَارِهِمْ إِنْ لَمْ يُؤْمِنُوا بِهَٰذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا

Artinya:

"Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al Qur'an)." (Al-Kahfi: 6)

Tuhan memberikan kita kesempatan untuk melihat dunia agar kita mengetahui hikmah hidup kita. hikmah yang akan kita temukan sembari menjalankan kehidupan ini di jalan yang diperintahkan oleh-Nya.

Hikmah hidup bisa saja didapatkan seseorang dari mempelajari keadaan sekelilingnya. Beberapa orang merasa bahwa hidupnya akan bermakna ketika mereka bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Beberapa yang lainnya mungkin beranggapan bahwa hidupnya akan ada artinya jika mereka dapat memperoleh kekayaan dan kesuksesan duniawi.

Banyak cara dan alasan bagaimana seseorang memaknai hidup yang dijalaninya. Mereka memaknai apa yang mereka jalani menurut pandangan yang mereka percaya.

Seseorang dengan pandangan keduniaan tentu melihat hidupnya sebagai lahan untuk memupuk kekayaan yang mereka dapatkan dari hasil usaha mereka. Mereka yang melihat popularitas sebagai titik utama kehidupan, tentu merasa puas jika selalu menjadi sorotan kamera paparazzi yang mengikuti mereka ke mana saja. 

Hikmah hidup seseorang tentu berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Ini karena tiap-tiap orang memiliki pengalaman hidup yang berbeda-beda. Sehingga mereka memaknai hidup yang mereka jalani dengan berbeda pula.

Menitikberatkan pusat kehidupan kepada hal-hal duniawi kadang membawa kesengsaraan bagi manusia itu sendiri. Tidak jarang, orang-orang yang dulunya sukses di bidang bisnis yang mereka jalani tiba-tiba memutuskan bunuh diri akibat usahanya tersebut bangkrut. Dan tidak jarang di antara mereka yang melakukan percobaan bunuh diri sekeluarga.

Para artis yang pamornya mulai turun juga sering dilanda depresi dan menuntun mereka ke dalam upaya bunuh diri. Seperti yang banyak dilakukan oleh artis-artis muda Korea yang memutuskan bunuh diri akibat pamornya yang redup di dunia keartisan. 

Hikmah hidup hendaknya sesuatu yang dilandasi oleh nilai-nilai agama. Sehingga ketika kita tertimpa kemalangan kita dapat mengembalikan semuanya ke kekuasaan Tuhan. Dengan memaknai hidup sesuai dengan ajaran agama, tentu kita tidak akan terlalu kecewa ketika kegagalan itu menghampiri bisnis kita, karir keartisan kita, atau bahkan ketika kita ditinggalkan oleh sanak keluarga yang kita cintai.

Dengan memaknai hidup sesuai dengan apa yang diajarkan oleh agama, tentunya kita dapat dengan ikhlas menghadapi segala bentuk cobaan yang ada. Pendidikan agama yang kuat akan memberi pondasi yang kokoh untuk bertahan dari cobaan hidup dan terus berusaha hingga ajal menjemput. 

Dengan mengetahui makna hidup yang sebenarnya, kita akan hidup dengan lebih bermanfaat tidak hanya untuk diri kita saja tetapi juga untuk keluarga dan orang lain.

Semoga saja kita dapat mengetahui hikmah kehidupan yang kita jalani sebelum ajal menjemput.

Post a Comment for " Mencari Hikmah Hidup Menurut Islam"