--> Skip to main content

Makna Bershalawat Kepada Nabi Muhammad SAW Menurut Agama Islam


Makna Bershalawat Kepada Nabi Muhammad SAW Menurut Agama Islam

Menurut pendapat yang di sampaikan oleh para Ulama dan ahli berbagai macam ilmu seperti ahli tafsir, ahli bahasa, pensyarah hadis makna salawat adalah doa, pujian, pengagungan, penghormatan dan rahmat. 

Lafal “al-shalat” memiliki dua jenis pengertian yakni makna menurut bahasa dan istilah atau penggunaannya, yang dikaitkan dengan syariat. Kita sebagai seorang muslim sangat perlu untuk mengenali kedua hal tersebut, sehingga menjadi jelas apa yang dimaksud dengan al-shalat kepada Nabi Muhammad SAW tersebut.

Makna Shalawat Secara Leksikal

Menurut etimologi (bahasa), sebagian ulama berpendapat bahwa makna al-shalat adalah do'a. 

1. Berkata al-Raghib : “Banyak dari ahli bahasa memaknai al-shalat dengan do'a, keberkatan, pujian. Dikatakan, shallaytu ‘alayhi ialah mendoakan dia, wa zakaytu.

وَقَالَ النَّبِيُ (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ): إِذَا دُعِيَ أَحَدُكُمْ إِلَـى طَعَامٍ فَلْيُجِبْ، وَإِنْ كَانَ صَائِمًا فَلْيُصَلِّ

Bersabda Rasulullah SAW, “Apabila di antara kamu diundang jamuan makan, maka datanglah, meskipun dalam keadaan puasa, kemudian doakanlah.” Yakni, untuk mendoakan dia.

2. Menurut Thabari berkata bahwa, “Shalat dalam kalam bangsa Arab, selain (kalam) Allah, yang dimaksudkan dengan al-shalat adalah do'a.”

3. Menurut Abul Muzhaffar Sim’ani menyatakan bahwa, “Asal kata al-shalat menurut bahasa adalah doa.”

4. Menurut Fakhruddin Razi berkata bahwa, “Al-shalat adalah doa. Ketika dikatakan, “shalla ‘alayhi,” berarti mendoakan untuknya.”

5. Menurut Sayid Madani mendukung pendapat di atas, menyatakan, bahwa “…bahwa kata al-shalat dengan makna tersebut banyak digunakan dalam syair jahiliah.”

Apabila kita membaca dan memahami pendapat - pendapat di atas, maka kita akan menemukan bahwa ada kesepakatan pendapat diantara mereka. Namun demikian, ada juga yang berpendapat bahwa arti al-Shalat menurut bahasa meliputi : do'a, pengagungan, rahmat dan keberkatan.

Makna Shalawat Secara Teknikal

Penggunaan Istilah al-shalat dalam syariat, sebagaimana yang terdapat dalam Al-Quran dan SunaH mengandung dua jenis pengertian, yaitu :

1. Al-shalat adalah shalat yang di dalamnya terdapat sujud dan ruku'. Dinamakan demikian karena pada sujud dan ruku' mengandung do'a.

2. Al-shalatu ‘ala al-Nabiy (salawat kepada Nabi SAW dan Keluarganya). Pengertian shalat ini dinyatakan dalam Al-Quran, yaitu shalat Nabi SAW atas orang yang datang membawa zakatnya. 

Allah SWT telah  berfirman :

خُذْ مِنْ أَمْوالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلاَتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ، وَاللهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

Artinya :
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka; dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan, Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Yang dimaksudkan di sini adalah shalawat kepada Nabi SAW, yang Allah SWT telah memerintahkan kepada kita dalam firman-Nya :

إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Artinya :
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan sampaikanlah salam penghormatan kepadanya".

Jelasnya, bahwa ayat yang menggunakan lafal al-shalat untuk mukminin, juga digunakan Allah SWT dan para malaikat yang tergabung dalam satu kata kerja, yakni “Yushalluna”. Kemudian, kaum mukmin diperintahkan untuk bershalawat kepada Nabi SAW.

Shalawat Allah SWT

Ada beberapa macam pendapat mengenai shalawat Allah SWT. Shalawat yang bermakna sebagai rahmat. Makna tersebut didukung beberapa riwayat dari Ahlulbait. Para Jumhur Ahlusunnah pun berpendapat hal yang sama, seperti dinukil oleh Sayid Madani. Selain dari hal itu, pendapat ini tetap kokoh ketika kita menghubungkan makna rahmat dari kata al-Shalat itu dalam ayat al-Quran, seperti :

أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ

Artinya :
"Mereka itulah yang mendapat keberkatan dan rahmat yang sempurna dari Tuhan mereka".

Dalam berbagai pola kalimat yang ditunjukkan, tidak terjadi perubahan makna melalui penghubungan kata dimaksud. Al-Quran banyak menyebutkan makna dengan menghubungkan sesuatu dengan persamaan atau sinonimnya, seperti misalnya :

إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَـى اللهِ

Artinya :
"Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku".

Pun sama halnya dengan jalimat berikut ini :

مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِـي الْكِتَابِ

Artinya :
"Apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam al-Kitab…".

Berkata Ibnu Hisyam dalam Mughni al-Labib : “Dibolehkan menghubungkan sesuatu pada  sinonimnya. Begitu pula pendapat Qurthubi dalam menafsirkan ayat tersebut;  dan juga pendapat Syahid Tsani.

Namun demikian, ada juga Ulama yang berpendapat lain, namun dengan makna yang tidak jauh berbeda. Misalnya, mereka mengatakan bahwa “al-shalat” bermakna penyucian (al-tazkiyah) atau pujian dan sanjungan (al-tsana’); atau bermakna kemuliaan (al-tasyrif) atau menambah kemuliaan, dan lainnya.

Jadi makna shalawat Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW adalah rahmat, penyucian, pujian, sanjungan, dan kadang-kadang bermakna kemulian atau kemuliaan.

Demikianlah ulasan mengenai Makna Bershalawat Kepada Nabi Muhammad SAW Menurut Agama Islam. Semoga ulasan tersebut bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kita semua. Marilah kita budayakan untuk bershalawat kepada Nabi dalam kehidupan kita sehari - hari dan ajarkan shalawat kepada anak - anak kita agar mereka semakin cinta kepada Rasulullah SAW.


referensi : icc-jakarta.com
Rekomendasi
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar