--> Skip to main content

Pengertian Dan Tujuan Shalawat Kepada Nabi


Pengertian Dan Tujuan Shalawat Kepada Nabi

Sebagai seorang Muslim tentunya kita  tidak asing lagi  dengan yang namanya  shalawat Nabi, karena kita memang selalu di ajarkan sejak kecil oleh orang tua kita dan guru - guru ngaji kita untuk memperbanyak bacaan shalawat Nabi dalam kehidupan sehari - hari. Bahkan bisa dipastikan bahwa kita sering membaca shalawat, setidaknya tatkala menunaikan ibadah shalat yang di dalamnya kita di wajibkan untuk membaca shalawat Nabi setelah bacaan tasyahud.

Walaupun kita setiap hari membaca shalawat Nabi, namun apakah kita tahu apa sebenarnya Pengertian Dan Tujuan Shalawat Kepada Nabi itu ? 

Menurut kamus bahasa, makna shalawat adalah doa, berkah, rahmat dari Allah, dan ibadah.  Sementara itu dalam bahasa Arab, ‘shalawat’ adalah bentuk jamak dari kata ‘shalat’. Jika shalawat dilakukan manusia, maka itu berarti sebuah permohonan dan jika itu dilakukan oleh malaikat, maka maknanya adalah permohonan ampunan (maghfirah); dan jika yang melakukan shalawat adalah Allah, maka maknanya adalah curahan rahmat dari-Nya.(di kutip dari Prof. Dr. Quraish Shihab dalam bukunya Wawasan al-Qur’an)

Sedangkan menurut istilah, shalawat adalah suatu amal yang berisi permohonan doa kepada Allah SWT agar Dia mencurahkan keselamatan dan keberkahan untuk Nabi Muhammad SAW, dan orang yang bershalawat tersebut akan memperoleh pahala di sisi Allah Subhanahu Wata’ala. [di kutip dari buku 135 Shalawat Nabi karya KH Habib Syarief Muhammad Al-Aydarus]

Sebagian para Ulama ada yang berpendapat bahwa shalawat Allah SWT kepada hamba-Nya terbagi menjadi dua yaitu shalawat yang bersifat umum dan yang bersifat khusus. Shalawat yang bersifat umum ini dicurahkan oleh Allah SWT kepada para hamba-Nya yang beriman, termasuk di dalamnya shalawat yang pernah dipanjatkan oleh Rasulullah SAW untuk sebagian sahabatnya. Sedangkan shalawat yang bersifat khusus adalah shalawat yang diperuntukkan untuk para Nabi dan Rasul, terutama untuk Nabi Muhammad SAW.

Pengertian Shalawat

Secara tata bahasa shalawat adalah merupakan bentuk jamak dari kata shalla atau shalat yang berarti doa, keberkahan, kemuliaan, kesejahteraan, dan ibadah. Sedangkan secara istilah shalawat adalah doa untuk Rasulullah SAW sebagai bukti rasa cinta dan hormat kita kepadanya.

Bacaan shalawat terpopuler adalah :

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ

 "Alloohumma sholli ‘ala Muhammad wa’ala aali Muhammad 

Artinya :
“Ya Allah, berikanlah rahmat-Mu kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad

Shalawat terhadap Nabi Muhammad SAW memiliki kedudukan yang tinggi di dalam hati setiap muslim. Membaca shalawat kepada  Nabi SAW bahkan juga dilakukan Allah SWT dan para malaikat-Nya.

Hal tersebut dapat kita lihat dalam Al-Qur'an surah Al-Ahzab ayat 56, sebagai berikut :

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah dengan penuh penghormatan.” (QS. Al-Ahzab:56).

Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan, maksud dari ayat tersebut adalah, Allah SWT mengabarkan kepada para hamba-Nya tentang kedudukan hamba dan Nabi-Nya di sisi-Nya dan di sisi para makhluk yang tinggi (malaikat).

Dalam hal ini Allah SWT memuji Nabi Muhammad SAW di hadapan para malaikat dan para malaikat pun kemudian bershalawat kepadanya. Lalu Allah SWT memerintahkan kepada penduduk bumi untuk bershalawat dan mengucapkan salam kepada Nabi SAW supaya terkumpul pujian terhadap beliau dari peghuni dua alam, alam atas (langit) dan alam bawah (bumi) secara bersama-sama.

Keutamaan Dan Tujuan Shalawat

Banyak sekali hadits - hadist Nabi SAW  yang menjelaskan tentang keutamaan bershalawat kepada Nabi SAW, di antaranya sebagai berikut :

1. ”Siapa saja yang bershalawat kepadaku satu shalawat, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh” (HR. Muslim).

2. ”Siapa saja yang bershalawat kepadaku satu shalawat, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh shalawat dan dihilangkan darinya sepuluh kesalahan dan dinaikkan untuknya sepuluh serajat.” (HR. An-Nasai).

3. ”Sesungguhnya Allah memiliki malaikat-malaikat yang berkeliling di muka bumi, untuk menyampaikan kepadaku salam dari umatku.” (HR. Nasai).

4. Dari sahabat Abu Darda r.a., Rasulullah SAW telah bersabda: ”Siapa saja yang bershalawat kepadaku 10 kali waktu pagi dan sore, maka dia akan mendapatkan syafa’atku pada Hari Kiamat.” (Hadis Hasan, Shahih Al-Jami’ Al-Albani).

5. “Terhinalah seseorang yang namaku disebut di sisinya, tetapi dia tidak bershalawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi).

6. “Orang yang bakhil (kikir/pelit) adalah orang yang apabila namaku disebut di sisinya, dia tidak bershalawat kepadaku” (HR. Tirmidzi).

Membaca Shalawat kepada Nabi SAW juga menjadi cermin keimanan, penghormatan, dan kecintaan kita  kepada Beliau, sekaligus dzikir kepada Allah SWT. 

Demikianlah ulasan artikel tentang Pengertian Dan Tujuan Shalawat Kepada Nabi. Semoga bisa menambah wawasan pengetahuan kita semua.

referensi : inilahrisalahislam.blogspot.com
Rekomendasi
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar